
Satu bulan kemudian Keyra melahirkan secara normal seorang bayi perempuan yang cantik
Mommy Gendis dan daddy Andrew yang menemani Keyra melahirkan, segera memberi kabar kepada teman teman Keyra, keluarga Keyra dan juga keluarga Rangga
Keyra baru saja terbangun setelah melewati proses persalinannya semalam, dia melihat ruang rawatnya kosong, mommy dan daddynya tidak ada, box bayi yang ada di sebelahnya juga kosong
'ah mungkin mommy dan daddy sedang membawa bayinya' pikir Keyra dalam hati
Tetiba Keyra melihat sosok tinggi yang sangat dirindukannya datang dari arah pintu tersenyum hangat
"kau bangun siang sekali sayang, istriku sekarang mulai jadi pemalas" dia tersenyum lembut dan menghampiri ranjang Keyra
"suami, kaukah itu?" tanya Keyra, tubuhnya terasa kaku, matanya sudah penuh dengan air mata
"ayo bangun sayang, mari lihat putri kita" dia mengulurkan tangannya ke arah Keyra
Keyra menggeleng kuat, "tidak, jika aku bergerak kau pasti akan hilang lagi, selalu seperti itu"
"kau tidak percaya padaku sayang?"
__ADS_1
Keyra melihat mata suaminya yang sedih karena dirinya tidak mau mendekat, Keyra menghela nafas berat tidak ingin mengecewakan suaminya dia bangun dari tidurnya dan duduk di atas ranjang
Keyra menatap senyum hangat suaminya dan dia mengulurkan tangannya untuk meraih tangan suaminya
"tidak!! kau pergi lagi, kau jahat Rangga" teriak Keyra sambil menangis begitu tubuh Rangga menghilang dari hadapannya
"honney, kenapa kau berteriak dan menangis?" tanya daddy Andrew yang baru saja keluar dari kamar mandi
Andrew mendekati Keyra yang menangis tersedu sedu dengan membenamkan wajahnya di dalam kedua lututnya yang tertekuk
"hei, kenapa? ceritakan pada daddy apa yang membuatmu sedih?" bujuk daddy Andrew mengusap lembut rambut putrinya itu
"aku juga tidak tahu, aku keluar dari kamar mandi ketika mendengar Key berteriak dan menangis, kalau tidak salah dengar sepertinya Keyra menyebut nama Rangga" daddy Andrew meminta bayi Keyra dari gendongan mommy Gendis dan meletakkannya di dalam box
"apa kau bermimpi buruk Keyra sayang?" mommy Gendis memeluk hangat putrinya itu
"Rangga tadi datang mommy, dan menghilang ketika key mau menyentuhnya, dia jahat dia selalu begitu" isak Keyra
Gendis dan Andrew saling berpandangan sedih mendengar penuturan Keyra
__ADS_1
"sayang, mommy tau kau pasti merindukan Rangga apalagi sekarang kau baru saja melahirkan putrinya, yang sabar ya....cobalah untuk merelakannya" bujuk Gendis mencoba menenangkan Keyra
"tidak mommy, aku tau Rangga belum meninggal, hanya saja aku benci kenapa dia tidak pulang menemuiku, tidakkah dia ingin melihat putrinya?" Keyra menghapus air matanya dan menatap mommy nya
"atau Rangga bosan denganku? Rangga lelah karena harus terus berjuang untuk hubungan kita jadi dia memilih untuk tidak pulang atau dia menemukan wanita lain yang tidak merepotkan seperti diriku?" keyra bergumam dan kembali meneteskan air matanya
"tidak key, jangan berpikir seperti itu, kita semua tau betapa Rangga sangat mencintaimu, hidupnya hanya untukmu Keyra sayang" kali ini Andrew yang berusaha membujuk putrinya itu, dia menggenggam tangan Keyra seolah ingin memberi kekuatan pada sang putri
"daddymu benar, kau harus kuat demi bayimu bukankah kau selalu mengatakan pada kami jika kau ingin Rangga bangga melihatmu tetap bisa hidup dengan baik" Gendis merapikan rambut Keyra
"aku ingin tidur sebentar lagi mom, dad" ujar Keyra lirih masih setengah terisak, kemudian merebahkan tubuhnya ke ranjang menghadap tembok membelakangi mommy dan daddy nya
Gendis dan Andrew hanya bisa melihat sedih ke arah putri tersayangnya itu tetapi tidak satupun dari mereka berani mengusik Keyra
Andrew memberi isyarat pada Gendis untuk mengikutinya keluar ruangan
"kau hubungi teman teman Keyra agar kesininya jangan hari ini agar Keyra bisa menenangkan diri dulu, sedang aku akan menghubungi dokter yang merawatnya untuk mengkonsultasikan kondisi putri kita" kata Andrew pada Gendis setelah mereka berada di luar ruangan rawat Keyra
Gendis mengangguk setuju dan segera menghubungi Laras dan Norma
__ADS_1