Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 106: Kembali Ke Jakarta


__ADS_3

1 Minggu telah berlalu semenjak Aldo berhasil mengalahkan kekuasaan Leyton dan mengambil seluruh aset miliknya.


Aldo memberikan mansion yang sebelumnya dimiliki oleh Leyton kepada keluarganya sekaligus seluruh aset yang bernilai 100 Milyar tersebut.


Pak Sartono dan Bu Sitti awalnya menolak untuk menerima pemberian besar itu, namun setelah dibujuk beberapa kali oleh Aldo, mereka akhirnya menerimanya dengan lapang dada.


Sekarang Aldo tidak perlu khawatir lagi ketika harus pergi meninggalkan ayah dan ibunya karena mereka telah dalam kondisi yang terbaik, mereka tidak harus bekerja keras lagi untuk mendapatkan uang.


Aldo percaya jika ayah dan ibunya itu bisa mengurus bisnis real estate tersebut jauh lebih baik daripada apa yang Leyton lakukan.


Dilihat dari sifat keduanya, pasangan suami istri itu pasti lebih memprioritaskan membangun sarana masyarakat ketimbang gedung-gedung besar yang direncanakan oleh Leyton sebelumnya.


Mereka berdua pasti lebih mementingkan kehidupan masyarakat daripada kesuksesan mereka sendiri.


Dalam 1 Minggu ini juga Aldo sudah mengadakan reuni bersama dengan teman-teman sekelasnya sewaktu sma dulu seperti yang dia janjikan dengan Casey.


Syukurlah semua orang bisa hadir kecuali Leyton yang jelas tidak akan pernah kembali lagi ke Surabaya.


Aldo maupun Novita memiliki perasaan yang sangat senang ketika mereka bisa kembali bertemu dengan sahabat-sahabatnya dulu, mereka adalah orang-orang hebat yang sekarang sudah menjadi sukses dan berhasil menggapai cita-cita mereka.


Aldo, Novita, dan teman-temannya menghabiskan hari-harinya dengan riang gembira dan penuh nostalgia ketika mereka mengingat masa lalu yang sudah jauh berlalu.


Hari itu adalah hari yang paling membahagiakan bagi semua orang khususnya Aldo, mereka menghabiskan waktu dengan penuh syukur sebelum sudah harus kembali ke Jakarta.


Waktu 7 hari tidak terasa sudah mereka lalui, dan sekarang sudah saatnya untuk mereka pulang...


"Anita, apa semua barang-barangmu sudah di kemas dengan benar? Apa tidak ada yang tertinggal?" Bu Sitti bertanya dengan khawatir.


Wanita tua itu benar-benar tidak tega berpisah dengan Anita yang ingin pergi ke Jakarta mengikuti Aldo untuk melanjutkan pendidikan mereka.


Anita tersenyum dengan lembut, "Tenang saja bu, ini bukan perpisahan untuk selamanya. Aku akan pergi untuk berjuang mewujudkan cita-citaku sebagai perwira!"


Dalam beberapa hari ini Anita sudah memutuskan untuk menjadi seorang pejuang negara, entah kenapa dia memilih hal itu dikala masih banyak pekerjaan yang lebih mudah dan menjanjikan.


Namun tekad dalam hati Anita sudah bulat, melalui pengalaman sebelumnya dengan para oknum kepolisian yang tidak bertanggung jawab terhadap masyarakat, Anita memutuskan untuk menjadi pembawa keadilan yang sebenarnya bagi seluruh rakyat.

__ADS_1


Ia bersumpah akan menggulingkan oknum oknum tidak bertanggung jawab seperti sebelumnya dan menjadikan negara tercintanya bebas dari orang-orang biadab seperti mereka.


Aldo tahu betul isi hati adiknya, jadi dia akan berusaha yang sebaiknya untuk membantu sang adik.


Aldo akan menjadikan Anita sebagai wanita yang tidak hanya cantik namun juga tangguh, Anita akan menjadi satu-satunya wanita dengan pangkat kemiliteran tertinggi di dunia, setidaknya ia harus setara dengan jendral perang di masa lalu.


"Anita ... tujuanmu itu tidak semudah yang kau pikirkan, namun ibu dan ayah akan tetap mendukung keinginan muliamu itu!" ucap Pak Sartono dengan tegas.


"Terima kasih, ayah!"


Pak Sartono, Bu Sitti, dan Anita kemudian berpelukan sebelum ucapan Aldo menyadarkan mereka.


