
Pagi harinya keyra membantu ayahnya membersihkan diri, dan menyuapi makan pagi
"Ayah setelah sarapan ini akan ada perawat yang akan membantu ayah ke ruang terapi, key temani ayah terapi ya?" ayahnya mengangguk sambil minum dengan bantuan keyra
Pintu kamar rawat ayahnya dibuka dari depan, tampak ibunya masuk diikuti dengan seorang pria muda tampan berkulit putih
"Keyra kenalkan ini Devano, dia calon tunanganmu" kata ibunya begitu sampai di depan keyra, kemudian keyra menyambut uluran tangan Devano dan mereka menyebutkan nama masing masing, selanjutnya Devano menyalami tangan ayah keyra, ayah keyra tersenyum senang membuat hati keyra terasa pedih
"Gimana keyra menurutmu nak Devano?" tanya ibu keyra dengan ramah
"Keyra lebih cantik dibandingkan dengan fotonya tante" jawab Devano tersenyum matanya tidak lepas memandang keyra membuat keyra risih
"Key, pergilah berdua dengan nak Devano, kalian harus saling mengenal dan mengurus detail pertunangan kalian" perintah ibunya pada keyra kali ini dengan suara yang lembut tidak seperti biasanya
"Tapi ibu, key baru saja mau nemenin ayah terapi, bagaimana kalau kita perginya setelah ayah selesai terapi" tawar keyra pada ibunya dan berusaha memandang Devano minta persetujuan
"Ibu tidak akan pergi bekerja sampai kalian bertunangan jadi biar ibu yang menemani ayah, pergilah kasian nak Devano harus menunggu" seperti biasa ibunya tidak suka kalau rencana yang sudah ditetapkannya dirubah
"Baiklah, key pergi sekarang, ayo mas" keyra kembali mengalah dan melangkah pergi bersama Devano
"Kita mau kemana mas?" tanya keyra setelah mereka berdua berada di dalam mobil
"Kita makan dulu, aku belum sarapan lagipula aku agak mual kelamaan di dalam rumah sakit tadi" jawab Devano mulai menjalankan mobilnya
Mual di rumah sakit batin keyra, dia melirik cowok disebelahnya itu, cowok ini terlihat cowok manja yang tidak pernah kotor atau kesusahan sedikitpun bahkan masuk ke ruang VIP rumah sakit yang bersih dan mewah tetap saja membuatnya mual.
Mereka sampai di sebuah restoran mewah, Devano segera memesan makanan untuk mereka tanpa menanyakan apakah keyra suka atau tidak dengan pilihannya
Ponsel keyra bergetar ada pesan dari Rangga,
pagi menjelang siang sayang....
__ADS_1
Aku kesiangan nih, tadi malam lembur sampai hampir pagi, gimana kabarmu?
Makan yang baik ya, jangan sedih terus
Aku merindukanmu sayang
Membaca pesan dari Rangga membuat keyra tersenyum tapi sama sekali tidak berniat membalasnya, keyra tidak ingin lagi memberi harapan pada Rangga
"Pesan dari siapa? Kok senyum sendiri?" tanya Devano ingin tahu
"Dari teman kampus" jawab keyra berbohong
"Aku dengar kamu akan lulus tahun depan ya? Berapa umurmu?" tanya Devano lagi
"Iya tahun depan lulus, umurku 20 tahun" jawab keyra seadanya
"Wah kamu termasuk pintar ya, aku dulu agak malas jadi umur 24 tahun baru lulus" Devano tertawa dan matanya selalu memandang ke arah keyra membuat risih
Devano makan dengan lahap sambil bercerita tentang kehidupan nya yang menurut versi dia hidupnya sangat luar biasa, keyra tampak bosan mendengar cerita Devano dia sangat tidak tertarik dengan cerita orang yang gemar menyombongkan kehidupannya tetapi keyra harus bersikap baik karena memang dia tidak punya pilihan lain untuk hidupnya saat ini
"Jadi aku ingin pertunangan kita diadakan di hotel Empire, kita akan mengundang kolega ayahku di kota ini dan kolega ayahmu, tentu juga semua kerabatku dari kotaku dan kerabatmu, selama persiapan pertunangan kita aku menginap di hotel Empire, orang tuaku akan datang dua hari sebelum acara pertunangan kita" jelas Devano tentang acara pertunangan yang diinginkanya tanpa sedikitpun menanyakan seperti apa keinginan keyra
etelah makan, mereka pergi untuk memesan undangan dan mencari souvenir untuk para tamu, setelah makan malam Devano mengajak keyra untuk pergi nonton
Selesai nonton film kesukaan Devano, keyra minta diantarkan ke rumah sakit karena keyra ingin menjaga ayahnya seperti kemarin malam
Devano menurunkan keyra di depan rumah sakit, dia tidak ikut masuk untuk melihat ayah keyra dengan alasan tidak tahan dengan bau rumah sakit
Keyra berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan langkah pelan dia merasa badannya sangat capek mengikuti Devano sepanjang hari tetapi hatinya sebenarnya merasa lebih capek dari badannya, dia harus mendengarkan cerita cerita sombong Devano sepanjang hari, makan pilihan Devano, nonton film kesukaan Devano, semua tentang Devano, sepanjang hari mereka berjalan berdua semua diputuskan sendiri oleh Devano tanpa sedikitpun minta persetujuan keyra.
