MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
Keyra nggak bakal pilih lu


__ADS_3

"jangan pulang dulu dong pacar, aku masih kangen nih" rayu Rangga sambil memperlambat langkahnya menyesuaikan dengan langkah Keyra


"kita mau ngapain?" tanya Keyra cuek sambil terus berjalan di bibirnya masih tersungging senyum kemenangan karena berhasil ngerjain Rangga


"kamu pengennya kita ngapain pacar?" tanya Rangga dengan ambigu ada senyum usil di wajah nya


"pulang" jawab Keyra kesal melihat senyum di wajah Rangga, baru saja dia merasa menang dari Rangga sekarang dia sudah menjadi sasaran keusilan Rangga lagi


"eh marah lagi, heran deh kamu punya hobi marah marah ya pacar?" Rangga menarik lengan Keyra agar Keyra berhenti berjalan, Keyra tambah cemberut liat Rangga yang cengengesan


"iya hobiku marah marah makanya jauh jauh dariku" Rangga tertawa liat Keyra yang makin cemberut


"akunya jangan disuruh jauh jauh dari kamu dong pacar, aku suka kamu marah marah kok, tambah manis" Rangga mengerlingkan matanya ke arah Keyra, Keyra yang makin gemas memukulkan tangannya ke bahu Rangga tapi dengan cepat ditangkap Rangga dan digenggamnya


"kita ngobrol ngobrol aja di ruang KEPALA yuk" gandeng Rangga


Sekolah sudah mulai sepi masih ada beberapa pengurus OSIS yang berkumpul di depan ruang OSIS dan beberapa anak kelas 12 yang duduk duduk di depan kelas sepertinya mereka sedang mengerjakan latihan soal.

__ADS_1


Rangga dan Keyra melewati kelas 12 tiba tiba Danu datang dari arah yang berlawanan menghampiri mereka


"Nggak nyangka ya lu nolongin dia biar bisa lu nikmatin sendiri" Danu menatap tajam ke arah Rangga dan melirik sinis ke arah Keyra, tau Keyra ketakutan Rangga mengencangkan genggaman tangannya ke tangan Keyra


"pikiran lu yang kotor, udah deh jangan sampai muka lu jadi bonyok lagi seperti waktu itu" Rangga menjawab sekenanya sambil terus berjalan menggandeng Keyra


"gue nggak nyangka key, lu nolak gue tapi nerima cowok kayak dia jadi pacar lu" teriak Danu dengan nada provokasi ke arah Rangga, Rangga menghentikan langkahnya dan berbalik menghadapi Danu, Keyra segera menarik tangan Rangga khawatir mereka akan berkelahi lagi, Rangga yang merasakan tangannya ditarik Keyra cuma menoleh sebentar ke arah Keyra kemudian berjalan mendekati Danu


"Keyra nggak bakal pilih cowok yang sok jagoan dan sok berkuasa seperti lu padahal lu masih berlindung nyaman di ketiak bokap lu!" Rangga menekankan setiap kata katanya pelan tepat di depan muka Danu, Danu mengepalkan tangannya tapi dia hanya diam memahan amarahnya dia tidak ingin memukul Rangga duluan dari tadi dia sengaja memancing Rangga marah agar Rangga lepas kendali memukul Danu lebih dulu sehingga dia bisa membalas memukul Rangga, pikir Danu jika itu terjadi maka yang akan disalahkan oleh BP adalah Rangga karena posisi Danu hanya membela diri, Danu ingin bermasalah dengan Rangga tetapi dia nggak mau diskorsing lagi mengingat dia kini sudah kelas 12 dia tidak mau membuat masalah menjelang kelulusannya.