"Ekhem, ayah, ibu, Anita, waktu kita tidak banyak lagi."


Semua orang menoleh ke arah Aldo yang menyeret sebuah koper besar dengan di dampingi oleh Novita yang juga sudah siap berkemas.


Bu Sitti menghampiri Aldo sambil tersenyum nakal lalu mencubit kedua sisi pipinya seperti sedang mencubit pipi anak kecil.


"Dasar nakal ... awas saja kau menyakiti hati menantu-menantu ibu dengan sikapmu yang keterlaluan, maka ibu tidak akan pernah memaafkanmu..."


Beberapa hari lalu Aldo memberanikan dirinya untuk mengatakan yang sebenarnya kepada orang tuanya tanpa ada yang di tutup tutupi.


Dia menceritakan tentang hubungannya dengan Ashlee, Katharine, Melody, Myra, dan Novita sebagai kekasih hatinya.


Awalnya Bu Sitti dan Pak Sartono sangat terkejut sekaligus marah, ia menduga jika anak mereka itu sudah menjadi laki-laki brengsek yang tega memadu kasih dengan beberapa wanita sekaligus.


Untungnya ada Novita yang dengan cekatan menjelaskan situasinya kepada mereka berdua sebelum kedua orang tua itu memukuli Aldo dengan sapu yang ada di dalam rumah.


Setelah mendengarkan penjelasan Novita yang lemah lembut dan sangat bisa dipercayai, mereka akhirnya kembali tenang dan mengatur kembali isi pikiran mereka.


Novita juga menjelaskan jika dirinya tidak masalah dijadikan kekasih yang entah keberapa oleh Aldo, yang penting Aldo mau bertanggung jawab dan setia terhadap para wanitanya...


Pak Sartono dan Bu Sitti mengerti situasinya, mereka kemudian mengizinkan Aldo memadu kasih beberapa wanita karena Novita yang notabenenya menantu kepercayaan mereka juga telah mengizinkan.


Seumur hidupnya, itu adalah momen paling menega bagi Aldo yang harus berhadapan dengan kemarahan kedua orang tuanya.

__ADS_1


Ia sudah mempersiapkan banyak kekuatan mental untuk mengatakan hal itu sebelum itu menjadi kebohongan yang jauh lebih besar.


Akhirnya sekarang Aldo sudah lega karena sudah mendapatkan izin dari semua pihak, dengan begini pernikahannya sudah bisa dilaksanakan.


"Ibu, ayah, kuharap kalian bisa datang di pernikahan kami nanti." ucap Aldo.


"Kami pasti akan datang nak, jangan khawatir." sahut Bu Sitti.


Mereka akhirnya berangkat menaiki bis setelah masing-masing dari mereka mengucapkan salam perpisahan yang dalam.


Beberapa jam menaiki bis, mereka berpindah ke pesawat dengan tujuan penerbangan Jakarta.


Dalam perjalanan pulang tersebut, Aldo memperhatikan jika Novita tampak sedikit cemas.


"Apa ada masalah?" tanya Aldo.


Mereka berdua duduk bersebelahan di kursi pesawat sementara Anita ada di baris depan mereka dan sedang menikmati pemandangan dari jendela pesawat.


"Ya ... ada sedikit hal yang menganggu pikiranku..."


"Apa itu tentang Alex?" tanya Aldo.


"Tidak, aku sudah bertukar kabar dengannya setiap hari, jadi tidak ada yang perlu aku khawatirkan tentangnya." jawab Novita.


Aldo sedikit mengerutkan keningnya, "Lalu apa yang membuatmu cemas?"


"... Jujur saja aku tidak tahu apakah wanitamu yang lain akan menerimaku bersamamu..." ungkap Novita.


Novita sudah mendengar tentang Ashlee, Katharine, dan Melody yang juga menjadi kekasih Aldo. Ia merasa jika ketiga wanita itu adalah wanita yang baik dan sempurna, jadi Novita sedikit cemas apakah mereka akan menerimanya atau tidak.


Bahkan sebenarnya sampai sekarang Novita masih belum percaya jika dia bisa kembali menjadi kekasih Aldo setelah bertahun-tahun mencoba move on darinya.


Entah ini takdir atau bukan, tapi mereka seakan tidak diizinkan untuk berpisah dan harus selalu bersama-sama.


"Mereka pasti menerimamu apa adanya, percayalah padaku..." ucap Aldo dengan percaya diri sambil menggenggam tangan Novita.

__ADS_1


__ADS_2