MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
putuskan dia besok


__ADS_3

"Rangga temen sekolah keyra, dia anak kelas 11.7 kita baru jadian empat hari ibu" jelas Keyra pelan sambil masih menundukkan kepala, dia beneran tidak punya nyali melihat ibunya.


"siapa orang tuanya?" tanya ibunya lagi


"ayah Rangga bekerja sebagai sopir bus jurusan jakarta-surabaya, ibunya bekerja sebagai marketing asuransi" suara Keyra semakin pelan karena dia tau setelah ini kemarahan ibunya akan makin meledak.


"putuskan dia besok, cowok seperti apa dia yang mengajak pacarnya pergi nonton tapi tidak menjemput, kamu juga jangan seperti wanita murahan mau saja datang menghampirinya harusnya dia yang jemput kamu" suara ibunya mulai meninggi, sedangkan ayahnya hanya diam sambil mengamati Keyra.


"tadi sebenernya nggak sengaja mau nonton, dia sedang pergi bersama teman temannya kebetulan liat kalau ada film baru akhirnya memutuskan untuk nonton bareng, Rangga telpon key ngajakin nonton sekalian, karena key lagi agak jenuh pergi les akhirnya key mau datang kesana" Keyra berusaha menjelaskan agar ibunya tidak salah paham tentang Rangga.


"ibu minta putuskan hubungan kamu dengan Rangga segera, seharusnya kamu kalau mau cari pacar itu jangan yang seumuran, cari yang minimal lima tahun lebih tua umurnya sehingga nanti ketika kamu selesai kuliah pacar kamu itu sudah punya hidup yang mapan, pastikan juga punya pacar dari keluarga yang baik, inget kita ini orang jawa harus selalu memperhatikan bibit, bebet dan bobot" urai ibunya panjang lebar dengan suara yang makin lama makin histeris lebih mirip orang yang berteriak daripada seperti seorang ibu yang menasehati anak gadisnya. Keyra hanya mengangguk belum berani melihat ibunya.


"udah magrib, bersih bersih dulu sana kak" akhirnya sang ayah berkata kata juga setelah dari tadi diam saja, Keyra mengangguk lagi dan dengan cepat masuk ke dalam kamarnya, dia sangat takut memperpanjang masalah.


Setelah mandi dan sholat magrib, Keyra tidak keluar makan malam, meskipun perutnya sangat lapar tetapi rasa segan bertemu orang tuanya mengalahkan rasa laparnya, Keyra hanya tiduran pikirannya kemana mana.


Bagaimana bisa dia memutuskan Rangga besok hanya dengan alasan Rangga tidak menjemputnya saat mengajaknya nonton tadi sore, Keyra tau alasan sebenarnya ibunya menyuruh dirinya putus dengan Rangga adalah latar belakang keluarga Rangga yang jauh dari harapan si ibu.


Selama empat hari jadi pacar Rangga, Keyra selalu diperlakukan baik oleh Rangga, bagaimana bisa sampai hati keyra memutuskan hubungan sepihak? atau Keyra harus menceritakan masalah ini ke Rangga? Keyra menghela nafas panjang dia beneran bingung apa yang harus dilakukanya besok. Keyra akhirnya tertidur karena kecapekan menangis, dia juga melewatkan makan malamnya.


Selama dua hari berikutnya Keyra tidak bertemu Rangga, mereka hanya saling memberi kabar lewat ponsel, Rangga sibuk mengirim kertas ulangan ke sekolah sekolah karena memang waktunya tinggal dua hari lagi mereka ulangan semester.

__ADS_1


"kak ada temennya di luar, udah aku suruh duduk di teras" adeknya yang paling kecil keyra naik ke atas kasur Keyra sambil memainkan ponselnya


"teman? siapa namanya dek?" tanya Keyra heran karena selama ini tidak pernah ada temannya yang datang saat malam minggu, dulu Bima pernah datang malam hari tapi itu juga bukan malam minggu dan itu pertama juga terakhir kalinya Bima datang ke rumah nya karena kata Bima dia ngeri ketemu ayah Keyra.


"ah nadin lupa nanya kak, udah temuin aja sana, nadine main game di kamar kakak ya" tanpa persetujuan Keyra, nadin langsung merebahkan diri ke kasur sambil terus memainkan game di ponselnya.


