
Ponsel keyra yang diketakkan dekat dengan cangkir teh di depannya berdering di layar terdapat nama Devano, keyra menatap Rangga dan Rangga dengan cepat paham apa yang harus dilakukannya, dia mengecup kening keyra kemudian duduk menjauh dari keyra
Keyra menarik nafasnya sebentar kemudian menerima panggilan video dari Devano
"Sebentar lagi aku nyampe kostmu key, siap siap ya tunggu aku di depan, kita pergi makan" perintah Devano seperti biasa, keyra selalu merasa cara bicara Devano kepadanya lebih mirip pada pegawainya daripada bicara dengan tunangannya
"Eh mas aku nggak ada di kost, aku lagi pergi ikut pulang kampung temenku"
"Kamu pergi kok nggak pamitan denganku dulu sih, main pergi aja!" suara Devano terdengar marah
"Maaf mas aku lupa, lain kali kalau aku mau pergi aku pamit ke kamu dulu"
"Ya memang seharusnya begitu, ingat statusmu sekarang tunanganku" Devano kemudian menutup telponnya
Wajah Rangga terlihat suram, keyra menggeser duduknya agar kembali dekat dengan Rangga
"Jangan cemberut gitu dong, nggak cakep" goda keyra yang bisa melihat kegusaran di wajah Rangga
"Kalau aku nggak cakep kenapa kamu mau jadi pacarku?" jawab Rangga masih ketus
"Hmm waktu itu aku khilaf" keyra menjawab sambil terkekeh
"Khilaf tapi mau pacaran sama aku sampai empat tahun?" tanya Rangga gemas sambil menggigit lembut telinga keyra
"Berarti khilaf nya enak, deket orang ganteng yang sabar dan pengertian"
"Katanya tadi aku nggak cakep? "
__ADS_1
"Iya kalau cemberut tapi tetep ganteng kok" jawab keyra manja sambil menyenderkan kepalanya di dada Rangga
"Sayang, kamu panggil dia mas?" tanya Rangga tidak suka
"Iya kan dia jauh lebih tua, kamu pengen aku panggil kamu mas?" tanya keyra mendongakkan kepalanya menatap manik mata Rangga
"Tidak, kalau kamu panggil aku mas pasti temen temen kita SMA langsung heboh" Rangga tertawa, keyra ikut tertawa mendengarnya
"Rangga jangan cemburu, aku sama sekali nggak ada perasaan pada Devano" ujar keyra sambil menggenggam tangan Rangga
"Iya aku tau, cuma tadi aku belum terbiasa saja jadi selingkuhan" Rangga cengengesan sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
Selama beberapa bulan ini keyra menjalani hubungannya dengan Rangga dengan lebih sembunyi sembunyi, setiap Rangga datang mereka tidak lagi jalan di sekitar kota jogja, mereka lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan pergi ke luar kota jogja untuk menghindari Devano tentu saja
Hubungan keyra dan Devano juga masih hambar, keyra tetap bersikap dingin terhadap Devano.
Sahabat sahabat keyra pernah dikenalkan keyra pada Devano tapi karena Devano tampak enggan berbicara dengan mereka jadilah para sahabat keyra tidak pernah mengenal Devano dengan baik
"Cie yang baru pulang kencan dengan Rangga, auranya beda banget nih lebih bercahaya" goda Wulan yang baru saja datang dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur keyra
Keyra yang sedang duduk di dekat meja belajarnya cuma senyum senyum saja, sedangkan norma dan Laras yang sedang makan mie instan sambil duduk di lantai kamar keyra tertawa ikut menggoda keyra
"Key sebenernya gue lagi ngumpulin bukti perselingkuhan si Devano" ujar Norma saat sudah selesai menghabiskan mie nya
"Benarkah dia juga selingkuh?" tanya keyra kaget tapi tidak terpancar wajah marah atau sedih di wajahnya
"Nah ini pasangan jaman now, masing masing selingkuh tapi tetap terikat dalam pertunangan" Laras geleng geleng kepala
__ADS_1
"Serius nih, lu liat Devano selingkuh dimana?" tanya Wulan pada Norma penasaran
"Santuy Lan, gue yang tunangannya aja nggak panik kok" sela keyra geli melihat Wulan sangat antusias
"Gue liat di club, parah si Devano itu tiap malam gonta ganti cewek, ati ati key kalau lu jadi nikah dengan dia ntar bisa bisa lu ketularan aids" Norma menjelaskan bagaimana dia melihat Devano
Norma memang beberapa bulan ini lagi seneng pergi dugem ke club bersama temen temen kost nya, walaupun sudah diingatkan oleh Laras, keyra dan Wulan tapi tetap saja dia rajin pergi ke club dengan alasan untuk refreshing dan dia selalu berjanji untuk tidak minum minuman keras atau **** bebas, dia pergi ke club hanya sekedar suka ngedance
"Ih amit amit key jangan sampai lu nikah sama cowok seperti itu" Laras mengetukkan jarinya tiga kali ke meja
"Bantuin gue dong Norma, lu foto atau video in kelakuan Devano, nanti kalau kondisi ayahku sudah benar benar sehat dan stabil gue bisa gunakan bukti itu untuk membatalkan pertunangan gue" pinta keyra
"Pasti key tenang aja, gue kumpulin bukti sebanyak banyaknya, cowok macem dia nggak pantes buat lu, masih mending Rangga" Norma meyakinkan keyra
"Key, lu dua bulan lagi wisuda, gimana persiapan lu?" tanya Wulan
"Ya gitu deh, lu bantuin gue ya Lan" keyra balik bertanya ke Wulan dan disambut dengan anggukan
"Kalau lu wisuda Rangga datang nggak key?" tanya Laras
"Nah itu dia ngotot mau datang walau liat dari jauh katanya tapi sebenernya gue nggak tega" jawab keyra sendu
"lu beruntung punya Rangga, bagi dia lu itu adalah prioritas hidupnya" kata Laras
"Gue kadang merasa gue terlalu jadi beban buat Rangga, gue takut semakin menyulitkan hidupnya" suara keyra makin pelan
"Udah jangan sedih key, kita berdoa biar nanti ke depan nya ada jalan buat lu dan Rangga bersama selamanya" Wulan memeluk keyra memberi semangat disusul Norma dan Laras
__ADS_1