Keyra benar benar merasa seperti boneka, sangat berbeda ketika dirinya jalan bersama Rangga, Rangga akan selalu menanyakan keinginan keyra terlebih dulu, Rangga sangat mengutamakan kenyamanan keyra. Ah sampai kapan aku harus terus membandingkan Devano dengan Rangga, jika nanti aku menikah dengan Devano apakah selama sisa hidupku akan terus membandingkan mereka berdua, tanya keyra dalam hati
__ADS_1
Sampai di kamar ayahnya masih ada Nadin dan Juna yang sedang asyik bermain dengan ponsel mereka masing masing
"Kakak udah disini kalian pulanglah biar kakak yang tidur disini menjaga ayah" pinta keyra pada kedua adiknya
"Gimana pertemuanmu dengan calon tunanganmu kak?"tanya Juna sambil tersenyum menggoda yang langsung dipukul bahunya oleh Nadin
"Ya begitulah" jawab keyra seadanya sambil membuka botol air mineral dan meminumnya
"Kita pulang ya kak, oh iya ini tadi bi siti nitip pakaian ganti untuk mu kata bi siti dari kemarin kamu belum ganti baju" Nadin menyerahkan paper bag pada keyra dan berpamitan pulang
Setelah keyra selesai mandi, keyra melihat ayahnya sejenak
"Cepet sembuh ya ayah, maafkan keyra" gumam keyra sambil mencium tangan ayahnya kemudian dia merebahkan dirinya di sofa sambil melihat lihat ponselnya
Keyra membalas pesan dari prof Rendra, Laras, Wulan, dan Norma kemudian lama dia membaca pesan dari Rangga
Malam sayang....
Ada kabar baik aku baru saja menang lelang proyek lagi kali ini nilainya lebih besar dari kemarin, doakan aku ya sayang agar pekerjaanku lancar
Gimana dengan kamu hari ini, jangan banyak berpikir, tidurlah yang nyenyak sayang, aku rindu kamu
Keyra membaca pesan itu berulang ulang sambil tersenyum kemudian dia bergumam sendiri
"Pasti aku akan mendoakan agar pekerjaanmu selalu diberi kelancaran Rangga"
Setelah bergumam mendoakan Rangga, keyra kemudian melihat lihat foto foto dirinya dan Rangga yang tersimpan di ponselnya, keyra tersenyum sambil sesekali membelai layar ponselnya
"Aku juga rindu kamu, maafkan aku akhirnya aku harus menyerah Rangga, aku tidak bisa menemuimu lagi tapi sungguh aku merindukanmu" gumam keyra lagi sambil terisak isak, sebentar kemudian keyra tertidur masih dengan menggenggam ponselnya
Sang ayah yang terbangun saat keyra tadi mencium tangannya diam diam memperhatikan kelakuan putrinya itu, dia mendengar semua perkataan yang digumamkan putrinya, dia juga melihat senyum bahagia keyra saat mengelus ponselnya, senyum yang sudah lama sekali tidak pernah dilihatnya sejak keyra beranjak remaja.
__ADS_1