Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 47: Markas Mafia El Causse


__ADS_3

Di wilayah kekuasaan kelompok mafia El Causse yang memiliki nuansa gelap dan kelam itu terdapat satu bangunan besar dan mewah layaknya istana Inggris, itu adalah tempat tinggal bos mafia El Causse dan merupakan target utama Aldo.


Aldo sendiri masih memperhatikan sekelilingnya sebelum menerobos sekumpulan anggota mafia yang menjaga gerbang masuk ke kediaman sang atasan, namun Rey tanpa gentar langsung berjalan dengan santai sambil menembaki sekumpulan orang itu dengan membabi-buta.


Manik mata Rey yang tajam menganalisis situasi dengan cepat dan membunuh orang-orang yang sekiranya membawa senjata terlebih dahulu untuk menghindari serangan balik.


Dan berhasil, tidak ada satupun tembakan yang diarahkan kepada Rey karena semua orang langsung mati bahkan sebelum sempat mengambil senjatanya...


"10 orang telah kuhabisi tanpa sisa..." gumam Rey tersenyum sombong ke arah Aldo yang masih belum membunuh satupun musuh.


"Tepatnya 9 orang." balas Aldo membuat Rey sedikit mengernyitkan dahinya.


Dengan cepat Aldo mengarahkan pistolnya ke salah satu orang yang ternyata masih hidup setelah menerima tembakan di perutnya, dengan lirih ia mengangkat pistolnya dan mengarahkannya kepada Rey lalu berteriak, "Mati!!"


Dor....


Suara tembakan terdengar nyaring di depan gerbang kediaman bos mafia El Causse, tembakan itu bukan berasal dari salah satu anggota yang masih hidup melainkan dari Aldo yang terlebih dahulu melubangi kepala orang itu dengan Desert Eagle miliknya.


Rey sedikit terkejut dan tidak menyangka jika dia melepaskan satu orang tetap hidup, mungkin karena terbawa emosi sehingga dia melakukan kesalahan dalam pembunuhannya yang gagal.


"Itulah yang akan terjadi jika kau terbawa emosi dalam misi..." ujar Scarlet sambil memutar matanya malas menghadapi orang keras kepala seperti Rey.


"Mereka telah menyadari keberadaan kita, jadi ada baiknya kita segera bergegas." lanjut Scarlet berjalan menapaki jalanan penuh darah di depannya.


Beberapa CCTV terpasang di gerbang itu dan suara tembakan Aldo cukup keras sehingga keberadaan mereka dengan mudah dapat diketahui.


Lagipula mereka tidak berencana menyusup ke markas musuh melainkan menyerangnya secara langsung, jadi tidak ada yang salah soal itu...


Beberapa orang menghadang jalan Scarlet ketika sudah memasuki wilayah kediaman bos mafia El Causse, namun mereka semua dapat diatasi dengan mudah oleh Scarlet dengan kedua belatinya yang setajam silet.


Pergerakan Scarlet sangat cepat menerjang sekumpulan orang bersenjata api dengan sedikit menundukkan badannya sehingga menyulitkan musuhnya untuk menembak karena beberapa detik kemudian Scarlet sudah berada di dekat mereka.


Bagaikan pisau yang memotong mentega, Scarlet dapat memotong setiap anggota tubuh musuhnya dengan sangat mudah seperti mainan lego.


Bukan hanya sekali wanita itu juga akan mencincang daging musuhnya menjadi beberapa bagian seolah tidak puas dengan musuhnya yang berjumlah sedikit.


Beberapa menit kemudian, tidak ada yang tersisa dari perwujudan sekumpulan manusia melainkan setumpuk daging mentah yang tidak lebih dari seonggok daging babi haram di pasaran.


Sementara itu wujud wanita cantik dan menawan layaknya setangkai bunga mawar sudah tergantikan oleh seorang iblis berlumuran darah dengan tatapan dinginnya di atas setumpuk daging yang ia cincang sebelumnya.

__ADS_1


"Kita harus pergi sekarang..." ajak Scarlet dingin seolah-olah yang dia lakukan tadi bukanlah hal besar.


Sementara itu di belakang sana Aldo yang melihat semua pembunuhan Scarlet sedikit mual dibuatnya karena apa yang dilakukan wanita itu memang tidak pantas dengan paras cantiknya.


Aku harus belajar untuk tidak menilai orang dari penampilannya - pikir Aldo sementara Rey hanya menepuk pundaknya.


"Sebaiknya kau berpikir 2 kali jika mau mengencaninya..." ujarnya datar lalu pergi menghampiri Scarlet.


