Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 4: Nasi Goreng Spesial


__ADS_3

Setelah berjalan beberapa saat Aldo akhirnya menemukan rumah makan yang harga setiap menunya sangat terjangkau walaupun letaknya di dalam gang sempit.


Tanpa pikir panjang Aldo langsung memasuki rumah makan yang tidak terlalu ramai itu dan memesan salah satu menu yang tertera disana dengan antusias.


"Tolong satu porsi nasi goreng, paman!"


"Okey, mohon di tunggu ya!"


Mencium aroma nasi goreng yang sangat lezat di tempat itu membuat Aldo menjadi tidak sabar untuk segera mencicipinya.


Aldo sedikit kebingungan pasalnya hanya melihat beberapa orang saja yang makan di tempat makan itu padahal menu dan harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari rumah makan lainnya.


Contohnya nasi goreng di tempat itu seharga 5 ribu rupiah sementara di rumah makan lain yang seharga 10 sampai 20 ribu rupiah. Dan juga porsinya lebih banyak di tempat itu.


*Apakah karena letaknya yang tidak strategis*? - pikir Aldo tapi segera menepisnya karena pesannya sudah datang.


"Silahkan dinikmati!" kata gadis pelayan yang mengantarkan makanan kepada Aldo.


Jika diperhatikan lagi gadis itu mungkin berumur 18 tahun atau gadis SMA.


Aldo tidak terlalu memperhatikan gadis itu karena toh perutnya juga sudah keroncongan sejak tadi pagi belum makan.


Dengan lahap Aldo langsung melahap nasi goreng yang sudah terhidangkan dengan rapi di hadapannya, dia sama sekali tidak peduli tatapan orang lain yang melihat seperti orang kelaparan karena dia memang kelaparan.


Tak berselang lama kemudian-


"Tambah satu porsi lagi, paman!" teriak Aldo sambil mengangkat piringnya yang sudah kosong.


"Eh? A- apa anda serius?"


"Tentu saja, masakan paman sangat enak!"


Api semangat berkobar dalam dada paman pemilik rumah makan ketika seseorang mengatakan masakannya enak untuk pertama kalinya.


Semangat nampak sangat jelas di tatapan mata paman itu yang sudah memegang dua sendok masak di kedua tangannya.


"Myra, tolong ambilkan ayah resep nasi goreng di brangkas ayah."


"B- baik ayah!" jawab gadis pelayan itu yang ternyata adalah putri paman pemilik kedai makan.


Harta rahasia keluarga penjual nasi goreng telah keluar, paman itu memotong rempah-rempah dan bahan nasi goreng lainnya sementara Myra, anaknya menyiapkan beberapa piring baru.


Kompor gas dinyalakan 1200 derajat celsius, tidak lebih dan tidak kurang bersamaan dengan disimpannya penggorengan besar di atas kompor yang telah menyala sempurna itu.


Minyak goreng super langka dituangkan dan memanas hanya dalam hitungan 60 detik, bumbu nasi goreng spesial dituangkan hingga setengah matang sebelum 2 liter nasi putih juga dituangkan.

__ADS_1


Paman pemilik kedai memegang sendok masaknya bagaikan seorang ksatria yang memegang pedang kebanggaannya, bersiap untuk bertempur demi menciptakan cita rasa nasi goreng spesial.


Semua pengunjung kedai menatap paman pemilik kedai dengan kagum bagaikan anak kecil yang melihat pertunjukan sulap, sementara Aldo jadi ngiler karena aroma nasi goreng yang jauh lebih kuat daripada sebelumnya.


Nasi goreng spesial ala paman pemilik kedai telah siap kurang lebih 15 menit, ia menuangkannya ke piring yang sudah disiapkan oleh Myra dan memberikan telur dan salat sebagai finishing.


"Harta keluarga telah siap, tolong hidangkan dengan elegan." ucap paman pemilik kedai dengan elegan.


"Tidak usah terlalu berlebihan, ayah." kata Myra kewalahan menghadapi tingkah ayahnya.


Ia kemudian menghidangkannya dengan cara biasa kepada Aldo yang bisa meneteskan air liurnya kapan saja.


Hanya dengan satu suapan saja sudah bisa membuat cita rasa yang sangat sempurna di mulut Aldo yang membuat pria itu tambah semangat untuk menghabiskan nasi goreng yang dibuat spesial untuknya.


