Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 83: Wanita Misterius


__ADS_3

"Kerja bagus semuanya!"


"Kita akan bertemu besok lagi, tolong jaga kesehatan kalian!"


"Terima kasih banyak, senior!"


"Novita, apa pekerjaanmu sudah selesai?" salah satu pegawai wanita mendatangi Novita yang tengah fokus bekerja menggunakan komputernya.


"Ah, senior, maaf tapi pekerjaanku belum selesai." jawab Novita terburu-buru.


Senior tersebut tersenyum lembut melihat kegigihan Novita padahal wanita itu baru saja bekerja beberapa hari lalu.


"Kau harus menjaga kesehatanmu, Novita. Jangan terlalu banyak begadang dan tidurlah tepat waktu."


"Terima kasih banyak atas perhatiannya, Senior. Tenang saja, aku akan menyelesaikan pekerjaanku tidak lama lagi. Senior bisa pulang duluan, biar aku saja yang mengunci kantornya." kata Novita bersikeras.


Sebagai senior yang menuntun pekerjaan para juniornya, ia tentu sangat senang karena mendapatkan junior yang hebat dan gigih seperti Novita.


Dengan senyuman di wajahnya, ia menyerahkan kunci kantor kepada Novita.


"Kalau begitu tolong bantuannya, Novita."


"Baik!"


Setelah itu, senior Novita berbalik pergi dari kantor mereka bersama dengan karyawan lainnya karena memang sudah waktunya untuk pulang bekerja.


Namun Novita memilih untuk pulang terlambat dan melanjutkan pekerjaannya.


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam dan Novita masih sibuk dengan komputernya, dia tidak perlu merasa khawatir tentang anaknya, Alex karena dia sudah mengabarinya akan pulang telat hari ini.


Lagipula dia sudah tidak tinggal sendirian lagi, ada ibu, ayah, dan adiknya yang merawat Alex dengan sepenuh hati. Itu membuat hati Novita sangat senang.


"Aku harus menyelesaikan masalah ini sebelum lebih banyak korban berjatuhan." gumam Novita.


Novita sekarang bekerja di sebuah stasiun televisi yang berfokus memuat kasus kematian misterius sebagai berita utama mereka.


Meskipun bukan tugasnya, namun Novita juga ikut menyelidiki tentang kasus itu tanpa sepengetahuan rekan kerjanya. Dulu ia pernah bekerja sebagai penyelidik, jadi bisa dibilang pengalaman Novita cukup banyak.


Tapi meskipun begitu ini adalah kasus yang tidak bisa diselesaikan hanya karena pengalaman yang banyak, ini bukanlah kasus biasa seperti kebanyakan kasus pembunuhan.


"Percuma saja ... aku tidak mendapatkan petunjuk apapun..." dengan kecewa, Novita memijit pelipisnya karena tidak mendapatkan petunjuk apapun selama 3 hari dia menyelidiki kasus itu.

__ADS_1


Setelah merenung sejenak, Novita melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 11:30. Sebentar lagi tengah malam.


"Sebaiknya aku pulang sekarang."


Novita mematikan komputernya, mengenakan Hoddie hitam dengan kerudung lalu beranjak pergi dari kantornya, namun belum sempat keluar, ia melihat tumpukan sampah yang menjulang tinggi di tempat sampah.


Novita mendecak pelan, "Kenapa ada saja orang yang tahan dengan kotoran sampah?" gumamnya.


Ia kemudian memasuki sampah itu di plastik sampah berwarna hitam lalu menyeretnya keluar dari kantor dan berniat membuangnya.


Malam sudah larut dan jalanan sangat hening dengan lampu jalan yang berkedip-kedip, angin malam yang berdesir pelan menerpa tubuh Novita dan membuatnya sedikit menggigil.


"Entah kenapa malam ini terasa lebih dingin dari malam biasanya..." gumam Novita lalu mengenakan syal merah miliknya.


Itu adalah syal pemberian Myra, Myra juga mengatakan jika syal itu diberikan oleh seseorang namun Novita tidak terlalu menanyakan hal itu lebih jauh.


Karena merasa masih dingin, Novita melipat syalnya hingga menutupi sebagian wajahnya dari hidung sampai dengan mulut. Kerudung Hoddie-nya juga ia kenakan.


