
"Kakak!!!" Nadine menghambur ke pelukan keyra begitu dia membuka pintu kamar hotel dan melihat kakaknya berdiri disana
Keyra menyambut pelukan adiknya dengan hangat, Nadine adalah sedikit hal yang membuat hatinya terasa hangat saat berada di tengah keluarganya
Setelah melepas pelukannya, Nandine membawa keyra masuk kamar president suit room yang dipesankan keyra untuk orang tuanya, ruangan ini punya 2 kamar tidur lengkap dengan ruang tamu dan ruang makan
Keyra mencium tangan ibunya, kemudian mencium tangan ayahnya
"Ayah sehat?" tanya keyra
"Iya ayah sehat sudah pulih seperti semula" jawab ayahnya sambil mengusap sayang rambut keyra
Dan yang terakhir dia memeluk Juna yang sudah semakin tinggi dan tampan
"Gimana persiapan besok, sudah siap semua?" tanya ibunya
"Sudah ibu" jawab keyra seadanya
"Kamu seperti kurang tidur kak?" tanya ayahnya yang melihat putrinya memiliki kantung mata
"Eh ini kemarin malam key menginap dengan beberapa teman jadi kami tidur agak larut" keyra tidak sepenuhnya berbohong, dia memang kurang tidur karena waktu menginap bersama para sahabatnya mereka nyaris tidur subuh, tetapi kantung mata keyra sebenarnya selain karena kurang tidur juga karena beberapa hari ini dia sering menangis
"Jangan terlalu sering main, inget kamu sudah punya tunangan, kamu harus lebih memperhatikan nak Devano" kata ibunya menyahut sambil membaca majalah
"Iya bu" jawab keyra singkat
"Kak jalan ke malioboro yuk" ajak Nadine
"Ayuk, aku pesen taksi dulu ya" keyra mengeluarkan ponselnya tetapi dicegah Juna
"Nggak usah kak, kita pake mobil aja biar aku yang nyetir ntar kakak yang nunjukin jalannya" Juna memamerkan kunci mobilnya yang langsung disetujui Nadine dengan sumringah
"Okelah kita pergi, ayah dan ibu ikut sekalian?" keyra menawari kedua orang tuanya
"Kalian pergi saja bertiga, kami mau istirahat saja capek" jawab ibunya sambil meluruskan kakinya di sofa
Setelah berpamitan dengan ayah dan ibunya mereka bertiga segera menuju malioboro
Di dalam mobil keyra memberi kabar pada Rangga yang saat ini sedang menginap di kost Nathan
__ADS_1
Melihat kakaknya sibuk dengan ponselnya, Nadin tidak tahan untuk menggoda kakaknya
"Berkirim pesan dengan pacar ya kak?" Nadin memanjangkan lehernya ke belakang berusaha melihat ponsel keyra
Keyra kaget dan buru buru menjauhkan ponselnya dari Nadin "eh tidak ini aku masih menjawab pesan dari teman" suara keyra yang gugup membuat kedua adiknya yang duduk di depan tertawa
"Kak kalau dengan kita nggak usah gugup gitu, kita nggak bakal ngadu ke ayah ibu kok" Juna masih terkekeh melihat wajah panik keyra
"Kamu sih kak Juna dulu yang ngaduin kak Rangga jadi deh sekarang kak key takut ma kita" Nadin memukul lengan Juna
"iya dulu aku kira kak Rangga bukan cowok baik, maafin aku ya kak, sekarang aku tau kok kak Rangga itu orang baik, temen temenku yang dulu anak buah kak Rangga di KEPALA udah ceritain semua" Juna menatap keyra lewat kaca dengan wajah yang sungguh menyesal
"Eh udah nggak usah ngomongin masa lalu" jawab keyra terharu mendengar kata kata adik adiknya
Setelah sampai di malioboro, mereka segera berjalan menyusuri sepanjang jalan
Nadin membeli banyak kaos, sandal, tas bahkan sampai gantungan kunci yang unik unik khas jogja, untuk oleh oleh teman temannya sekolah
