Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 64: Kelicikan Merlin Northern


__ADS_3

Ditengah Lina sedang berpikir keras, seseorang tiba-tiba masuk ke apartemennya yang membuat Lina sedikit waspada karena sebelumnya apartemen mereka telah dikunci rapat.


Lina berbalik dan matanya terbuka lebar ketika melihat orang yang masuk tanpa izin tersebut.


"Kau!" pekik Lina namun tangan kekar orang itu sudah terlebih dahulu membungkam mulut Lina yang tubuhnya sudah gemetaran.


Pria itu mengangkat jari telunjuknya dan merapatkannya ke mulutnya, memberikan Lina sebuah isyarat untuk tetap diam dan tidak melakukan perlawanan jika dirinya masih mau selamat.


"Kau adalah wanita yang cantik ... sebaiknya kau tidak tidak mengganggu urusanku atau kau akan kehilangan kecantikanmu untuk selama-lamanya..." ujar pria itu penuh penekanan dalam kata katanya.


Lina tidak bisa menjawab perkataan pria tampan berambut pirang itu seolah seluruh syarafnya telah hancur karena ancamannya.


Merlin Northern, siapa yang tidak tahu dirinya. Seorang aktor profesional yang sudah populer semenjak kecil, dia adalah idola semua wanita sebelum Aldo menggeser posisinya.


Selain itu Lina tahu betul jika Merlin bukanlah laki-laki yang baik, Lina selalu merasa tidak nyaman saat di tatap oleh mata penuh kelicikan milik Merlin. Oleh karena itu dia tidak pernah membiarkan Laura dekat-dekat dengan Merlin termasuk menolak semua peran film jika ada Merlin di dalamnya yang ikut serta.


Tapi apa yang Merlin lakukan di tempat Laura sekarang?


Byarr...


Dengan sekali dobrakan, Merlin berhasil membuka pintu kamar Laura yang sebelumnya terkunci dengan rapat. Lina diam membeku dan tidak tahu harus melakukan apa.


Mata Merlin menelusuri kamar mewah namun hancur berantakan di depannya sampai dirinya menemukan sosok Laura yang kacau di atas tempat tidur, berbungkuskan oleh selimut yang tebal dan berantakan.


"Sudah kubilang jangan pernah berani masuk ke kamarku!" pekik Laura kesal.


Dengan mata mendelik tajam Laura melihat ke ambang pintu, dia mengira jika Lina-lah yang memasuki kamarnya namun ternyata salah.


Dalam kemarahannya, Laura tidak peduli siapapun yang berani menganggunya akan berakhir dengan buruk. Dia menggapai pot bunga yang tergeletak di lantai kamar lalu tanpa pikir panjang langsung melemparkannya ke arah Merlin.


"Pergiii!!!"


Hap...


Merlin menangkap lemparan pot bunga tersebut dengan santainya, ia adalah aktor yang telah memerankan banyak film action dan romansa jadi tentu saja dia memiliki sedikit keterampilan bela diri.

__ADS_1


"Sungguh tidak sopan menyambut tamumu seperti ini." dengan senyuman khasnya, Merlin berjalan mendekati Laura yang masih di atas kasur.


Laura ingin melawan dengan cara menampar Merlin, namun itu sia-sia karena Merlin sudah terlebih dahulu menangkap tangannya lalu menahan tubuhnya dengan kasar ke kasur.


"Akh!"


Merlin mengangkat dagu Laura, ekspresi iba muncul di wajahnya.


"Sungguh menyedihkan wanita secantik dirimu harus berakhir naas seperti ini ... sebenarnya apa yang terjadi? Kau sudah menjadi seperti ini semenjak menyelesaikan filmmu yang mendapatkan penghargaan Oscar."


"Apa kau senang dengan penghargaan yang kau dapatkan? Apa kau senang dengan peran antagonis yang kau mainkan? Atau ... apa kau sedang membenci seseorang yang harus membuatmu mengalami semua nasib buruk itu?"


