
"Cari siapa ya?" tanya seorang wanita yang berdiri di depan pintu rumahnya, wanita itu berumur sekitar 50 tahun, wajahnya masih sangat ayu khas orang jawa dengan kulit sawo matang
"Saya mencari Clara, hmm atau keyra" wanita setengah baya itu tampak terkejut, dia memperhatikan pemuda di depannya dengan teliti
Pemuda tinggi dengan kulit sawo matang, hidung mancung, alis tebal terlihat maskulin dengan celana jeans dan kaos casual berwarna merah marun
"Anda siapa?" sengaja wanita itu merubah bicaranya yang semula menggunakan bahasa inggris kini menjadi bahasa Indonesia karena dia yakin pemuda di depannya adalah orang Indonesia
"Perkenalkan saya Rangga" Rangga tersenyum sopan sambil mengulurkan tangannya
Wanita itu sedikit terkejut namun sesaat kemudian tersenyum hangat dan menyambut uluran tangan Rangga
"Saya Gendis, mommy nya keyra"
"Ayo masuk Rangga, kita ngobrol di dalam mommy sudah lama pengen ketemu kamu" Gendis membuka pintu rumahnya lebar dan menyuruh Rangga masuk
"Jadi akhirnya kamu bisa menemukan keyra, apakah keadaannya sudah aman? " tanya gendis sambil menghidangkan teh hangat dan kue lapis tampak kehidupan mereka sangat Indonesia
"Iya saya sudah berhasil membeli Crown bank milik keluarga Devano adiguna, karena itu saya kesini untuk menemui keyra" jawab Rangga dengan penuh percaya diri
"Wow benarkah? Kamu sungguh hebat, mom dengar mereka adalah keluarga yang sangat kuat" Setiap berbicara mata Gendis selalu bersinar indah seolah mata itu ikut berbicara
"Aku pulang honey, oh ada tamu?" seorang pria bule bermata biru dan tampan seumuran dengan Gendis
"Coba tebak siapa yang datang ini Andrew? " Gendis menyambut suaminya dengan senyum misterius
Pria yang disebut Andrew itu mengernyitkan dahinya berpikir mengingat ingat pemuda di depannya, dia merasa seperti pernah mengenalnya
Sesaat kemudian dia menggelengkan kepalanya tanda menyerah, Gendis tertawa melihat ekspresi Andrew
"Honey, pemuda ini adalah Rangga, Rangganya keyra" jelas Gendis membuat Andrew terkejut
Rangga segera berdiri dan mengulurkan tangannya pada Andrew, dan Andrew pun membalas uluran tangan Rangga
__ADS_1
"Rangga ini daddy nya keyra" Gendis memperkenalkan Andrew pada Rangga
"Saya tadi sempat merasa mengenalnya, sekarang saya ingat dulu sekali awal keyra tinggal bersama kita, kita sering melihat fotomu di ponsel keyra yang selalu dipegangnya ketika dia tertidur"
Cerita Andrew membuat hati Rangga merasa hangat, dia sungguh senang keyra tidak melupakannya
"Om tante, sekarang keyra ada dimana?" tanya Rangga
"Panggil kami mommy dan daddy sama seperti keyra memanggil kami" pinta Gendis yang disetujui oleh anggukan Rangga
"Kenapa kamu tidak pulang bersama keyra, dad?" tanya Gendis pada Andrew
"Tadi keyra menelponku jika pekerjaan nya belum selesai dan dia akan pulang di antar Charles" jelaa Andrew
"Oohh seperti itu, bersabarlah Rangga sebenarnya hari kamis seperti ini keyra tidak bekerja tapi semalam dia mendapat telpon dari kantornya untuk lembur menyelesaikan pekerjaannya yang sudah hampir deadline, biasanya sebelum petang keyra sudah sampai rumah" Gendis menghibur Rangga untuk sabar menunggu
Mereka bertiga bercerita dengan akrab dan penuh suasana kekeluargaan, Iwan benar keluarga baru keyra sangat hangat dan ramah
