MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
tidak ada yang tidak mungkin


__ADS_3

Yuda termenung sesaat, "tunggu key, aku nggak ngerti kenapa Wulan harus memfitnah kalian? bukankah kau dan Wulan bersahabat?" tanya Yuda


Keyra menghela nafas "sebenarnya aku benci membuka aib temanku tapi akan aku ceritakan padamu agar kau yakin jika aku benar benar baik saja bersama Rangga"


"waktu aku pergi ke Sidney entah kenapa Wulan berusaha merayu Rangga dan sejak itu Wulan selalu berusaha merusak hubungan ku dengan Rangga, Rangga selalu menghindari Wulan tapi aku masih berusaha ramah dengannya mengingat persahabatan kami selama ini, aku tidak menyangka dia akan sejauh ini" jelas Keyra


Yuda tampak menganggukkan kepalanya, "pantes saja dulu sebelum kau kembali dia sering banget memuji Rangga dan selalu merasa tidak adil bagi Rangga bersamamu karena keluarga mu selalu memperlakukan Rangga dengan buruk, tapi setelah bertemu kamu dan Rangga terakhir kali itu dia menjelekkan Rangga, oh ternyata aku dijadikan umpan untuk menghancurkan pernikahanmu Key"


"aku rasa juga begitu, tapi sepertinya Wulan kini sudah punya pacar, semoga dia tidak mengganggu aku lagi" kata keyra


"yah sayangnya dia berpacaran dengan pimpinan cabang kami yang sudah berkeluarga" dengus Yuda kesal


Keyra tersedak jus mangganya mendengar apa yang dikatakan Yuda, Nana segera membantu Keyra menepuk nepuk punggung keyra pelan


"jadi Wulan berpacaran dengan suami orang?" tanya keyra setelah berhasil mengatasi tersedaknya


Yuda menganggukkan kepalanya "sudah punya anak tiga, entalah kenapa Wulan bisa jadi seperti itu" gumam Yuda


Ponsel Keyra berbunyi "telpon dari Rangga sebentar aku terima telpon dulu"


"halo sayang, kok belum nyampe rumah?" tanya Rangga lembut


"eh iya aku bertemu dengan Yuda di cafe depan kampus tapi ini sudah mau pulang kok, kau sudah sampai rumah?"


"iya aku sudah sampai rumah tapi kehilangan istriku" jawab Rangga merajuk


keyra terkekeh mendengar suaminya merajuk "oke, tunggu aku di rumah ya suami"


keyra menutup telponnya "aku pulang dulu ya Yuda, lain kali kita bertemu lagi"


Yuda mengangguk dan berdiri "key aku sungguh minta maaf, aku sudah salah paham pada Rangga" kata Yuda dengan menyesal


Keyra melambaikan tangannya ke arah Yuda "tidak apa, yang penting kita sekarang sudah saling tau yang sebenarnya, aku pulang dulu ya daaa"


Keyra segera masuk ke dalam mobilnya diikuti oleh Nana


Ketika sampai rumah, Keyra tidak menemukan Rangga jadi dia langsung masuk ke dalam kamarnya

__ADS_1


"Rangga" panggil Keyra begitu membuka pintu kamar, karena tidak ada jawaban keyra menutup kembali pintu kamarnya


Sebuah tangan besar memeluknya dari arah belakang pintu, membuat keyra berteriak dan meronta


"jangan takut, ini aku sayang" bisik Rangga dengan suara rendah


Keyra membulatkan matanya dan memukul dada Rangga, "kau bikin kaget saja"


Rangga terkekeh dan mengeratkan pelukannya "maafkan aku sayang, aku kangen tapi kamu lama banget pulangnya"


"begitu kau telpon aku, aku langsung pulang kok" sanggah Keyra dengan cemberut


"seharian ini aku merindukanmu, aku sengaja cepat pulang biar segera bertemu kamu eh kamunya nggak di rumah" kata Rangga merajuk


"kalau kau merindukanku seharian kenapa tidak menelponku dari tadi siang?" goda Keyra sambil mencubit hidung mancung Rangga


"karena aku tidak tau jika istriku nakal diam diam berkencan dengan pria lain saat aku bekerja" gerutu Rangga


