
Keyra terbangun karena ponselnya berdering dilihatnya nama Norma, keyra segera menerima telpon dari Norma
"Halo Norma"
"Halo key, Rangga ditangkap polisi atas tuduhan penganiayaan terhadap Devano"
"Apa?? Kamu kirim alamat kantor polisi nya aku segera kesana"
"Ok ini aku dan Nathan sudah disini, kalau bisa ajak Juna untuk jadi saksi"
"Iya"
Keyra segera mengganti bajunya dan nengambil tasnya, ketika keluar kamar dia melihat orang tuanya dan kedua adiknya sedang berbincang serius
"Mau kemana kak?" tanya ayahnya terkejut melihat keyra keluar kamar dengan membawa tas hendak pergi
"Devano melaporkan teman keyra dengan tuduhan penganiayaan terhadap nya, sekarang keyra mau menyusul ke kantor polisi ayah"
"Brengsek bener tuh cowok satu, aku ikut kak seharusnya aku juga dilaporkan karena tadi malam aku juga memukulinya" Juna segera beranjak dari duduknya dan mengambil kunci mobil
"Kamu jangan ikut ikutan Juna nanti malah keseret masalah" ibunya mengkhawatirkan Juna
"Ayah akan ikut pergi menemani Juna dan keyra, tunggu sebentar ayah ganti baju dulu" ayahnya berdiri dan masuk kamar
"Aku pergi dulu naik taksi, kalau kau dan ayah mau menyusul nanti aku kirim lokasinya" keyra tidak sabar menunggu ayahnya, dia langsung berlari keluar pintu
Sesampainya di kantor polisi, Keyra langsung menemui Nathan dan Norma
"Rangga sedang diperiksa di dalam Key" ucap Nathan cemas
"Aku akan minta tolong profersor Rendra untuk mencarikan pengacara" keyra segera tampak menelpon dengan serius
"profesor Rendra akan membantu kita, pengacara beliau akan segera datang kesini" ucap keyra setelah menutup telponnya, Nathan dan Norma tampak menghela nafas lega
Nathan dan Norma kemudian menceritakan detail penangkapan Rangga, kebetulan karena sudah terlalu larut Norma akhirnya menginap di kontrakan Nathan tadi malam
Tangan keyra tampak mengepal menahan emosi, dia benar benar marah mendengar cerita Nathan dan Norma, dengan cepat dia mulai menelpon lagi
__ADS_1
"*Halo keyra sayang"
"Kamu! Kamu nggak tau malu beraninya kamu melaporkan Rangga ke polisi!"
"Ayolah key kamu lihat sendiri bagaimana dia memukuliku semalam"
"Kalau kamu tidak mencabut laporanmu, saat ini juga aku akan membuat laporan bahwa kamu mencoba memerkosaku dan aku sendiri yang akan menyebarkan di media sosial dan wartawan jika Devano adiguna putra pemilik Crown bank yang terkenal itu mencoba melakukan pemerkosaan tadi malam"
"Kamu tidak akan berani key"
"Aku tunggu satu jam jika kamu tidak melakukan apa yang aku inginkan aku akan lakukan apa yang aku katakan segera, ingat hanya satu jam*"
Keyra menutup telponnya, matanya nanar melihat ruangan di mana Rangga sedang melakukan pemeriksaan
Nathan dan Norma saling berpandangan mendengar apa yang diucapkan keyra barusan di telpon
"Apa kamu akan benar benar melakukan itu key" tanya Nathan
"gue akan melakukan apapun, gue nggak ingin Rangga lebih menderita karena gue, gue udah banyak nyusahin dia" gumam keyra menyandarkan kepalanya di bahu Norma
"Kau membuat masalah besar, kau tidak tau siapa keluarga Adiguna" ibu keyra berkomentar sinis tepat di belakang nya
"Keyra tau berapa besar pengaruh keluarga Adiguna, karena itu mereka akan sangat malu jika kelakuan pewaris tunggal mereka diketahui seluruh negri" jawab keyra dingin
Keyra tampak lebih dingin dari sebelumnya sama sekali tidak ada rasa takut dan air mata di matanya, yang terlihat hanya sorot mata penuh kemarahan