Menjelang petang sebuah mobil berhenti di depan rumah keluarga baru keyra
"Ah iya benar mereka datang, kami akan masuk sambutlah keyra Rangga, dia pasti sangat bahagia" Gendis kemudian menggandeng tangan Andrew dan masuk ke ruang dalam memberi kesempatan pada Rangga untuk bicara berdua dengan keyra
"mampirlah sebentar, kau bisa ikut makan malam bersama kami" ajak keyra kepada Charles
"Aku sangat ingin tapi aku berjanji untuk makan malam di rumah ibuku" jawab Charles dengan tatapan yang membuat hati Rangga merasa tidak enak menyaksikannya dari dalam rumah
"Baiklah terima kasih sudah mengantarku, sampai jumpa hari senin ya" keyra mengucapkan kata perpisahan dengan tersenyum ramah
"bye Clara" Charles mencondongkan badannya untuk mencium pipi keyra tetapi keyra memalingkan wajahnya dengan cepat sehingga Charles hanya mencium rambut keyra
"Kau selalu menolakku" Charles tersenyum kecut kemudian kembali masuk ke dalam mobilnya
Keyra menunggu sampai mobil Charles pergi baru dia melangkah masuk, ketika sampai di pintu rumahnya keyra tertegun melihat sosok yang sangat dikenalnya
__ADS_1
"Apa kabar sayang?" sapa Rangga dengan senyum menawannya
Keyra masuk ke dalam ruang tamu dengan ragu ragu "Rangga kau disini?" tanya keyra seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya
"Iya aku disini sayang" Rangga merengkuh tubuh keyra ke dalam pelukannya dan memeluknya sangat erat enggan dilepaskannya
Keyra menghirup aroma tubuh yang sangat dirindukannya selama dua tahun ini, hatinya hangat merasakan pelukan Rangga tapi pikirannya menolak keadaan ini dengan segera
"Kau tidak seharusnya berada disini Rangga" keyra meronta berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Rangga
"Kau akan membahayakan dirimu dan juga ayahku" ucap keyra lirih sesaat setelah Rangga melepaskan pelukannya
Rangga tersenyum melihat ketakutan keyra "kita sudah menang sayang, Devano tidak lagi sanggup mengancam kita, ayo aku ceritakan kepadamu" Rangga mengajak keyra duduk
Rangga kemudian menceritakan bagaimana Devano ditangkap karena penggunaan narkoba hingga akhirnya Crown bank berhasil menjadi milik Rangga
"Kamu tidak sedang berbohong padaku kan Rangga?" tanya keyra menyelidik
"Kau tidak percaya padaku sayang?" tanya Rangga dengan wajah menggelap, dia tidak menyangka begitu sulit menyakinkan keyra
"Aku tidak..... Aku bingung" keyra merasa bersalah telah meragukan Rangga
"Apa kau tidak pernah melihat berita di internet tentang aku atau Devano?" tanya Rangga setelah menguasai rasa kecewanya
Keyra hanya menggelengkan kepalanya, "baiklah mari kita lihat bersama" Rangga mengeluarkan ponselnya mengetik beberapa kata dan muncullah berita tentang penangkapan Devano dan juga proses akuisisi Crown bank oleh Edelweiss grup
Rangga menyerahkan ponselnya untuk dibaca oleh keyra, keyra membaca berita berita itu pelan pelan
"Jadi ini semua benar?" tanya keyra lagi kali ini ada senyum di bibirnya
"Pasti benar sayang, mana mungkin aku berbohong padamu" jawab Rangga lega melihat senyum keyra
"Aku senang sekali Rangga, akhirnya kita bisa terlepas dari ancaman Devano" keyra mulai menangis sambil memeluk Rangga
__ADS_1
Rangga membalas pelukan wanita yang dirindukannya itu dan mengecup pelipis keyra berulang kali