"kencan dengan membawa Nana?" Tanya Keyra sambil tertawa


"hmm untungnya ada Nana, kalau tidak pasti aku sudah sangat cemburu" jawab Rangga yang sudah menggendong Keyra ke tempat tidur


"ayo kita makan malam dulu Sayang" ajak Rangga pada keyra yang tampak malas


"aku capek, pengen langsung tidur aja" keyra memeluk gulingnya dan memejamkan matanya


Rangga terkekeh melihat istrinya yang malas seperti itu "dasar pemalas, aku akan menyuapimu makan, tunggu aku ambilkan makanan nya dulu" Rangga mengusap lembut kepala istrinya dan berjalan menuju ruang makan


Rangga kembali lagi ke kamarnya dengan membawa makanannya, menarik guling dari pelukan Keyra dengan pelan "ayo sayang duduklah, makan dulu"


Dengan malas Keyra duduk dan menerima suapan dari Rangga, setelah makan lima sendok Keyra melambaikan tangannya


"aku udah kenyang suami" Keyra mengambil minum di samping tempat tidurnya yang memang selalu disiapkan bi Jum


Setelah minum Keyra menuangkan air minum untuk Rangga dan duduk di tepi tempat tidur menunggu Rangga menghabiskan makanannya


Rangga sudah selesai menghabiskan makanannya dan minum, ketika hendak berjalan keluar kamar, keyra memanggilnya

__ADS_1


"suami"


"iya"


"setelah mengembalikan piring kotor kembali kesini ya, temani aku tidur dulu" rengek Keyra manja


Rangga kembali mendekat ke arah Keyra, mengusap lembut kepalanya "malam ini aku nggak kemana mana khusus untuk istriku saja"


"huh gombal, nanti kalau aku sudah tidur pasti ditinggal ke ruang kerja" gerutu keyra dengan cemberut


"ternyata istriku pintar sekali" Rangga terkekeh sambil mencubit hidung Keyra kemudian keluar mengembalikan piring kotor ke dapur


Ketika kembali ke kamar, keyra masih duduk bersandar di tempat tidur, Rangga mendekatinya duduk di sebelah Keyra "kok nggak jadi tidur?" tanya Rangga


"masih kenyang, tidurnya ntar nunggu perutnya udah ngga terlalu kenyang" jawab Keyra


Keyra menyandarkan kepalanya di bahu Rangga "suami, aku mau cerita pertemuan ku dengan Yuda tadi sore"


"hmm" jawab Rangga singkat


Keyra kemudian menceritakan semua pembicaraannya pada Yuda kepada suaminya tanpa ada yang ditutupinya sedikitpun


"bagaimana pendapat mu suami?" tanya Keyra setelah menyelesaikan ceritanya


Mata gelap Rangga memandangi istrinya lama, mengecup kening keyra dan berkata "sayang, aku merasa Wulan akan lebih nekat di masa mendatang dan yang paling aku takutkan adalah jika Wulan dan Devano bersekutu"


Keyra menegakkan duduknya dan menatap suaminya dengan serius


"apa itu mungkin suami? waktu aku bertunangan dengan Devano, Wulan sempat berkenalan dengan dia tapi kau tau Devano terlalu angkuh untuk beramah tamah dengan teman temanku"


Ekspresi wajah Rangga semakin rumit "tidak ada yang tidak mungkin sayang, apalagi jika kini mereka memiliki tujuan yang sama"


Rangga menggenggam tangan istrinya "mulai sekarang batasi aksesmu dengan Wulan, jangan biarkan dia mengetahui detail jadwal dan kegiatanmu sehari hari, setiap ada telpon yang mencurigakan segera beritahu aku, kita bisa meminta Nico untuk melacaknya, oh iya satu lagi beri aku nomor telpon Wulan agar Nico bisa meretas telponnya, oke?"


Keyra mengangguk segera mengambil ponselnya dan mengirimkan nomor telpon Wulan ke nomor Rangga


"suami aku takut kita terpisah lagi" gumam keyra sedih memeluk suaminya

__ADS_1


"jangan takut, aku tidak akan membiarkan kita terpisah lagi, sekarang mari kita tidur" Rangga merebahkan tubuh Keyra ke tempat tidur dan menyelimuti istrinya


__ADS_2