MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
Pulang ke rumahmu


__ADS_3

Keyra terbangun jam satu siang dia berdiri di pintu kamar memperhatikan Rangga yang sedang bekerja


Rangga terlihat lebih dewasa dan lebih tampan, bekerja dengan lengan kemeja yang digulung sebatas siku membuat Rangga sangat maskulin


Merasa ada yang memperhatikannya Rangga menoleh dan tersenyum melihat keyra bersender di pintu hanya diam memandangnya


"Kemarilah sayang" Rangga mendudukan tubuh keyra di pangkuannya "kenapa hanya memandangiku disana" bisik Rangga


"Kamu terlihat sangat sibuk" keyra memainkan kancing kemeja Rangga


Rangga terkekeh mendengar perut keyra berbunyi tanda lapar, "makanlah Kiki sudah membawakan nasi gudeg"


Keyra tersipu malu, "kamu sudah makan?" tanya keyra pada Rangga


"Belum aku menunggumu biar ada yang menyuapi" jawab Rangga tertawa ringan


"Baiklah mari kita makan" keyra beranjak dari pangkuan Rangga dan duduk di sofa mengambil nasi gudeg yang ada di meja


Rangga menghampirinya duduk di sebelah keyra, keyra mulai menyuapi Rangga dan dirinya sendiri bergantian


Setelah habis satu kotak nasi gudeg, keyra membuka kotak satunya lagi


"Kamu masih mau? Aku sudah agak kenyang" tanya keyra pada Rangga


"Kita makan lauknya saja sayang, aku juga udah kenyang" jawab Rangga


Mendengar pintu diketuk, Rangga meninggikan suaranya "masuk"


Terlihat Kiki masuk dengan membawa beberapa dokumen "saya membawakan dokumen yang harus diperiksa pak" Kiki meletakkan dokumen di meja kerja Rangga


"Kiki besok lagi jika keyra datang kesini kau siapkan makan siangnya nasi seporsi saja lauknya yang dua porsi ya mubazir nasinya nggak habis" perintah Rangga


"Baik pak, akan saya ingat" kiki kemudian keluar dari ruangan Rangga


"Kiki itu selalu mengurusmu dengan baik ya" gumam keyra sambil menyuapi Rangga


"Kau terdengar cemburu lagi sayang" ujar Rangga menggoda


"Aku tidak cemburu, cuma kesel aja sekretarismu itu sangat cantik" gerutu keyra sambil cemberut


Rangga terkekeh melihatnya "Kiki memang sangat cantik tapi aku hanya cinta kamu lagipula Kiki sudah menikah sebulan yang lalu, jadi kau tidak perlu cemburu" jelas Rangga


Keyra tersenyum lega mendengarnya, dia memberi Rangga minum dan membereskan kotak kotak nasi tadi dalam satu kantung plastik dan membuangnya di tempat sampah

__ADS_1


Rangga kembali menyelesaikan pekerjaannya sedangkan keyra duduk di sofa memainkan ponselnya


"Sayang satu jam lagi aku selesai, apa kau tidak ingin mandi dulu sebelum menemui prof Rendra? " tanya Rangga


"Iya pengen mandi tapi pakaianku ada di koper" jawab keyra sambil meletakkan ponselnya di atas meja


"Di lemariku ada beberapa bajumu, mandilah" perkataan Rangga membuat keyra heran


Keyra membuka lemari pakaian Rangga yang berada di dalam kamar dan ternyata betul disana ada sekitar empat atau lima bajunya dulu ketika masih kuliah


"Kenapa bajuku bisa ada disini Rangga?" tanya keyra heran


"Waktu kamu pergi, kamu meninggalkan kunci kamar kostmu pada Laras bukan? Aku mengambil beberapa bajumu dan ini" Rangga menunjukkan foto keyra yang berada di meja kerjanya


"Tapi kenapa baju? Untuk apa?" tanya keyra tidak habis pikir, dia cukup mengerti kenapa Rangga mengambil fotonya tapi bajunya sungguh dia tidak mengerti maksudnya


"Aku mengambil beberapa dan menyimpannya jadi aku punya motivasi yang kuat untuk bekerja karena kamulah alasanku menjadi seperti sekarang" jawab Rangga tersenyum


