
> 3 Minggu Kemudian.
Film 'Cinta bersemi satu malam di Prancis' telah dirilis secara ekslusif di seluruh dunia, banyak orang yang antusias dengan perilisan film itu khususnya para remaja karena premis cerita yang menarik.
Baru saja beberapa episode ditayangkan, tim 3 sudah meraup keuntungan yang bisa dibilang sangat besar dan bisa mengalahkan banyak film terkenal lainnya.
Banyak tanggapan positif terhadap film ini karena kisahnya yang menyelipkan beberapa pelajaran berharga dalam kehidupan, tapi tidak sedikit juga yang mengkritik film itu karena dianggap terlalu vulgar dan menayangkan sesuatu yang tidak seharusnya kepada publik.
Beberapa hari yang lalu tim 3 berencana untuk kembali ke negara asalnya yaitu Indonesia setelah menyelesaikan syuting di Prancis, namun sebuah undangan dari salah satu agensi terbesar di Amerika serikat tiba-tiba diberikan kepada tim 3.
Itu adalah undangan yang menyatakan jika film mereka telah masuk dalam nominasi piala Oscar untuk tahun itu juga.
Suatu kebanggaan bisa masuk nominasi piala Oscar apalagi menjadi pemenang dalam ajang itu, jadi tampa pikir panjang mereka menunda kepulangan ke Indonesia dan beralih ke Amerika serikat.
...
...
...
"... Ini tahun terbaik yang pernah ada, dimana ada banyak agensi film yang memproduksi film-film terbaik yang pernah ada. Namun hanya satu film saja dengan aktor utamanya yang bisa mendapatkan piala Oscar dengan kategori drama percintaan!"
Pembawa acara, Mr. K memberikan penyambutan hangat kepada seluruh orang yang hadir dalam ajang piala Oscar kali ini.
Ajang piala Oscar merupakan salah satu ajang terbesar di dunia yang pernah ada, mereka akan memberikan penghargaan kepada film film terbaik yang pernah ada.
Sebagian besar dari mereka adalah seorang aktor dan aktris, sementara lainnya adalah kru film yang sangat berkontribusi dalam pembuatan film seperti produser, sutradara, penulis naskah, dan lain sebagainya.
Nyatanya bukan hanya tim 3 yang masuk nominasi Oscar melainkan tim lainnya yang juga berasal dari perusahaan FGC. Salah satunya adalah dari tim 1 yang memiliki seorang aktor profesional di dalamnya.
Dia adalah aktor yang telah memerankan banyak film terkenal dan telah menjadi pemenang ajang Oscar beberapa tahun lalu, jadi dia sangat yakin dengan kemampuannya yang bisa memenangkan piala Oscar tahun ini juga.
"Tidak usah terlalu banyak bicara karena sudah jelas pemenangnya disini adalah aku seperti tahun-tahun sebelumnya..." ujarnya sombong dengan wajah terangkat.
Dia memiliki wajah yang sangat rupawan dan rambut pirang yang menandakan jika dia bukan asli dari asia, melainkan seorang blasteran Asia-Eropa.
"Dan tanpa berlama-lama lagi, pemenang aktor terbaik dan film terbaik tahun ini adalah ..."
Tiba pada saat yang terpenting dalam ajang tersebut yaitu pengumuman pemenang, aktor sombong itu menyeringai lebar dan bersiap untuk menerima kemenangannya.
"Pemenangnya adalah Aldo dari film Cinta bersemi satu malam di Prancis!"
Pria sombong itu diam membeku mendengar jika bukan namanya yang disebutkan sebagai pemenang, melainkan orang yang bahkan belum pernah dia dengar namanya.
Tak berselang itu naiklah beberapa orang ke atas panggung, mereka adalah orang-orang yang berkontribusi dalam pembuatan film cinta bersemi satu malam di Prancis.
