MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
Mobil baru


__ADS_3

Setelah makan malam keyra dan Rangga ngobrol di ruang tengah


"Sayang, menikahlah denganku minggu depan" pinta Rangga tiba tiba


Keyra menoleh ke arah Rangga memastikan apakah Rangga bercanda atau tidak


"Kamu melamarku Rangga?" tanya keyra


"Iya aku melamarmu, mari kita menikah minggu depan" ulang Rangga lebih bersungguh sungguh


"Kau melamarku tanpa cincin dan bunga?" keluh keyra tapi sambil tersenyum usil


"Akan kuberikan jika kamu sudah setuju" jawab Rangga ringan sambil memeluk keyra dari samping


"Ih nggak mau rugi banget nih cowok" gerutu keyra membuat Rangga terkekeh


"Jadi?" tanya Rangga lagi


"Jadi apa?" keyra balik bertanya


"Ayolah menikah dengan ku minggu depan keyra sayang" ucap Rangga kesal mencubit hidung keyra dengan keras sampai keyra mengaduh


"Sakit Rangga!" Keyra memukul lengan Rangga


"Kamu dilamar tapi jawabnya muter muter, kesel aku" gerutu Rangga memalingkan mukanya


Keyra terkekeh melihat Rangga sok ngambek gitu, keyra memalingkan wajah Rangga menghadapnya "iya aku mau menikah denganmu" jawab keyra dengan malu malu


"Nah gitu dong" teriak Rangga senang kemudian dengan segera dia mencium bibir keyra lama dan lembut


"Gimana dengan orang tuaku Rangga?" tanya keyra setelah Rangga melepaskan ciumannya


"Jumat sore kita pulang menemui orang tuamu, hari sabtu aku akan membawa orang tuaku untuk melamarmu secara resmi dan jumat depannya kita menikah. Tidak perlu pesta besar yang penting sah, kita undang keluarga dan teman dekat saja, kamu setuju?" tanya Rangga setelah menjelaskan rencananya


"Apa orang tuaku akan setuju?" Keyra balik bertanya dengan ragu ragu


"Melihat perubahan keluargamu seharusnya mereka kini merestui kita" jawab Rangga optimis


"Baiklah aku ikut saja dengan rencanamu" keyra akhirnya mengangguk setuju

__ADS_1


"Sayang, aku tidak ingin lagi membuang buang waktu kebersamaan kita" Rangga mengecup pelipis keyra


"Iya aku juga berpikir demikian, benar kata mommy kita harus menghargai waktu bersama kita karena kita telah merasakan sakitnya terpisah" keyra menyandarkan kepalanya di bahu Rangga


🌻🌻🌻🌻🌻


Keyra keluar kamar masih jam lima pagi langit di luar juga masih gelap, pak min masih menyapu perkarangan


"Rangga sudah bangun pak min?" tanya keyra mendekati pak min


"Oohh mas Rangga sudah lari pagi mbak, setelah sholat subuh mas Rangga selalu lari pagi sebentar di sekitar sini saja" jawab pak min


"Rajin ya dia" gumam keyra


"Pak min kenapa halaman luas begini nggak ditanami pohon atau bunga? " tanya keyra lagi sambil berkeliling melihat lihat halaman


"Dulu pak min pernah nanya gitu, waktu itu mas Rangga jawabnya nanti aja pak min nunggu keyra pulang biar keyra yang pilih tanaman apa aja yang dia suka, gitu mbak" jawaban pak min membuat keyra tersenyum senang


Rangga benar benar membuat rumah ini untuknya, semua tentang rumah ini adalah semua impiannya.


