
Setahun kemudian
Pak Tomo masuk ke dalam kamar dimana Rangga dikurung, "Rangga salah satu kelompotan mereka kembali berhasil ditangkap malam ini"
"benarkah pak? cepat sekali padahal aku baru saja memindai gerak mereka" tanya Rangga heran
"aku dengar ada seorang petinggi di kepolisian Jawa tengah ikut membantu, dia yang memberi tau detail kegiatan mereka" pak Tomo duduk di samping Rangga
"tapi ini kedua kalinya dalam setengah tahun ini, bahkan kita butuh waktu tiga setengah tahun untuk memindai titik titik kegiatan mereka, orang itu pasti luar biasa"
Pak Tomo tersenyum, "semakin banyak orang orang mereka tertangkap semakin lemah mereka dan semakin cepat pula bos di belakang Devano terlihat, jadi kapan kau akan menjalankan rencana intimu?"
"secepatnya pak, paling lama enam bulan lagi kita sudah bisa keluar dari sini" jawab Rangga yakin
"baiklah, mereka sudah percaya padamu, kini mereka sangat mengandalkan mu" pak Tomo menepuk bahu Rangga
"aku sudah sangat rindu pada keluargaku, putriku sudah mulai masuk sekolah, aku ingin bisa menemaninya tumbuh" kata Rangga dengan senyum miris
*****
"iya Nico, aku sudah baca beritanya, aku berterimakasih padamu dan Rico, semakin banyak dari mereka yang tertangkap semakin mudah kita membebaskan Rangga"
"iya aku tau, aku akan bersabar karena aku ingin Rangga kembali padaku dengan selamat"
"oke, sampai jumpa" Keyra menutup telponnya dan kembali sibuk melihat laptopnya
__ADS_1
Keyra tersenyum ketika ada notifikasi pesan dari Putra [bekerja sama dengan Cahaya terang, akan sangat menguntungkan]
Keyra mengerutkan alisnya berpikir maksud dari pesan Putra ini, keuntungan apa yang akan dia dapat jika bekerjasama dengan Cahaya terang, lagipula rasanya hatinya sungguh berat untuk berhubungan dengan Wulan
[hatiku agak berat bekerjasama dengan Cahaya terang], balas Keyra
[gunakan Crown bank untuk menghancurkan mereka, aku akan membantu], balasan dari Putra membuat Keyra semakin heran
'apakah Putra ini punya dendam terhadap Cahaya terang? lalu kenapa harus menggunakan ku? atau jangan jangan kebaikannya selama ini tujuan akhirnya adalah memperalatku untuk menghancurkan Cahaya terang?' berbagai pertanyaan muncul di pikiran Keyra
[kenapa harus menghancurkan Cahaya terang?] Keyra mengirim pertanyaannya dan berharap mendapat jawaban karena biasanya Putra hanya akan memberinya saran tanpa pernah menjawab pertanyaan dari Keyra
Hampir satu jam Keyra menunggu dan benar saja tidak ada jawaban dari Putra
Keesokan harinya Keyra meminta Nico dan Nathan datang ke kantornya
Nico menggelengkan kepalanya, "dia licin sekali Key, sudah tiga setengah tahun tetap saja dia tidak meninggalkan celah sedikitpun"
"begini tadi malam Putra menghubungi ku dan memintaku menggunakan Crown bank untuk bekerjasama dengan Cahaya terang dengan maksud untuk menghancurkan Cahaya terang, bagaimana menurut kalian?" Keyra memperhatikan reaksi terkejut kedua temannya itu
"aneh sekali Key, kenapa harus menghancurkan Cahaya terang? apa dia mau memperalat RK grup?" ujar Nathan dengan nada tidak senang
"tunggu dulu Nat, apapun maksud dia aku rasa ini juga akan menguntungkan kita" sergah Nico
"menguntungkan dari sisi mana? RK grup punya banyak proyek yang menghasilkan banyak keuntungan tanpa harus menghancurkan perusahaan orang lain" jawab Nathan
__ADS_1
"mungkin dengan hancurnya Cahaya terang, kekuatan kelompok Devano juga akan makin lemah dan membuka peluang kita untuk membebaskan Rangga" gumam Keyra
Nico menjentikkan kedua jarinya ke arah Keyra, "nah itu maksudku Key, lagipula jika kecurigaan Keyra selama ini benar Putra adalah Rangga, berarti saat ini Rangga sedang meminta bantuan pada kita untuk menghancurkan Cahaya terang"
"kalau itu analisa kalian, aku setuju kita akan atur rencana agar Crown bank menawarkan pinjaman kepada Cahaya terang" Nathan akhirnya sependapat dengan Nico dan Keyra
"baiklah jadi kita sepakat menerima usul Putra, Nathan segera hubungi direktur Crown bank untuk menemui ku siang ini, kita akan bahas detailnya hari ini juga. Jika Putra adalah Rangga, aku tidak ingin dia menunggu kita terlalu lama" pinta Keyra pada Nathan
"siap Key segera aku hubungi, kalau begitu aku kembali ke ruangan ku sekarang ya"
"iya, tapi aku juga ingin kau ikut menemaniku nanti saat membahas detailnya dengan direktur Crown bank"
Sekali lagi Nathan mengangguk mendengar permintaan Keyra, kemudian dia berdiri dan berpamitan pada Nico
"Key, belum ada yang tau kan tentang Rangga?" tanya Nico setengah berbisik
Keyra menggelengkan kepalanya, "tidak ada yang tau, semakin sedikit yang tau maka Rangga semakin aman"
"betul itu, bahkan ketika aku memberi informasi lokasi komplotan narkoba yang ditangkap Rico, aku tidak memberitahu nya jika ini berhubungan dengan Rangga"
"aku berterimakasih kau membantuku Nico" ucap Keyra tulus
Nico terkekeh, "kalian temanku, sudah sewajarnya aku membantu kalian"
"aku pamit ya, aku ada kencan dengan seorang gadis" Nico bangkit dari duduknya dengan cengengesan
__ADS_1
Keyra tertawa mendengar perkataan Nico, "oke, semoga gadismu kali ini berakhir ke pernikahan, eh iya jangan lupa terus pantau Wulan dan Putra"
"pasti nyonya bos" Nico melambaikan tangan nya ke arah Keyra dan pergi meninggalkan kantor Keyra