Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System

Menjadi Pria Sejati Dengan Bantuan System
Chp 49: Kemarahan Aldo


__ADS_3

*Apakah aku salah lihat*? - pikir Gerald sambil mengerjapkan matanya berkali-kali ketika melihat mata Aldo yang bersinar terang.


Namun rupanya dia tidak salah lihat karena Aldo dengan sangat jelas memperlihatkan kemampuan mata batinnya dengan niat untuk membunuh Gerald dengan satu sentuhan yang akan menyerap habis auranya.


Setiap langkah pelan yang Aldo ambil membuat jiwa tangguh Gerald seketika bergetar hebat lantaran aura di sekitarnya yang berubah dengan drastis penuh tekanan.


Kedua kaki pria itu tidak sanggup menopang tubuhnya yang bergetar hebat dan membuatnya terjatuh ke lantai dengan mata membulat melihat kematian yang jelas di depan matanya.


Gerald teringat akan sesuatu yang penting lalu mendapatkan keberanian untuk menghentikan langkah Aldo, "Berhenti disana juga atau aku akan membunuh kedua wanitamu!" ancamnya.


Aldo sontak berhenti dan mengernyitkan keningnya keheranan, melihat itu sebuah harapan muncul dalam mata Gerald.


"Itu benar, aku sudah menangkap kedua wanitamu ketika mereka berkeliaran berduaan di mal untuk berbelanja, hahaha! Kalian semua bawa wanita itu kemari!" teriak Gerald dengan suaranya yang menggema memanggil bawahannya.


Tak berselang lama masuklah beberapa bawahan elitenya sambil membawa dua orang wanita yang ternyata adalah Katherine dan Ashlee dengan tangan yang terikat sebuah tali.


"Aldo!" teriak keduanya bersamaan melihat Aldo di depan mereka namun tidak bisa mereka gapai karena sedang ditahan.


Gerald kembali bangkit lalu menatap Aldo dengan sombongnya karena merasa sudah mendapatkan kemenangan setelah memiliki dua orang sandra di tangannya.


"Jika kau ingin mereka berdua lepas maka beritahu aku rahasia bagaimana caramu menjadi sekuat ini!"


Aldo yang dari awal hanya menghadapi Gerald dengan santai sekarang sangat marah besar ketika wanitanya dijadikan sebagai sandra dengan cara yang sangat licik.


"Lepaskan mereka berdua atau akan kepastian kelompokmu berakhir malam ini juga, Gerald!" teriak Aldo marah namun hanya dibalas dengan santai oleh Gerald.


"Bahkan jika aku melepaskan mereka kau dan rekan-rakanmu pasti akan tetap menghancurkan kelompokku, jadi melepaskan mereka berdua tidak ada gunanya bagiku."


"Selain itu sudah lama aku mencari anak pak tua itu dan akhirnya sekarang aku berhasil menemukannya..." lanjutnya sambil menatap Ashlee dengan sangar.


Melihat wajah Gerald membuat api kemarahan berkobar dalam diri Ashlee karena pria di depannya sendiri merupakan pembunuh kedua orang tuanya dan merampas semua yang seharusnya milik dirinya.


"Aku bersumpah akan membunuhmu!" teriak Ashlee kencang lalu dengan cepat menendang benda Gerald yang tergantung di antara selang**kangannya.

__ADS_1


"Akh!" pekik Gerald merasakan rasa sakit yang luar biasa seolah kejantanannya hancur akibat tendangan Ashlee yang mengenakan sepatu hak tinggi.


"Dasar j4lang tak tahu diri!" bentak Gerald tanpa segan langsung menampar pipi Ashlee hingga wanita itu terjatuh ke lantai dengan keras.


"Ashlee / Kak Ashlee!" Aldo dan Katharine berteriak bersamaan ketika melihat Ashlee yang mendapatkan kekerasan fisik dari pria kekar seperti Gerald yang juga membuatnya langsung jatuh pingsan.


Pang...


Sebuah pukulan keras mendarat di belakang kepala Aldo yang berasal dari salah satu bawahan Gerald dengan sebuah tabung pemadam api di tangannya.


Dengan ketahanannya yang sekarang Aldo tidak langsung pingsan karena terpukul benda keras itu di area vitalnya, namun itu pukulan kedua dari tabung pemadam api itu sukses membuat Aldo tertunduk dengan lutut bersimpuh di lantai.


Pang...


Tak berhenti sampai disana beberapa bawahan Gerald juga datang sambil membawa tongkat baseball dan langsung memukuli tubuh Aldo yang bersimpuh di lantai dengan sekuat tenaga mereka.