Salah satu yang paling mencolok dari mereka adalah seorang pria tampan dan berkharisma yang sejak awal kemunculannya di trailer sudah memikat banyak perhatian kaum wanita. Dia adalah Aldo.
Kedatangan Aldo disambut dengan tepuk tangan yang meriah, membuat pria sombong barusan semakin kesal.
Ia kemudian memanggil asistennya dan berkata, "Siapa sebenarnya orang itu? Aku belum pernah melihatnya dan sekarang dia memenangkan penghargaan Oscar?"
"Mungkin tuan ketinggalan kabar karena ada di luar negeri untuk syuting selama beberapa bulan ini. Dia adalah Aldo, seorang aktor baru yang direkrut langsung oleh Tuan Daniel."
"Seorang aktor baru mengalahkanku hari ini, sulit dipercaya...." ucap pria itu menatap tajam ke arah Aldo yang sedang bersiap untuk berpidato.
"Aku akan membalasmu cepat atau lambat, jika tidak maka namaku bukan lagi Merlin Northern..."
__ADS_1
...
...
...
"Cheers!!"
Ting...
Suara gelas beradu saat pesta terdengar begitu meriah di salah satu hotel dengan ruangan VIP. Semua orang terlihat sangat senang karena akhirnya untuk pertama kalinya mereka mendapatkan penghargaan Oscar yang sangat membanggakan.
"Aku tidak sabar untuk pulang dan mengabari keluargaku tentang hal ini."
"Kurasa aku harus mengambil cuti sejenak setelah menerima uang dari hadiah itu."
"Kalau aku akan jalan-jalan bersama keluargaku."
Semua anggota tim 3 terlihat sangat senang dengan penghargaan yang mereka dapatkan.
Sementara itu Aldo duduk dengan tenang di kursinya sambil meminum secangkir wine di tangannya, matanya senantiasa menatap Ashlee dan Katharine yang sedang bercengkrama riang di depannya.
Melihat itu Aldo merasakan kebahagiaan tersendiri.
Tak berselang lama Ashlee dan Katharine datang menghampiri Aldo dengan senyuman lembut di bibirnya.
"Aldo, apa yang akan kau lakukan setelah ini?" tanya Ashlee.
"Itu benar, kau pasti sangat terkenal setelah menjadi pemenang aktor terbaik tahun ini." imbuh Katharine.
Ashlee dan Katharine tersipu malu, dengan kata lain Aldo ingin serius membangun keluarga bersama kedua kekasihnya yang membuat mereka berdua bahagia.
"Aku menantikannya..."
Mereka semua kemudian kembali berpesta dengan penuh kebahagiaan.
Melihat wajah kedua wanitanya yang riang gembira membuat Aldo sangat senang dan lega karena mereka telah melupakan segala masalah yang terjadi saat mereka disandera oleh Gerald.
Itu semua berkat Aldo yang menggunakan sistem untuk menghapus ingatan mereka tentang kejadian itu...
...
...
...
Keesokan harinya rombongan Aldo menuju ke bandara internasional karena semua keperluan mereka di Amerika serikat telah selesai, penghargaan Oscar juga sudah di dapatkan oleh mereka jadi tidak ada gunanya berlama-lama lagi disana.
Entah karena mabuk dan tertidur lelap semalaman membuat mereka semua hampir ketinggalan pesawat, beruntungnya tiket sudah dipesan oleh Aria jadi mereka tidak perlu mengantri untuk membeli tiket.
Hanya saja bandara yang padat membuat mereka harus bergegas dengan terburu-buru karena pesawat dengan tujuan penerbangan Indonesia akan segera landing beberapa menit lagi.
Bruk...
"Ah, maaf, apa kau baik-baik saja nak?" Aldo tidak sengaja menabrak seorang anak kecil saat terburu-buru di bandara.
Ia berada di barisan paling belakang yang membuatnya tertinggal oleh rekan-rekannya, meskipun Aldo bisa mengejar mereka dengan cepat namun dia memilih untuk membantu anak yang dia tabrak tersebut.