Tidak hanya memakan satu porsi, tapi Aldo memakan 4 porsi nasi goreng secara bergiliran sampai membuatnya sangat kenyang.


*Kapan lagi aku bisa makan enak seperti ini*... - batin Aldo sambil menepuk-nepuk perutnya yang sudah membuncit.


Tak berselang lama kemudian Aldo baru mengingat sesuatu dan mengalihkan pandangannya kepada paman pemilik kedai yang memasang ekspresi bangga.


"Paman, biayanya-"


"Tidak usah terlalu dipikirkan, semua makanan yang kali ini kamu makan paman kasih gratis!" potong paman itu sambil mengacungkan jempolnya.


Aldo tersenyum senang karena bertemu orang baik seperti paman pemilik kedai di tempat yang kebaikan sudah hampir sirna.


"Aku juga!"


"Aku duluan!"


Orang yang melihat betapa enaknya nasi goreng spesial buatan paman itu langsung berbondong-bondong memesan menu yang sama.


Mereka berebutan satu sama lain dan bersedia membayar lebih untuk segera mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Dalam seketika bisnis kedai makan paman itu langsung ramai pembeli, itu membuat ayah dan anak itu sangat gembira karena akhirnya diberkahi rezeki yang melimpah hari itu juga.


Namun di tengah keributan orang yang memesan makanan itu, pintu kedai tiba-tiba di tendang oleh seseorang hingga merusak pintu itu.


Semua orang sangat terkejut termasuk Aldo, ia mengalihkan pandangannya dan melihat beberapa orang pria berpenampilan norak yang memasuki kedai dengan sombongnya.


"Aku mencium bau lezat di tempat busuk ini, terlebih lagi apa ini? Orang-orang bodoh ini sedang memperebutkan masakanmu? Apa ini artinya kau punya uang lebih untuk kami, pak tua Suman?"


Salah satu pria berpenampilan norak berkata dengan wajah sombongnya yang penuh dengan tato.


*Mungkin dia adalah bos dari sekumpulan orang aneh itu* - pikir Aldo memandang pria itu dengan aneh.

__ADS_1


Aldo berpikir apakah dia salah memasuki distrik orang bodoh yang berpenampilan badut penghibur? Lihat saja mereka, rambut berwarna-warni seperti pelangi gay, pakaian kulit robek robek menyaingi pakaian pemulung, dan datang dengan penuh gaya seperti film koboi barat.


Mereka kira mereka keren? Tidak, mereka itu aneh!


Tapi entah kenapa semua orang yang ada dalam kedai makan itu tampak ketakutan karena kedatangan orang-orang itu termasuk paman pemilik kedai yang sedang memeluk putrinya.


Tapi tetap saja itu tidak menghilangkan tanggapan Aldo tentang mereka yang masih tetap anehnya.


"Hei bos, orang itu memandang kita dengan aneh!"


Salah satu anak buah orang aneh yang tidak kalah anehnya itu berkata sambil menunjuk Aldo, semua orang mengalihkan perhatiannya kepada Aldo yang dengan beraninya menatap bos orang aneh itu secara langsung.


"H- hei, j- jaga pandangan matamu..." bisik Myra mengingatkan Aldo.


Tapi Aldo tidak menghiraukannya dan tetap menatap si bos yang datang menghampirinya itu.


"Kenapa kau melihatku seperti itu? Apa kau ingin membuat masalah denganku?"


Pria aneh itu sedikit menundukkan kepalanya untuk menyelaraskan tingginya dengan Aldo yang masih duduk di kursi, sehingga membuat mata mereka bertemu secara langsung.


Percikan permusuhan terlihat diantara tatapan mata mereka berdua bersamaan dengan suara system yang mengumumkan misi baru.


----------𝔐𝔦𝔰𝔰𝔦𝔬𝔫----------


[Misi pertarungan]


-Mengalahkan geng Death Metal.


-Membebaskan keluarga Suman dari geng Death Metal dan mendapatkan kepercayaan dari orang-orang sekitar.


[Hadiah]


100 Poin System


100 Poin Kemampuan


15+ Kharisma


----------𝔐𝔦𝔰𝔰𝔦𝔬𝔫----------


*Oke ... ini adalah misi ketiga yang aku dapatkan hari ini*... - batin Aldo.


Bahkan dia masih belum menyelesaikan misi pertamanya yaitu berolahraga karena belum sempat melakukannya.


...****************...

__ADS_1


[Ilustrasi Pak Suman]



__ADS_2