
Sesampainya di rumah Rangga langsung masuk ke ruang kerjanya sedangkan Keyra masuk ke kamar untuk membersihkan diri dan berganti pakaian dengan piyama
Setelah menyiapkan piyama Rangga dan air hangat untuk mandi Rangga, keyra masuk ke dalam ruang kerja suaminya
Rangga hanya menoleh sebentar ketika melihat pintu ruangan nya dibuka kemudian kembali melihat laptopnya
keyra menyentuh bahu suaminya dengan lembut "mandi dulu, aku sudah siapkan air dan baju gantimu"
Rangga menutup laptopnya dan berdiri "terima kasih sayang" bisiknya, memeluk Keyra dan membawanya kembali ke kamar mereka
Rangga pergi mandi dan Keyra merebahkan tubuhnya di tempat tidur, ketika dia menarik selimutnya terdengar suara ponselnya berdering
Keyra melihatnya, itu adalah panggilan telpon dari Yuda. Keyra mengabaikannya dan menarik selimutnya bersiap tidur.
Tidak berapa lama setelah dering telpon Keyra berhenti, ponsel keyra berbunyi lagi ada nada pesan masuk
Dengan malas keyra membuka ponselnya, ternyata pesan dari Yuda
key, aku sudah tau semua penderitaan mu, jangan khawatir aku akan membantumu
keyra mengerutkan keningnya, bingung membaca maksud dari pesan Yuda.
Penderitaan apa yang di deritanya saat ini dan bantuan seperti apa yang akan diberikan Yuda padanya atau karena masalah ini Yuda tadi sore berniat menemuinya
Berbagai pertanyaan terlintas di benaknya tetapi karena suasana hatinya sedang buruk, keyra sama sekali tidak berniat untuk membalas pesan Yuda
Diletakkan nya kembali ponselnya di atas nakas dan kembali merebahkan dirinya di atas kasur
Rangga keluar dari kamar mandi dengan handuk yang diusapkan ke rambutnya yang basah, melemparkan handuk ke sofa dan merebahkan dirinya di samping keyra
Keyra membuka matanya "kau tidak jadi kerja, suami?" tanyanya
"aku akan menunggumu sampai tidur, karena sepertinya istriku sedang dalam suasana hati yang tidak baik, wajahnya muram sepanjang malam" Rangga mencium bibir keyra ringan
Keyra tersenyum merasa manis di hatinya dengan perhatian Rangga, keyra memeluk suaminya dan membenamkan wajahnya ke dalam dada Rangga, "kau selalu mengerti diriku, suami" bisik keyra
__ADS_1
Rangga terkekeh, "aku suamimu, apa yang tidak aku tau tentangmu" mengusap punggung keyra dengan lembut "tidurlah sayang"
---
Keyra bangun pukul empat pagi dan menemukan tempat tidur di sampingnya sudah dingin
Keyra pergi mandi dan masuk ke dalam ruang kerja Rangga dengan membawa secangkir kopi
keyra meletakkan kopi di depan laptop Rangga memeluk suaminya "kau tidak tidur semalaman?"
"tidur, aku baru bangun jam dua dan langsung kesini" jawab Rangga tanpa menoleh ke arah istrinya
keyra menghela nafas, "aku benci lihat kau yang seperti ini terlalu bekerja keras, kita tidak kekurangan uang bahkan jika kita kekurangan uangpun aku tetap masih mau jadi istrimu"
Rangga tersentuh mendengar perkataan istrinya, membalikkan tubuhnya dan merengkuh tubuh keyra untuk duduk di pangkuannya
"aku tau aku punya istri yang luar biasa tapi proyek ini sudah direncanakan sejak lama dan melibatkan banyak pihak, kita tidak bisa egois sayang" Rangga mencium pipi keyra lama
keyra menangkupkan kedua tanganya di samping wajah Rangga "tidurlah dulu, berangkat ke kantornya agak siangan saja"
"tidak bisa sayang, ini akan digunakan pagi ini" jawab Rangga menggelengkan kepalanya
Rangga terkekeh, "aku baik baik saja, aku nggak akan sakit karena kau merawatku dengan baik sayang"
keyra turun dari pangkuan suaminya, "aku benci dirimu" gerutu keyra dengan cemberut membalikkan badannya akan pergi
tetapi tangannya dengan cepat ditahan oleh Rangga " benci? benar benar cinta?" goda Rangga dengan cengengesan
keyra mendengus kesal ke arah Rangga "aku akan menyiapkan sarapanmu, minumlah kopimu" keyra melepaskan genggaman tangan Rangga dan melangkah pergi
Sebelum sampai pintu, Rangga berseru padanya "makasih ya sayang" keyra hanya mencibir dan meninggalkan suaminya
Rangga tersenyum geli melihat tingkah istrinya dan menyesap kopinya
Ketika keyra kembali ke ruangan Rangga dengan membawa sarapannya, Rangga sudah mandi dan memakai kemeja kerjanya sedang sibuk memeriksa dokumen
__ADS_1
Keyra duduk di sebelah Rangga dan menyendokkan makanan ke arah Rangga " makanlah dulu suami"
Rangga menoleh dan membuka mulutnya menerima suapan dari istrinya dengan tetap sibuk memeriksa dokumen
"suami, kau pergi ke kantor diantar pak Min saja ya, aku khawatir kau mengantuk" kata Keyra sambil menyuapkan suapan terakhir pada Rangga
Rangga berniat menolak saran istrinya tapi ketika melihat wajah istrinya dia tidak tega membuat keyra khawatir "baik nyonya, aku menurut padamu"
Keyra tersenyum senang mendengar suaminya menuruti permintaannya, "baiklah aku akan menyuruh pak Min bersiap siap, aku mencintaimu" keyra mencium pipi suaminya dan langsung membalikkan badannya dan lagi lagi dengan cepat ditahan oleh tangan Rangga
Rangga memeluk istrinya, "katanya tadi benci?" goda Rangga
"tidak jadi benci karena sekarang kau jadi penurut" jawab Keyra tersipu
Rangga menundukkan kepalanya, "kalau begitu beri aku ciuman" bisiknya
"tidak, kau harus bersiap siap" keyra makin tersipu dan meronta ingin melepaskan pelukan Rangga
Tapi Rangga memeluknya lebih erat "beri aku ciuman agar semangat bekerja" bisik Rangga
Dan sebelum keyra menjawab Rangga sudah mencium istrinya dengan dalam
---
Rangga keluar rumah dengan diiringi keyra, pak Min sudah siap dengan mobil Rangga
"jangan lupa istirahat, aku akan menelponmu nanti" kata keyra mengingatkan suaminya
Rangga terkekeh dengan kekhawatiran istrinya "iya nyonya, jangan terlalu khawatir, suamimu ini jagoan"
Keyra mencibir mendengar perkataan suaminya, membukakan pintu mobil untuk suaminya
"aku berangkat dulu, kau juga hati hati, bukankah jadwal mengajarmu padat hari ini?" Rangga mencium kening istrinya dan masuk ke dalam mobil
Keyra mengangguk "iya jadwalku padat hari ini, aku akan hati hati dan menelponmu nanti"
__ADS_1
keyra menutupkan pintu mobil suaminya dan melambaikan tangan ke arah suaminya
Setelah mobil Rangga keluar halaman, keyra bergegas ke kamarnya untuk bersiap siap berangkat mengajar.