MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
pernikahan kita masih baru


__ADS_3

Jadwal mengajar Keyra padat hari ini dari jam sembilan pagi sampai jam empat sore, dia hanya istirahat setengah jam untuk makan siang dan menelpon suaminya.


Setelah menyelesaikan jadwal mengajarnya yang terakhir, keyra bergegas menuju parkir mobilnya untuk pulang, sesekali dia tersenyum atau mengangguk ketika ada mahasiswa menyapanya, sebagai dosen muda keyra cukup familiar di kalangan mahasiswa nya karena selain cantik keyra juga terkenal baik hati dan sangat ramah dengan para mahasiswa


Keyra menjemput Rangga di kantornya, ketika Kiki melihatnya keyra tersenyum dan memberi kode agar Kiki tetap duduk di tempatnya


"apakah suamiku ada di dalam?" tanya keyra ramah


"iya nyonya, mau saya antar ke ruangan pak Rangga?" kiki menawarkan dirinya dengan sopan namun keyra menggelengkan kepalanya


keyra melangkah mendekati pintu ruangan Rangga, sebelum membuka pintu Keyra menoleh lagi ke arah Kiki "Kiki, apakah pak Nathan sudah cuti?"


"sudah nyonya, hari ini terakhir pak Nathan bekerja dan hanya masuk setengah hari, mulai besok beliau cuti selama dua minggu" jawab Kiki yang mendapatkan anggukkan dari keyra


Keyra membuka pintu "hai suami" sapa keyra riang


Rangga menoleh dan tertawa lebar ke arah istrinya, dia senang melihat suasana hati istrinya terlihat baik sore ini.


Rangga merentangkan tangannya dan keyra menghambur ke pelukan suaminya dan duduk di pangkuan Rangga


"masih sibuk?" tanya keyra sambil memainkan kancing kemeja suaminya


Rangga menunduk melihat ke arah tangan Keyra yang memainkan kancing bajunya dan terkekeh "tidak terlalu sibuk, apa kau ingin bermain denganku?" bisik Rangga menggoda


Wajah keyra memerah, dia mendorong dada suaminya "pikiranmu selalu kesana! aku akan mengajakmu ke rumah sakit Laras melahirkan siang


tadi"


Rangga menggigit ujung telingan keyra lembut "ayo kita pergi, tunggu aku membereskan pekerjaanku sebentar"


"kau sudah selesai? gitu donk jangan kerja terlalu keras" kata keyra dengan senang mencium pipi suaminya dan turun dari pangkuan Rangga menuju sofa


Rangga dan Keyra sampai di rumah sakit ketika Laras sedang menyusui bayinya sehingga mereka harus menunggu sebentar di depan ruangan Laras ditemani Ivan, Norma dan Nathan yang sudah datang terlebih dulu

__ADS_1


Mereka berbincang santai mengenai proses kelahiran anak Ivan dan Laras juga tentang pernikahan Nathan dan Norma yang akan dilangsungkan seminggu lagi di kota asal Norma


Laras berteriak dari dalam kamar menyuruh mereka masuk karena dirinya sudah selesai menyusui anaknya


Keyra mendekati Laras dan memeluk sahabatnya itu "selamat ya sudah jadi ibu, kau akan jadi ibu yang penyanyang"


"terima kasih key, lihatlah anakku cewek cantik kan? kau harus menggendongnya biar cepet tertular hamil" Laras menyerahkan putrinya untuk digendong keyra


Keyra menggendong bayi mungil ini dengan senang "cantik sekali anak kalian, hei dia membuka matanya, hei cantik aku tante keyra kenali aku kelak aku akan sering mengajakmu bermain, oke?"


Keyra mengajak berbicara putri Laras dengan gembira, Rangga melambaikan tangannya menyuruh keyra mendekat


Keyra membawa bayi itu duduk dekat Rangga "suami lihatlah lucu sekali putri Ivan dan Laras ini, aku pengen punya juga"


Rangga tertawa mendengar istrinya merajuk "ayo kita bikin yang lebih lucu dari ini sayang"


Kata kata Rangga membuat wajah keyra memerah membuat Nathan tidak tahan untuk menggodanya


"hei kalian tidak bisa membuatnya di sini, itu tidak sopan" seru Nathan membuat wajah Keyra makin memerah membuat yang lain tertawa melihat keyra yang malu


"kalau kau mau membuatnya disini aku akan pesankan kamar lain untuk Laras" celetuk Ivan yang langsung disetujui oleh Laras dan Norma


"aku nggak dengar ya kalian ngomong apa, bayi cantik mari jangan dengarkan mereka, kau hanya bermain denganku saja ,oke?" keyra cemberut dan pura pura tidak mendengar mereka


Tingkah keyra yang seperti itu justru membuat suami dan teman temannya semakin seru menggodanya


Ketika semua orang di ruangan itu tertawa bahagia, pintu kamar rawat Laras terbuka dan nampak Wulan masuk dengan membawa bingkisan


"hai semua, aku datang paling akhir rupanya" Wulan meletakkan bingkisannya dan mengucapkan selamat pada Laras


"aku nunggu di luar saja sayang" bisik Rangga pada Keyra, Keyra mengangguk mengerti dan Rangga segera menyelinap keluar


Setelah mengucapkan selamat pada Laras, Wulan menyapa semua orang yang ada di ruangan itu satu per satu

__ADS_1


Ketika menyapa Keyra, Wulan tampak melirik ke seluruh ruangan mencari seseorang "tadi aku seperti melihat Rangga? kok dia tidak ada?"


"oh iya Rangga keluar, katanya masih ingin merokok" jawab Keyra sekenanya


Wulan duduk di samping Keyra dan melihat ke arah bayi Laras yang digendong Keyra


"lucu sekali Ya putrinya Laras ini Wulan?" keyra menggoda bayi mungil itu sambil menunjukkan nya pada Wulan


Wulan menyentuh bayi itu sebentar "bagaimana denganmu key, sudah hamil?" tanya Wulan


Keyra menggelengkan kepalanya kemudian berdiri untuk mengayun bayi Laras yang agak mulai gelisah


"kau tidak periksa key? siapa tau kau ada masalah?" tanya Wulan lagi


"kata Rangga, kita belum perlu periksa toh pernikahan kita juga masih baru" jawab Keyra dengan tetap mengayun bayi Laras


"Rangga benar key, lagipula setelah begitu banyak yang kalian alami, kalian seharusnya menikmati waktu berdua lebih lama" sahut Norma


Laras, Ivan dan Nathan pun bergantian menimpali memberi dukungan pada keyra


"hei putri cantikmu sudah tertidur, ternyata aku hebat juga menidurkan bayi" keyra berkata dengan pelan penuh kebanggaan


Dengan hati hati keyra meletakkan bayi Laras ke dalam box bayi yang ada di samping Laras


"iya kau hebat, pastinya kau juga hebat menidurkan Rangga bukan?" goda Nathan lagi


"huh kau ini, Norma calon suamimu ini menyebalkan sekali" gerutu keyra


Norma terkekeh "dia kan temen lo" sahut Norma membuat keyra makin cemberut


"yuk kita pulang biar Laras bisa istirahat" ajak keyra


Norma mengangguk dan melihat ke arah Wulan "ayo Wulan kami akan mengantarmu"

__ADS_1


"hmm baiklah, terima kasih tumpangannya" jawab Wulan kurang bersemangat


__ADS_2