Sedangkan Juna lebih tertarik pada miniatur montor dan mobil yang terbuat dari kayu
Mereka juga berlama lama di sebuah toko souvenir terlengkap di sana, membelikan batik couple untuk ayah dan ibu mereka juga beberapa barang barang kuno tempo dulu yang mungkin akan disukai ibunya
Keyra tersenyum geli melihat adiknya yang tadi kalap belanja
"Kita cari makan jangan di sini ya terlalu rame, kita ke mobil aja dulu naruh barang barang belanjaanmu itu" usul keyra
"Iya kak, pegel banget nih" kembali Nadin merengek
"Makanya kalau belanja jangan kalap" gerutu Juna sebel karena kebanyakan belanjaan akhirnya dirinya dan keyra harus ikut membantu membawa sebagian belanjaan Nadin
"Mumpung dikasih uang ayah lumayan banyak kak" jawab Nadin sambil cengengesan
"Hhh dasar aji mumpung lu" Juna tambah sewot dengar jawaban adiknya, keyra hanya tersenyum mendengar percakapan kedua adiknya itu
Segera setelah memasukkan barang barang belanjaan di bagasi mobil, mereka meninggalkan malioboro menuju kedai pizza karena Nadin pengen makan pizza
"Ah menunggu lima belas menit, lama sekali" gerutu Nadin ketika selesai memesan menu pelayan menyuruhnya menunggu lima belas menit
"Sabar, pizza memang lama, kalau mau cepat harusnya tadi makan nasi gudeg" hibur keyra
__ADS_1
"kak ponsel mu bunyi tuh" Juna menunjuk ponsel keyra yang diletakkan di dekat nya
Keyra melirik layar ponselnya dengan malas dia menggeser tombol hijau
"Hallo"
"Hallo, lagi ngapain key?"
"masih makan di pizza bersama Juna dan Nadin mas"
"Jam segini baru makan malam? "
"Iya tadi kita jalan dulu ke malioboro"
"Kamu tuh.... Ngajak adik adikmu kenapa nggak di mall sih, kalau kamu kurang uang kan bisa minta ke aku"
"Mereka yang mau ke malioboro kok mas, katanya mumpung di jogja"
"Ya udah, aku belum bisa nemuin kamu tapi besok aku nemuin kamu dan orang tuamu"
"Iya mas"
Keyra menutup telpon dari Devano, "terima telpon dari tunangan kok nggak ada senyum senyumnya" goda Nadin pada kakaknya
"Iya beda banget waktu kirim pesan tadi di mobil, jangan jangan beda orang nih" Juna juga ikut menggoda membuat keyra salah tingkah
"Eh apaan sih sok tau deh kalian" gerutu keyra dengan gugup
"Kita tau kok kak kalau lu ngga cinta dengan Devano, kak bentar lagi lu bebas bisa kerja tidak lagi tergantung ayah ibu, lu batalin aja pertunanganmu, lagian ayah sekarang udah benar benar sehat kok" kata Juna membuat keyra mengerutkan keningnya melihat adiknya yang sudah banyak berubah ini
"Iya kak, lu nggak bisa menghabiskan hidupmu bersama orang yang nggak lu cintai"Nadin menambahkan dukungan atas saran Juna
"Lagian gue sebel ma tunangan lu itu kak, songongnya nggak ketulungan, kalau ngomong ketinggian sampai ke awan nggak takut ketabrak pesawat dia" Juna mengomel membicarakan Devano, keyra dan Nadin tidak bisa menahan tertawa mereka mendengarnya
"Dengerin kakak ya, kalian udah dewasa kalau suatu saat nanti kakak mengecewakan ayah dan ibu, kalian berdua harus tetap rukun, semoga kalian kelak bisa hidup bahagia, menemukan pasangan hidup yang kalian cinta dan yang disukai ayah ibu" mata keyra berkaca kaca saat mengucapkan kata katanya
"Kak lu juga harus bahagia, harus kak" Nadin menggenggam tangan keyra, matanya juga mulai berkaca kaca
"Iya kak, kita akan dukung lu" Juna pun tidak kalah mendukung kakaknya
__ADS_1