Puluhan pukulan keras itu menghujam tubuh Aldo tanpa henti namun masih belum bisa membuatnya terjatuh ataupun pingsan hingga pukulan itu kini bercampur dengan tendangan keras.


Seolah tidak menghiraukan pukulan dan tendangan yang mengarah langsung ke tubuhnya, tatapan tajam Aldo masih senantiasa melihat Gerald dengan penuh dendam.


"Tidak bisa dia sangat kuat!"


"Biar aku saja!"


Bawahan Gerald berdebat untuk menghajar Aldo hingga orang yang pertama kali memukul Aldo menggunakan tabung pemadam api menawarkan dirinya ingin memukul Aldo dengan cara yang sama.


Dari arah belakang, orang itu mengangkat tabung berat berwarna merah itu tinggi-tinggi dengan niat untuk mengakhiri hidup Aldo dengan satu pukulan keras di belakang kepalanya.


Namun beberapa detik sebelum ia sempat menjatuhkan benda keras itu, Aldo berbalik dengan lincah sampai-sampai tidak ada yang melihat pergerakan cepatnya.


"Kau membuat kesalahan besar..." gumam Aldo dingin lalu mencongkel kedua bola mata orang itu dengan sangat cepat.


"AAAARRGH!!"

__ADS_1


orang itu menjerit histeris lantaran rasa sakit yang sangat perih di antara kedua matanya yang telah tercongkel dalam hitungan detik saja.


"Mataku ... MATAKKU!! ... Gluurrp!"


Karena kesal dengan teriakan nyaring orang itu, Aldo memasukkan kedua bola mata yang ia congkel langsung untuk membungkam mulut berisiknya sementara tangannya dengan lincah mengambil tabung pemadam api yang masih dipegangnya.


Pang...


Pukulan keras dari tabung berat berwarna merah itu langsung menghantam wajah orang menyedihkan itu bersamaan dengan menghancurkan lantai marmer sakit kuatnya pukulan Aldo.


Semua orang yang awalnya memukuli Aldo dengan tongkat baseball kini terdiam hening sebelum mereka sadar jika lawannya bukanlah manusia biasa melainkan monster.


Dengan tubuh dan jiwa yang gemetaran, sekumpulan orang-orang tangguh itu mulai berlarian ke sembarang sempat demi menyelamatkan diri mereka sendiri.


"Tidak ada yang bisa lolos dari kematian..." gumam Aldo dingin lalu kembali mengubah matanya menjadi warna emas menyala.


Dengan statistik kekuatan dan kelincahan yang telah melampaui 200 Poin, Aldo berlari dengan cepat menghampiri satu persatu musuhnya yang berhamburan dan menyentuh tubuh mereka dengan satu sentuhan kecil yang langsung menyerap seluruh aura kehidupan milik mereka.


Dari kekuatan magisnya yang sudah meningkat sangat drastis, Aldo bisa menyerap suatu aura hanya dengan satu sentuhan saja. Nantinya aura yang ia sentuh akan menciptakan suatu benang panjang yang terhubung dengan dirinya dan senantiasa terserap oleh diri Aldo.


Dari satu orang ke satu orang lainnya Aldo menyentuh mereka sekaligus menyerap aura kehidupan mereka, membuat orang yang diserap auranya akan bertambah tua dengan tubuh yang kering keriput dan berakhir mati dengan menyedihkan.


"I- ini mustahil." Gerald yang melihat para bawahannya mati dengan misterius dibuat menganga tak percaya.


Sekarang dia benar-benar yakin jika Aldo itu bukanlah orang biasa, namun itu sudah terlambat karena ia sudah menyinggung perasaan Aldo dengan menyakiti wanitanya.


"Tidak, aku tidak ingin mati, aku harus pergi secepatnya dari sini...."


Gerald mengalihkan pandangannya dan melihat Katharine yang masih diam membeku melihat pemandangan mengerikan di depan matanya. Ia tidak pernah menyangka jika lelaki yang dicintainya bisa menjadi sangat mengerikan layaknya iblis.


Gerald tersenyum lalu menarik lengan Katharine dengan kasar, "Ikut aku atau kau akan kubunuh!" ancamnya.


"Tidak, Aldo!!" pekik Katharine ketika dirinya diseret paksa oleh Gerald meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


Aldo yang baru saja selesai menyerap habis aura para bawahan Gerald sontak mengalihkan pandangannya ke arah Katharine yang sedang diseret oleh Gerald, membuat kemarahan Aldo semakin menggebu-gebu.


"Geraaald!!!" Aldo berteriak murka membuat seluruh aura yang berada di sekitarnya bergetar hebat.


__ADS_2