Melihat Danu diam tidak bereaksi Rangga membalikkan badannya dan berjalan pergi bersama Keyra, Sial!!! maki Danu dalam hati. Dari depan ruang OSIS, Ardi melihat semua kejadian itu, dia tersenyum miris


" kok kamu bisa bilang gitu Ric, aku justru liatnya Rangga itu keliatan sayang banget dengan Keyra, dia melindungi Keyra banget" Ardi berkata lirih matanya tidak lepas memperhatikan Rangga dan Keyra yang berjalan menuju ruang KEPALA


"perbedaan mereka terlalu banyak kak, mulai dari sifat, kebiasaan dan latar belakang keluarga semuanya bertolak belakang, sebesar apapun rasa sayang mereka aku rasa perbedaan itu kelamaan akan mengikis rasa sayang itu" jelas Rico menganalisis sifat Rangga dan Keyra, Ardi tersenyum mendengarnya berharap apa yang dikatakan Rico menjadi kenyataan. Tetapi sesaat kemudian pandangan Ardi terlihat suram


"mereka masuk ke ruang KEPALA, bukannya ruang itu sekarang sepi berarti cuma mereka berdua saja yang disana?" gumam Ardi gusar melihat ke arah ruang KEPALA yang letaknya tidak terlalu jauh dari ruang OSIS

__ADS_1


"tunggu sekitar 10 menit kak, ntar kita kesana pura pura pinjam spidol, kita liat mereka lagi ngapain, walaupun aku tau Keyra anak baik nggak mungkin nglakuin yang aneh aneh tapi kita nggak tau Rangga kan kak" usul Rico yang langsung disetujui Ardi.


Keyra duduk di sofa sedangkan Rangga duduk di lantai menyenderkan tubuhnya ke tembok dan menselonjorkan kedua kakinya


"Rangga kok duduk di bawah?" tanya Keyra heran melihat Rangga yang tidak duduk di sofa juga padahal sofa ini cukup panjang bahkan muat jika diduduki tiga orang, Rangga yang ditanya hanya menggeleng


"kita cuma berdua disini key, walaupun pintu terbuka kalau kita deket deket ntar jadi fitnah lagipula takut siapa tau ada setan lewat bikin aku jadi nggak tahan pengen ngapain ngapain kamu" jelas Rangga sambil cengengesan, Keyra hanya tersipu, hatinya berasa hangat mendengar ucapan Rangga, dia salut sejauh itu Rangga memikirkan menghindari fitnah untuk mereka berdua dan lebih salut lagi Rangga sama sekali tidak ngambil kesempatan saat sepi seperti ini mereka cuma berdua, Keyra bersyukur mungkin kalau pacarnya adalah cowok lain tidak akan menjaganya seperti Rangga menjaga Keyra.


"eh iya tumben sepi banget, anak anak yang lain nggak kesini?" tanya Keyra sambil mengamati seluruh ruangan itu dengan seksama, sebelumnya Keyra sudah pernah masuk kesini tapi waktu itu ruangan ini ramai banget, keyra tidak sempat memperhatikan ruangan ini dengan detail.


" iya kita sepakat selama ulangan semester fokus ke pelajaran dulu jadi semua kesibukan disini ditunda dulu setelah selesai ulangan" jelas Rangga sambil berdiri melangkah ke arah meja mengambil selembar kertas lalu diberikannya pada Keyra, kemudian Rangga kembali duduk di lantai. Keyra membaca kertas itu dengan teliti kemudian melihat ke arah Rangga


"jadi siang setelah terima rapot kamu akan pergi naik gunung terus pulangnya jeda dua hari anak KEPALA ngadain acara susur pantai, bukannya akhir akhir ini kamu sibuk menyiapkan lomba foto lingkungan, kapan itu?" Keyra mengamati dan membaca kembali kertas itu dari awal


" lomba foto lingkungan ntar akhir bulan depan, setiap selesai terima rapot kita punya kebiasaan naik gunung key, susur pantai itu program reguler KEPALA mengenalkan ke adek kelas untuk mencintai pantai, kalau sekarang aku lagi menikmati mencintaimu pacar" Rangga menjelaskan dengan serius tapi pada akhirnya sifat usilnya keluar lagi dia nggak tahan lama lama nggak menggoda Keyra


"ih didengerin beneran kok, ujungnya gombal gitu, nyebelin" Keyra cemberut sambil mengembalikan kertas itu ke atas meja semula tadi Rangga mengambilnya

__ADS_1


"yeee aku juga beneran pacar, selain aku mencintai alam aku juga mencintaimu, suer deh" Rangga mengerling sambil mengangkat kedua jarinya keatas, Rangga tertawa ngakak melihat keyra tambah cemberut tapi muka Keyra memerah malu.


__ADS_2