
Keesokan harinya adalah hari sabtu, Valea sudah siap di depan rumah dengan setelan baju olahraga warna pink, rambutnya dikucir dua terlihat sangat menggemaskan
"granddad, kenapa mama lama sekali?" tanyanya tidak sabar
"tunggulah sebentar, mama sedang mengeluarkan sepeda" jawab Andrew tanpa menoleh, dia sedang sibuk merapikan tanaman yang baru saja ditanam di depan rumah barunya
"sebentar sebentar tapi lama" Valea berbicara dengan mengerucutkan bibirnya
Andrew menoleh dan tersenyum geli melihat cucu cantiknya itu, "kenapa kau jadi tidak sabaran hum" Andrew mencubit pipi valea dengan gemas
"lihat mamamu sudah datang" Andrew menunjuk ke arah Keyra yang baru saja keluar dari halaman rumah dengan menggunakan sepeda dan berhenti tepat di depan Valea dan daddy nya berdiri
"valea sudah tidak sabar" Andrew mengangkat Valea dan mendudukkannya di boncengan sepeda Keyra
Sepeda Keyra telah dimodifikasi agar boncengan nya aman untuk Valea yang masih kecil
"ayo cepat mama ngebut, aku ingin main mancing mancingan " celoteh Valea setelah duduk di atas boncengan
"tidak tidak kalian tidak boleh ngebut, berbahaya harus pelan pelan dan hati hati" sahut Andrew dengan khawatir
Keyra tertawa mendengar perkataan Valea dan daddy nya, "jangan khawatir dad, key akan hati hati, kau jangan pedulikan ocehan Valea"
"ayo mama!" teriak Valea tidak sabar
"iya ayo kita berangkat, kita berangkat dulu dad" Keyra mencium tangan daddy nya diikuti dengan Valea
__ADS_1
"hati hati, Valea berpegangan pada mama" pesan Andrew yang disambut anggukan oleh Keyra dan Valea
sebuah mobil sport merah mengikuti keyra dari jarak jauh,
"kalian berdua benar benar menawan" gumam Rangga sambil terus mengikuti mereka berdua, tersenyum melihat rambut Valea yang ikut bergoyang seirama dengan laju sepeda, sangat menggemaskan
Rangga selalu tau jadwal Keyra dan Valea, setiap pagi di hari kerja Keyra akan berjalan jalan pagi bersama Valea di sekitar lingkungan rumah saja tetapi ketika weekend Keyra akan mengajak Valea bersepeda agak jauh dari rumah ke suatu taman yang setiap weekend akan ramai pedagang makanan dan mainan
Keyra memang tidak pernah memanjakan Valea dengan barang barang bermerk terkenal. Valea memang punya beberapa baju dan mainan dari merk ternama tapi Valea juga terbiasa memakai baju yang dijual di tempat tempat pinggir jalan atau pasar, untuk mainan jangan ditanya lagi Valea akan sangat antusias berjalan dari pedagang satu ke pedagang lain di pinggir jalan hanya untuk memilih mainan
Rangga memarkirkan mobilnya tidak jauh dari tempat Keyra meletakkan sepedanya, dengan sabar Rangga mengamati istri dan putrinya tersebut dengan senyum yang tidak pernah hilang dari wajah tampannya
"kita sarapan bubur dulu yuk, setelah itu baru kita main" kata Keyra sambil menurunkan Valea dari boncengan sepedanya
"tapi bubur ku jangan dikasih sayuran ya ma?" Valea merajuk memegangi ujung kaos mamanya
"jangan banyak banyak dikasih itu nya" rengek Valea lagi, Keyra hanya mengangguk dan menggandeng tangan mungil Valea
Setelah memberi tau pesanannya, Keyra duduk di kursi panjang bersama Valea,
"om Jaka!! ma ada om Jaka" teriak Valea senang
Keyra menoleh ke arah yang ditunjuk Valea kemudian dia mengangkat tangan nya dan melambai ke arah Jaka agar Jaka bisa melihatnya
Jaka menghampiri Keyra dan duduk di sebelah Valea, mencium pipi Valea dan mengusap ujung rambut Valea dengan penuh sayang
__ADS_1
"aku pesenin bubur juga ya kak" tanpa menunggu jawaban dari Jaka, Keyra segera bangkit dari duduknya mendekati penjual bubur dan memesan satu mangkok lagi
"tumben banget kak Jaka pagi pagi udah bangun" celetuk Keyra setelah memesankan bubur untuk Jaka
Jaka tertawa, "iya nih sebenernya masih ngantuk, tapi kemarin aku udah janjian dengan Valea untuk menemaninya bermain, lagipula sudah lama banget kan kita tidak pergi keluar bertiga"
"ooh" jawab Keyra lembut sambil mengangguk tanda mengerti, sejak mendengar rekaman suara Wulan yang mencoba menjelekkan Keyra di depan Rangga, Keyra memang memutuskan untuk tidak lagi tampil bersama laki laki di depan umum termasuk dengan Jaka, Keyra tidak ingin Rangga merasa sakit hati dimanapun dia berada
Mereka bertiga makan bubur mereka dengan rukun, sesekali mereka bercanda bertiga tampak seperti sebuah keluarga yang harmonis
"sekarang sudah selesai kita sarapan, Valea mau main apa?" tanya Jaka sambil berjongkok mensejajarkan dengan tinggi Valea
"mau main mancing mancing" jawab Valea polos
"itu loh kak mancing ikan mainan yang pakai magnet, letaknya di pojok sana" Keyra menunjukkan tempat permainan yang diinginkan Valea
"baiklah ayo kita kesana" Jaka mengulurkan tangannya menggandeng tangan Valea dan Keyra mengikuti di sebelahnya
Baru beberapa langkah, Keyra merasa ada sosok yang dikenalnya sedang memandang tajam ke arahnya
Keyra menoleh dan mengerutkan alisnya, 'itu Rangga' batinnya dalam hati
"kak Jaka tolong bawa Valea kesana dulu ya, ada yang harus aku lihat di sebelah sini" tanpa menunggu jawaban dari Jaka, Keyra langsung berbalik arah dan mendekati sosok pria yang membuatnya curiga
Rangga yang dari tadi menatap ketiganya dengan penuh rasa cemburu kaget ketika melihat Keyra tiba tiba menoleh ke arahnya, Keyra tampak mengatakan sesuatu pada Jaka dan kemudian berbalik langkahnya menghampiri ke arah Rangga duduk
__ADS_1
Rangga dengan sigap memakai kacamata hitamnya dan memakai tudung hodie nya langsung berdiri dan berlari menjauhi Keyra
Melihat sosok yang dicurigainya berlari, Keyra ikut berlari mengejarnya, diterobosnya kerumunan orang yang menghalangi nya, dengan sekuat tenaga berusaha mengejar langkah pria itu.