Aldo menatap kepergian Rey dan Scarlet sambil sedikit berpikir apakah mereka berdua memiliki hubungan? Sejak awal bertemu sepertinya Rey sedikit tidak nyaman ketika Aldo akrab dengan Scarlet...


"Aldo, kita akan berpencar mulai dari sini." ujar Scarlet membuyarkan lamunan Aldo. Aldo mengangguk untuk menanggapi sebelum berjalan memasuki kediaman yang memiliki ukuran sangat besar itu.


Tidak ada yang tahu dimana bos mafia El Causse berada, oleh karena itu mereka memilih untuk berpencar.


...


...


...


"Dia ada disana!"


"Sial dia terlalu cepat!"


Seluruh kelompok mafia El Causse dalam keributan besar ketika kelompok Aldo menyerang markas mereka secara langsung dan terang-terangan.


Tidak ada yang selamat dari mereka ketika suara tembakan terdengar maka pasti ada satu orang yang akan mati tanpa tahu dari arah mana si penyerang, membuat kelompok terlatih itu kalang kabut.


"Sial dimana si brengsek itu?!"


"Dia ada di kanan!"


"Tidak, di kiri!"


Dor....


Dor....


"54 orang terbunuh..." ujar Aldo dengan dingin ketika ia membunuh dua anggota El Causse yang sedang kebingungan mencari dirinya.

__ADS_1


Berkat kemampuan tentaranya yang sudah mencapai level 5, Aldo bisa beradaptasi dalam berbagai medan pertempuran dan berkamuflase di tempat apapun sehingga dirinya bisa membunuh musuhnya tanpa ketahuan.


Apalagi dengan dekorasi kediaman besar itu penuh dengan barang barang antik dan perabotan yang terpajang membuat Aldo mudah dalam bersembunyi dan membunuh.


Cklek....


Aldo akhirnya mengisi ulang peluru kedua Desert Eagle miliknya setelah membunuh banyak musuh sedari tadi, dalam beberapa detik saja ia sudah selesai mengisi ulang dan bersiap untuk pergi ke ruangan berikutnya karena seluruh musuh di ruangan itu telah dibunuhnya.


Namun sebelum ia sempat pergi dari sana, seseorang tiba-tiba menghadangnya di ambang pintu keluar.


"Kena kau!!" teriak orang itu sangar sambil mengangkat sebuah senapan mesin bawaannya.


Ribuan peluru lantas ditembakkan hanya dalam hitungan detik dari sebuah senapan mesin berat itu dan meluluh lantakan seluruh barang antik seharga miliaran Euro beserta Aldo di dalamnya.


Aldo masih tenang dan dengan cepat ia menunduk sambil berlari untuk menggunakan beberapa barang keras sebagai pelindungnya.


Hingga tiba di momen yang tepat, Aldo melompat tinggi ke atas lalu memutar tubuhnya di udara sambil membidik kepala si penembak senapan mesin.


"55." gumam Aldo lalu menarik pelatuknnya dan menembus kepala si penembak senapan mesin hingga mati di tempat.


[Membunuh 1 orang jahat, mendapatkan 1000 Poin System dan 1000 Poin Kemampuan.]


Itu adalah suara system sudah terdengar di kepala Aldo sebanyak 55 kali ... suara yang membuatnya bahagia setiap kali membunuh musuhnya...


Tak berselang lama kemudian alat komunikasi yang terpasang di telinga Aldo tiba-tiba menyala pertanda ada orang yang menghubunginya. Aldo menerima panggilan tersebut dan terdengarlah suara Scarlet di seberang sana.


"Bagaimana dengan di lokasimu sekarang? Apa kau sudah menemukan pimpinan musuh?"


"Tidak ada tanda-tanda pimpinan musuh di tempat ini, apakah dia sedang keluar?" jawab Aldo sedikit kebingungan pasalnya belum menemukan pimpinan musuh sedari tadi.


"Entahlah, jika dia tidak ada di tempat ini maka kita hanya perlu menghancurkan markasnya beserta seluruh anggotanya. Tetap lanjutkan misi dan jangan pernah mundur!" kata Scarlet sebelum menutup panggilan komunikasi.


Tch! Aku tidak bisa terus membuang-buang waktu di tempat ini - pikir Aldo sedikit kesal.


Aldo kemudian ingat satu hal penting, yaitu keberadaan toko system. Mungkin akan ada barang yang berguna untuk menemukan pimpinan musuh...


[Ilustrasi Rey]


__ADS_1


__ADS_2