Keyra melanjutkan berjalan berkeliling rumah sambil berpikir tanaman apa saja yang akan ditanamnya


Keyra tersenyum melihat Rangga memasuki halaman rumah, Rangga mendekatinya namun dihindari keyra ketika Rangga akan mencium pipinya


"Namanya juga habis lari sayang" Rangga duduk berselonjor di teras


"Aku ambilkan minum dulu" kata keyra langsung masuk ke dapur untuk mengambil minum


Di dapur bi jum sedang menyiapkan sarapan, bi jum menawarkan teh hangat untuk Rangga tapi keyra lebih memilih air putih dengan alasan air putih lebih sehat untuk setelah olah raga


Keyra menyerahkan segelas air putih pada Rangga dan ikut duduk selonjoran di samping Rangga


"Baru punya calon istri aja udah ada yang ngambilin minum gimana kalau aku punya istri beneran pasti lebih seneng" Rangga menggoda keyra


"Aih pagi pagi udah gombal aja" celetuk keyra sambil mencibir


Rangga terkekeh dan mengecup bibir keyra ringan, keyra langsung mencubit pinggang Rangga


"Kamu tuh seneng banget cium di sembarang tempat" gerutu Keyra pergi masuk ke dalam rumah

__ADS_1


Rangga tertawa mengikuti keyra masuk ke dalam rumah


🌻🌻🌻🌻🌻


Setelah Rangga pergi ke kantor, keyra pergi bersama pak min ke tempat penjual bibit tanaman yang tidak jauh dari rumah


Keyra membeli beberapa tanaman buah, beberapa tanaman sayur dan banyak bunga


Sampai di rumah sudah hampir tengah hari, mereka di sambut bi jum di depan rumah


"Mbak keyra makan siang dulu biar ini tanamannya diurus pak min" kata bi jum sambil membantu meletakkan bibit bibit tanaman di pojok halaman


"Iya bi, key juga sudah lapar, eh tapi pak min bibit tanamannya jangan ditanam dulu, nanti nanamnya nunggu keyra aja" kata keyra yang mendapat anggukan dari pak min


Baru saja keyra mengambil nasi, pak min masuk memanggilnya " mbak keyra itu di depan ada sopir dari kantor mas Rangga yang mengantarkan mobil baru"


"Eh kok Rangga nggak bilang apa apa dengan keyra ya pak? Apa mungkin itu mobil kantor Rangga yang memang mau ditaruh di rumah?" tanya keyra bingung


"Dilihat aja dulu mbak, itu seperti mobil baru dari dealer kok" jawab pak min


Keyra keluar ke halaman diikuti pak min dan bi jum menemui mas Yanto sopir kantor Rangga


"Ini mbak keyra nya mas Yanto" pak min menunjukkan keyra pada Yanto


"Oh iya nona keyra, ini saya disuruh pak Rangga mengantarkan orang dari dealer mobil kesini untuk mengantarkan mobil baru buat nona keyra" jelas Yanto sopan kepada keyra


"Mobil buat saya" gumam keyra kebingungan melihat mobil sedan mungil berwarna kuning di depan nya


Dulu sekali Rangga pernah bertanya mobil seperti apa kesukaan keyra dan waktu itu keyra menjawab dia suka sedan mungil yang berwarna kuning


Dan sekarang Rangga membelikannya untuknya, dia masih ingat keinginan keyra beberapa tahun yang lalu


"Silahkan tanda tangan di sini nona" pegawai dealer mempersilahkan keyra untuk tanda tangan di beberapa berkas


Setelah semua yang harus ditanda tangani keyra selesai pegawai dealer itu menyerahkan surat surat kelengkapan mobil itu pada keyra beserta kunci mobilnya, kemudian mereka pulang bersama dengan Yanto


"Wah mas Rangga ini beneran sayang banget dengan mbak keyra, mobilnya apik tenan iki" celetuk bi jum dengan bahasa jawanya


"Sebentar ya bi, keyra telpon Rangga dulu" pamit keyra

__ADS_1


"Iya setelah telpon jangan lupa dilanjutkan makannya ya mbak" bi jum mengingatkan keyra jika dia belum jadi makan siang


"Iya bi" keyra mengangguk kemudian masuk ke kamarnya untuk menelpon Rangga


__ADS_2