Kata-kata Merlin malah membuat Laura semakin marah.


"Memangnya apa yang kau tahu!"


"Aku tahu semuanya. Aku tahu tentang alasan kenapa kau menjadi seperti ini, aku tahu siapa yang kau benci, dan aku tahu apa yang menyebabkanmu membencinya."


Laura tertegun pertanda apa yang dikatakan Merlin memang benar adanya.


...


...


...


Di pagi hari yang cerah, Aldo, Ashlee, dan Katharine bangun dari tidur mereka di ranjang yang sama dan kondisi yang sama, yaitu dengan tubuh yang telanj**ng bug**il.


Tidak usah dijelaskan lagi, siapapun yang melihatnya akan tahu apa yang baru saja mereka berdua lakukan semalaman...


"Aku menyayangimu sayang." ucap Aldo lembut sambil mengecup bibir merah Ashlee yang baru saja bangun tidur.


"Bagaimana denganku?" tanya Katharine dengan mata berbinar-binar menginginkan ciuman yang di pagi hari yang sama dengan saudarinya yaitu Ashlee.


"Tentu kau juga akan dapat." kata Aldo tersenyum lembut lalu mencium bibir Katharine yang tak kalah merahnya.

__ADS_1


Kedua wanita itu sangat senang lalu saling berpelukan dengan Aldo di tengah-tengahnya.


Setelah itu akhirnya mereka beranjak untuk membersihkan tubuh lengket mereka akibat pertempuran panas semalam di kediaman baru mereka yaitu mansion di atas bukit indah yang mempunyai pemandangan alam yang menyejukkan.


Selesai membersihkan badan, mereka bertiga berkumpul kembali di meja makan yang disana sudah tersajikan cukup banyak makanan-makanan sehat dan bergizi.


"Wahh ... siapa yang membuat makanan ini? bukankah kita tidak punya pembantu?" tanya Katharine.


"Barusan temanku datang membawakan makanan-makanan ini." kata Aldo berbohong karena sebenarnya dia membeli semua makanan itu di toko system.


Dia juga tidak bisa mengatakan kalau dialah yang membuatnya karena jelas-jelas mereka bertiga bagun bersamaan tadi.


Kurasa aku membutuhkan pembantu di rumah besar ini, itu akan memudahkanku untuk masak dan bersih-bersih rumah - pikir Aldo.


Tak berselang lama setelah memulai sarapan pagi, mereka bertiga akhirnya telah selesai.


"Ngomong-ngomong apa yang ingin kau lakukan selanjutnya, Aldo?" tanya Katharine sambil mengelap bibirnya menggunakan tisu sehabis makan.


Aldo sedikit berpikir lalu berkata, "Untuk sekarang aku tidak terlalu sibuk dengan pekerjaanku sebagai aktor. Apakah kalian bisa membantuku membuat akun media sosial?"


"Itu ide yang bagus!" Ashlee tampak sangat antusias, begitu juga dengan Katharine.


"Baiklah ini dia." Aldo mengeluarkan handphone miliknya, disana dia sudah mengunduh beberapa aplikasi media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube yang memang sudah merupakan bawaan semua handphone.


"Sebaiknya kita mulai dari Instagram." saran Ashlee.


Aldo mengangguk setuju, ia kemudian membuka aplikasi Instagram dan mengikuti setiap langkah-langkah yang disuguhkan untuk membuat akun baru dibantu oleh Ashlee dan Katharine.


Mulai dari nama, jenis kel4min, serta tanggal lahir semuanya di isi oleh Aldo sesuai dengan apa yang ada.


Hingga akun Instagram Aldo akhirnya telah siap, selanjutnya Aldo juga membuat akun YouTube, Twitter, dan Facebook dengan langkah-langkah yang hampir sama dengan sebelumnya.


Baiklah, sekarang aku harus memperoleh 5 juta pengikut selama sebulan ini untuk menyelesaikan misi system.... - pikir Aldo.


[Ilustrasi Merlin Northern]

__ADS_1



__ADS_2