__ADS_1
"Aw ... sakit ..." Anak itu merintih kesakitan sambil memegangi kakinya yang terjatuh di lantai.
Aldo membawa anak itu menjauh dari kerumunan sebelum mengobati lukanya dengan membeli salep penyembuh dari toko system.
Tentu saja sebagian besar barang yang tersedia di toko system merupakan barang magis, jadi salep itu sangat berguna untuk menyembuhkan luka yang di derita anak kecil itu.
"Sekarang sudah baik-baik saja, ngomong-ngomong dimana orang tuamu?" tanya Aldo kepada anak kecil yang memiliki paras yang sangat rupawan tersebut di usianya yang ke 9 tahun.
Rambutnya hitam legam sementara manik matanya berkilauan penuh keindahan, sekilas anak itu mirip dengan Aldo sewaktu masih kecil.
"Ibuku sedang memesan tiket sementara ayahku pergi meninggalkanku sebelum aku lahir..." ucap anak itu dengan mata berlinang air mata.
Aldo berusaha keras untuk tidak membuat anak itu menangis apalagi sekarang mereka sedang berada di tempat umum.
"Kau laki-laki kan? Jadi jangan menangis hanya karena orang tua yang mencampakkanmu. Kau harus bersikap kuat untuk melindungi ibumu ketika tidak ada seorang ayah di sampingmu."
Aldo memberi nasihat kepada anak itu sambil mengelus rambutnya dengan halus, mata anak itu berbinar-binar merasakan kelembutan dari kata-kata dan sentuhan Aldo.
Anak itu mengangguk dan berkata dengan tegas, "Hm, aku berjanji akan melindungi ibuku!"
"Kalau begitu aku pergi dulu Om..." kata anak itu sambil melambaikan tangan kecilnya kepada Aldo.
Sampai akhirnya anak itu menghilang dari pandangan Aldo, Aldo baru merasakan ada hal yang janggal dan merogoh sakunya.
Alhasil, Aldo tidak bisa menemukan tiketnya...
"Apa anak itu mengambilnya?" gumam Aldo kemudian berjalan memasuki pesawat tanpa menghiraukan kejadian yang tadi.
"Untungnya aku punya 2 tiket karena Aria yang kenapa tidak kembali ke Indonesia hari ini karena masih punya urusan penting..." lanjut Aldo santai.
...
...
...
Sementara itu di sisi lain...
"Ibu, aku kembali!" teriak si anak kecil yang tadi Aldo tolong kepada seorang wanita cantik yang tengah kebingungan mencari dirinya.
Melihat kedatangan si buah hati, sang ibu yang masih terlihat sangat muda dan cantik itu lantas memeluk anaknya.
"Alex, kemana saja kamu dari tadi?" tanya sang ibu khawatir.
Beberapa saat lalu dia sedang berdebat dengan penjual tiket pesawat karena tidak kebagian tiket padahal ia sudah memesan 2 tiket secara online, namun dia hanya mendapatkan 1 tiket saja.
Dan saat itulah dia kehilangan putra kesayangannya, Alex...
"Maafkan aku bu." kata Alex dengan polosnya lalu memperlihatkan tiket yang dia ambil dari Aldo barusan.
"Tadi ada Om Om baik yang memberikan tiketnya kepadaku..." lanjutnya.
Mengesampingkan kecemasannya terhadap anaknya, sang ibu akhirnya lega karena mendapatkan satu tiket lagi untuk mereka berdua menaiki pesawat.
"Baiklah sebaiknya kita segera menaiki pesawat untuk berjumpa dengan nenekmu." ajak sang ibu lalu menggenggam tangan anaknya untuk menaiki pesawat dengan tujuan Indonesia.
"Asyik!" Alex terlihat sangat senang karena selama ini dia belum pernah bertemu dengan kakek neneknya.
__ADS_1