Diam diam Norma memperhatikan keyra, sahabat yang biasanya begitu lembut dan banyak mengalah kini tampak sangat berbeda, keyra di depan nya tampak sangat dingin semua perkataan dan tingkah lakunya sangat dia perhitungkan seolah dia siap menyingkirkan semua orang untuk membebaskan Rangga
"Selamat pagi, yang mana yang namanya nona Keyra? " tanya seorang pria berumur sekitar 30 tahun memakai setelan jas mahal dan berkacamata tampak serius dan sangat profesional
"Saya keyra" keyra langsung bangkit dari duduknya dan menyalami pria itu
"Saya Irwansyah, pengacara profesor Rendra diminta membantu anda nona keyra" pria itu mengenalkan dirinya
"Oh iya, terima kasih telah datang pak, mari kita bicara saya akan menceritakan kronologisnya pada anda" jawab keyra sopan
"Oke panggil saja nama saya atau mas juga boleh jangan pak tampak terlalu tua" sahut Irwansyah ringan mengikuti keyra
__ADS_1
Keyra tersenyum mendengarnya "baiklah mas bisa panggil saya keyra saja, biar kita lebih enak ngobrolnya" keyra mempersilahkan Irwansyah duduk di kursi panjang yang agak jauh dari keluarga nya
Keyra juga memanggil Nathan, Norma dan Juna sebagai saksi di malam itu untuk memperkuat apa yang diceritakannya pada Irwansyah
Tampak mereka berlima berdiskusi dengan serius, sesekali Irwansyah dan keyra terlibat adu argument kecil tetapi akhirnya mereka mencapai kesepakatan
"baiklah sekarang saya sudah mengerti, saya akan segera masuk mendampingi Rangga di ruang pemeriksaan" ucap Irwansyah sambil berdiri menyalami mereka berempat kemudian menghampiri seorang polisi jaga dan mengurus akses untuk dia mendampingi Rangga sebagai pengacaranya
"Untung ada profesor Rendra yang mengenal pengacara, mas Irwansyah itu terlihat pintar dan profesional" celoteh Norma dengan lega sambil menghempaskan tubuhnya di kursi sebelah keyra
"Semoga semua berjalan sesuai rencana" gumam keyra yang langsung mendapat anggukan dari Norma, Nathan dan Juna
Keyra melirik jam tangannya teringat sesuatu dia langsung membuka ponselnya dan kembali melakukan panggilan telpon
"*Waktumu tersisa lima belas menit lagi, kalau kamu bersikeras tidak mendengar ku, mari setelah ini kita melakukan uji nyali"
"Iya ini aku datang, aku sudah di tempat parkir*"
Norma merasa merinding mendengar setiap perkataan keyra di telpon, setiap kata itu terdengar dingin dan sangat kejam bahkan kalau dia tidak melihatnya langsung dia pasti tidak akan percaya kalau keyra akan sanggup berkata seperti itu
Devano masuk ke dalam kantor polisi diikuti pengacaranya langsung mendekati keyra
Ayah, ibu dan Nadin yang semula berada agak jauh ikut mendekati keyra dan Devano
"Apa sih maumu! Lebih membela pria lain daripada tunanganmu sendiri!" bentak Devano kepada keyra
"Tidak usah membentakku, setelah tadi malam aku bukan lagi tunanganmu, ikuti mauku atau kamu akan kehabisan waktu" jawab keyra dingin matanya menatap tajam dengan penuh kebencian tepat ke arah mata Devano
Devano agak terkejut mendapat perlakuan seperti itu dari keyra, keyra yang menjadi tunangannya selama setengah tahun ini adalah gadis yang selalu lembut, tidak banyak bicara dan lebih sering mengalah pada Devano
Tapi dihadapannya kini tampak wanita cantik yang penuh kebencian dan amarah seperti sangat siap menghancurkan Devano
"Oke baiklah tapi aku minta syarat darimu" ujar Devano dengan senyum sinisnya menantang keyra
"Katakan syaratmu cepat, waktumu tinggal lima menit lagi" keyra tampak mulai hilang kesabaran
"Aku, kamu dan pengacaraku yang hanya boleh mengetahuinya" Devano memberi kode untuk berbicara di ruang lain
__ADS_1
"Oke cepatlah" keyra melangkah menuju ruang yang ditujuk Devano diikuti Devano dan pengacaranya