"Ah kamu ada ada saja" gumam keyra kemudian pergi mandi


Setelah keyra selesai mandi Rangga bergantian mandi dan mengganti baju kerjanya dengan jeans dan kaos berkrah


"Kita pergi ke rumah paman Rendra sekarang? " tanya keyra


"Kita mampir dulu beli oleh oleh sayang, bagaimanapun rasa terima kasih kita pada beliau tidak akan pernah cukup" jawab Rangga


Rangga dan keyra berjalan beriringan dengan bergandeng tangan, Rangga berhenti sebentar di depan meja Kiki


"Kiki aku pulang dulu, jika Nathan mencariku suruh dia tinggalkan berkas yang aku minta kepadamu saja" pesan Rangga


"Baik pak, sampai jumpa lagi nona keyra" sapa Kiki dengan sopan dan ramah


Keyra pun mengangguk dan tersenyum ramah, kemudian mengikuti langkah Rangga mrmasuki lift


Rangga membelikan kain sutra batik tulis yang sangat indah untuk prof Rendra dan istrinya


Kemudian mereka mengunjungi prof Rendra selama sekitar satu jam dan seperti biasa prof Rendra dan istrinya menyambut mereka dengan hangat dan ramah


"Kita sekarang cari hotel untuk ku dulu ya Rangga" pinta keyra ketika mereka baru saja pulang dari rumah prof Rendra


"Kita akan pulang ke rumahmu sayang" jawab Rangga dengan senyum penuh arti


"Rumahku? Kamu tidak bermaksud membawaku pulang ke rumah orang tuaku kan?" tanya keyra panik

__ADS_1


"Tidak mungkinlah kita pulang ke kota kita, besok aku masih harus bekerja" jawab Rangga masih dengan nada misterius


"Rangga jangan bercanda, kita mau kemana? " keyra mulai merasa kesal karena Rangga tidak mengatakan yang sebenarnya


"Tenanglah, nanti kamu juga akan tau" jawab Rangga sambil menggenggam tangan keyra


Sekitar lima belas menit mobil Rangga berbelok di sebuah halaman yang sangat luas dengan rumah joglo kuno di tengah nya


"Ini rumahmu Rangga?" tanya keyra


"Rumah ini atas namamu sayang jadi rumah ini rumahmu, ayo kita turun"


Rangga membukakan pintu mobil untuk keyra


"Pak min kenalkan ini keyra pemilik rumah ini" Rangga memperkenalkan keyra pada seorang laki laki setengah baya yang langsung menghampiri begitu melihat Rangga keluar dari mobil


"Selamat malam mbak keyra" sapa pak min dengan logat jawa yang kental


"Selamat malam pak min" jawab keyra ramah


"Pak min tolong ambil koper keyra di bagasi dibawa ke dalam" perintah Rangga


Sampai di dalam mereka disambut wanita yang umurnya tiga atau empat tahun lebih muda dari pak min


"Nah kalau yang ini bi jum, ini keyra bi"


Keyra menyalami bi jum dengan ramah


"Tolong siapkan makan malam ya bi jum" pinta Rangga


"Iya mas Rangga, itu kamar yang di sebelah kamar mas Rangga sudah saya rapikan" Rangga mengangguk dan membawa keyra ke kamar yang ditunjuk bi jum


"Kamu suka nggak sayang?" tanya Rangga setelah membuka pintu kamar itu


Kamar itu diisi dengan perabotan klasik mulai dari dipan, lemari dan meja rias semua serba kuno dengan ukiran khas jawa yang indah


"Bagus banget Rangga, aku suka" jawab keyra dengan senang


"Mas Rangga ini kopernya mbak keyra" pak min masuk dengan membawa koper keyra


"Terima kasih pak min, biar nanti bi jum membantu merapikan pakaian keyra" kata Rangga


"Eh tidak perlu, aku bisa sendiri Rangga" sela keyra, pak min hanya mengangguk lalu meninggalkan kamar keyra

__ADS_1


"Kamarku ada tepat di sebelah, kalau kamu rindu masuk saja tidak usah sungkan" bisik Rangga


Tapi kemudian Rangga mengaduh karena kakinya diinjak keyra dengan sengaja sambil mencibir


__ADS_2