Selanjutnya Novita mulai berjalan sambil menyeret kantung plastik berisi banyak sampah sampai-sampai ia sedikit kesulitan membawanya ke belakang gedung kantor, disanalah tempat pembuangan sampah berada.


Dengan sekali hentakan, Novita melempar kantung sampah itu ke tempat sampah.


"Lain kali aku akan menyuruh satpam membuangnya sebelum malam." gumam Novita.


Ia berdiri di sisi gedung sambil menatap Novita dengan aneh. Novita tidak dapat melihat wajah orang itu namun dia tahu jika orang itu merupakan seorang wanita dari tinggi badan dan rambut panjang tergerai miliknya.


Tapi untuk alasan kenapa wanita itu mencegat jalannya, Novita tidak tahu.


"Halo? Ada yang bisa aku bantu?"


Novita mencoba berpikir positif. Ia mengajak wanita itu berbicara namun tidak ada tanggapan sedikitpun darinnya. Dia masih berdiri dengan bengong menatap Novita dengan mata yang perlahan-lahan bersinar kemerahan.


Novita mulai merasakan ada yang aneh dari tatapan wanita itu, jadi di mulai mundur perlahan-lahan.


"Aku tidak bisa membunuhnya..." wanita itu tiba-tiba membuka mulutnya, seolah berbicara dengan orang lain, tapi jelas disana hanya ada mereka berdua.


"Apa yang terjadi?"


"Kenapa aku tidak bisa membunuhnya seperti yang lainnya?"


"Wajah?"

__ADS_1


"Aku tidak bisa melihat wajahnya, dia menutupinya dengan syal."


Kata-kata wanita itu terdengar jelas di telinga Novita yang kini yakin jika situasi yang dia hadapi bukanlah situasi biasa, wanita di depannya itu adalah pembunuh!


Aku harus segera pergi - pikir Novita.


Wanita itu tiba-tiba tersenyum mengerikan.


"Kalau begitu, biarkan aku membunuhnya secara langsung."


Kata-kata wanita itu sedingin malam hari yang tengah berlalu saat ini, perlahan ia mulai mengeluarkan pisau dapur dari tangannya dan melangkahkan kakinya mendekati Novita, sedikit demi sedikit.


Novita mundur perlahan dengan perasaan gugup dalam dirinya, dia yakin jika membuat pergerakan secara tiba-tiba, wanita itu pasti langsung mengejarnya.


Tapi bergerak perlahan juga tidak akan membantunya melarikan diri dengan cepat, jadi ketika memiliki kesempatan, Novita langsung berlari ke arah pintu belakang kantornya.


"Biarkan aku membunuhmu."


Wanita misterius itu mengangkat pisaunya tinggi-tinggi sambil mempercepat langkahnya ke arah Novita yang kini sedang kesulitan masukkan kunci ke lubang pintu.


"Sial! Ayolah!" teriak Novita panik.


Cklek...


Pintu belakang akhirnya terbuka ketika wanita misterius itu hanya berjarak beberapa meter saja dengan dirinya, tanpa menoleh ke belakang Novita langsung memasuki kantor melalui pintu belakang lalu kembali menguncinya dari dalam.


Sungguh waktu yang mepet, jika Novita terlambat sedikit saja wanita itu pasti sudah menikamnya.


Novita mengatur nafasnya yang terengah-engah setelah panik tadi. Tidak ada suara pergerakan dari luar pintu, suasana mendadak menjadi hening. Karena penasaran, Novita memilih untuk mengintip situasi di luar sana melalui lubang kunci yang kecil.


Sepi, itulah yang Novita lihat di luar sana. Tidak ada tanda kehidupan di luar sana seolah.


Novita kembali menghela nafas panjang, dia berpikir jika wanita itu sudah pergi namun-


"Aakh!"


Novita terperanjat kaget hingga dia menjatuhkan tubuhnya ke lantai, dari lubang kunci dia melihat mata wanita tersebut terlihat tampak sangat menyeramkan. Mata merah dengan garis vertikal bagaimana mata predator.


Swoos...


Jlebb!

__ADS_1


Satu lagi yang membuat Novita sangat terkejut, pisau dapur yang dipegang wanita misterius itu tiba-tiba menusuk pintu tersebut dan menembusnya. Itu tidak masuk akal karena pintu belak kantor terbuat dari baja.


__ADS_2