"Rangga??? ngapain kesini???" tanya Keyra setengah berbisik, dia beneran nggak nyangka Rangga akan datang ke rumah nya tanpa kasih tau dia lagi, wwjahnya langsung pucat takut reaksi orang tuanya jika tau


"ini kan malam minggu, aku apel ke rumah pacarku lah" jawab Rangga santai, dia tidak mengerti kegelisahan Keyra, dia pikir wajah Keyra pucat hanya karena kaget dia datang, Keyra memang belum menceritakan permintaan orang tuanya agar dia memutuskan hubungan nya dengan Rangga


"kok nggak kasih tau aku dulu kalau kamu mau datang?" keluh Keyra makin panik ketika tiba tiba adeknya Juna turun dari mobil datang menghampiri mereka yang duduk di teras, Juna menyalami Rangga sopan sambil menyebutkan namanya demikian juga Rangga, ketika Rangga menyebutkan namanya Juna sekilas melirik ke arah Keyra


"saya masuk dulu ya kak" pamit Juna sopan pada Rangga, walaupun Juna tampak sopan tapi Keyra tau sebentar lagi dirinya tidak akan baik baik saja


"kak dipanggil ibu" nandin melongokkan kepalanya ke arah teras


"aku masuk sebentar ya Rangga" pamit Keyra lebih gelisah, Rangga mengangguk, Rangga mulai merasa ada yang salah dengan kedatangannya.


Ibu dan ayahnya sudah menunggu di meja makan


"dia kan yang namanya Rangga? suruh di pulang sekarang!!! kalau kamu nggak menyuruhnya pulang maka ibu yang akan keluar mengusirnya" ucap ibunya pelan tapi Keyra tau ibunya sangat marah, Keyra hanya mengangguk dan kemudian kembali ke teras menemui Rangga.

__ADS_1


"ada masalah apa key?" tanya Rangga setengah berbisik, dia tau Keyra tidak sedang baik baik saja saat ini


"Rangga maaf banget bisa kamu pulang dulu, ntar hari senin kita bicara" jawab Keyra menunduk tanpa berani melihat Rangga, Keyra merasa tidak enak hati, merasa bersalah juga merasa kasian pada Rangga, semuanya terasa campur aduk di hatinya. Belum sempat Rangga menjawab tiba tiba ayah Keyra sudah berada di teras itu juga, pandangannya dingin menatap Rangga


"Sebaiknya pulang dulu ya mas, Keyra harus belajar sudah mau ulangan semester" tegur ayah Keyra dengan tegas dan dingin


"iya om, saya permisi dulu" pamit Rangga sopan yang tidak dijawab apapun oleh ayah Keyra, Keyra sendiri berdiri mematung dia sama sekali tidak berani bergerak bahkan hanya sekedar mengantar Rangga sampai gerbang rumah nya, Keyra cuma menunduk.


"masuk" perintah ayahnya dingin tanpa menunggu montor Rangga melaju, Keyra dengan patuh mengikuti ayahnya, dilihatnya sang ibu sudah duduk di ruang keluarga


"anak keterlaluan kamu! ibu sudah bilang putuskan dia, tapi sekarang kamu malah mengundangnya datang ke rumah ini. Apa kamu pikir sehebat apa kamu sehingga kamu sudah berani melawan orang tua kamu?" ibunya mulai menangis histeris, Keyra hanya diam menunduk


"ibu sangat sedih punya anak yang berani melawan orang tua seperti kamu, kami menyuruhmu memutuskan dia itu juga untuk kebaikanmu sendiri, kamu tau itu?" tangis ibunya makin histeris, Keyra sudah sering melihat ibunya bertingkah seperti ini ketika bertengkar dengan ayahnya tapi kini berbeda ibunya histeris karena dirinya, Keyra benar benar merasa buruk sebagai anak, dia hanya menunduk dan mulai menangis tanpa suara


"maafka Keyra, key janji akan putuskan Rangga besok" ujar Keyra lirih tidak yakin dengan apa yang sudah dikatakanya sendiri, ibunya terlihat masih mau memperpanjang masalah ini tapi sepertinya ayahnya sudah tidak tega melihat keyra menangis langsung memotong perkataan ibunya


"udah masuk ke kamarmu sekarang key, pikirkan kesalahanmu" perintah ayahnya, Keyra mengangguk segera masuk kamar dan menguncinya dari dalam.


notice di ponselnya menyala, ada pesan dari Rangga


gimana keadaanmu pacar?

__ADS_1


Keyra tidak menjawab dan memang tidak ingin menjawab dulu, hati dan otaknya penuh dengan berbagai macam perasaan.


__ADS_2