MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
menikahlah dengan ku


__ADS_3

Tangis Keyra makin lama makin melemah, kini Keyra sudah tidak menangis lagi matanya terpejam dengan kepala yang masih terbenam di dada Rangga.


"sayang.... kamu tidak apa apa?" tanya Rangga khawatir, Keyra menganggukkan kepalanya dengan tetap membenamkan kepalanya di dada Rangga


"sayang....menikahlah denganku, kita akan hadapi bersama, kau tidak akan tertekan sendirian lagi" Rangga mengucapkan kata katanya pelan kata demi kata agar Keyra tidak terlalu terkejut


Keyra menegakkan duduknya, dia tampak bingung mencerna perkataan Rangga


"kalau kita menikah siapa yang akan jadi waliku Rangga? ayahku pasti menolak, adek laki lakiku sama saja begitu juga dengan adek ayahku yang laki laki pastinya akan takut menentang ayahku" gumam Keyra lirih


"kita akan cari jalan, kita konsultasikan dulu dengan ustad dan KUA siapa tau mereka bisa kasih solusi tentang wali kamu, setelah kita menikah kita menghadap orang tuamu bersama, Yakinlah aku akan kerja keras agar hidupmu tidak kekurangan" Rangga berusaha menyakinkan Keyra


"aku tidak pernah takut hidup miskin Rangga, hanya saja aku selalu merasa buruk sebagai anak, aku juga merasa bersalah padamu Rangga, jika pacarmu bukan aku pasti hidupmu tidak ikut rumit, kadang aku berpikir aku sangat egois mempertahankan hubungan kita hanya karena aku merasa bahagia bersamamu tapi ini membuat orang tuaku dan kamu sama sama tidak bahagia, ini tidak adil untuk orang tuaku dan kamu" ujar Keyra lirih, tatapan matanya kosong


"siapa bilang aku tidak bahagia? aku bahagia dengan hubungan ini, aku mencintaimu, ingat waktu kita jadian aku berjanji tidak akan membuat hidupmu rumit lagi, jadi menikahlah denganku, aku yang akan bertanggung jawab dengan apa yang akan terjadi nanti" Rangga mengatakan semua katanya dengan sungguh sungguh


"apa yang ibumu katakan tadi di telpon sayang?" tanya Rangga yang tiba tiba terngingat dia belum sempat menanyakan percakapan di telpon tadi karena menuggu Keyra tenang dulu


"mulai saat ini aku disuruh hidup sendiri, mereka tidak akan mengirim uang lagi ke aku, sepertinya aku mulai di buang" jawab Keyra dengan senyum miris


"aku yang akan menafkahi mu sayang, aku akan segera mencari tau apakah kita bisa menikah tanpa ayahmu menjadi walinya" ujar Rangga tenang

__ADS_1


"tidak, aku tidak khawatir soal uang Rangga, kamu kan tau beberapa bulan ini aku terima gaji dari tugasku menjadi asisten dosen di fakultas ku, uang dari orang tuaku beberapa bulan ini benar benar tidak terpakai masih aman di tabungan, kamu tidak perlu menafkahi aku sebelum kita benar benar menikah, kebutuhanmu juga banyak Rangga, kamu harus bayar kuliah mu, membantu orang tuamu dan membatu sekolah adik adikmu" Keyra menolak niat Rangga untuk membantu keuanganya, Keyra merasa belum pantas merepotkan Rangga soal uang sebelum mereka berstatus suami istri.


"tapi sayang, kamu biasa hidup kecukupan, aku nggak mau kamu jadi susah" Rangga sangat mengkhawatirkan Keyra


"aku harus belajar hidup yang sesungguhnya Rangga, aku akan baik baik saja" Keyra menyakinkan


"eh, bukannya kamu harus pulang sore ini? pulanglah aku nggak mau kamu kemalaman di jalan" keyra mengingatkan kalau Rangga harus segera pulang


"nggak apa apa, aku pulang habis magrib aja, kita cari makan yuk, laper nih" ajak Rangga yang langsung disetujui Keyra


Habis magrib Keyra mengantarkan Rangga ke mobilnya untuk pulang


"Ranggaaa aku kan udah bil" mulut Keyra udah ditutup Rangga dengan sebuah kecupan lembut


"jangan protes, kalau protes lagi aku cium beneran nih" ancam Rangga membuat Keyra tidak berani lagi memprotesnya


"terima kasih ya" ucap keyra tulus


"kembali kasih sayang" Rangga tersenyum senang karena Keyra patuh


"jangan banyak berpikir, aku akan segera mencari informasi tentang pernikahan, aku akan menelponmu ketika sudah sampai" pamit Rangga pada Keyra, Keyra memeluk tubuh Rangga erat

__ADS_1


"aku cinta kamu Rangga" isak Keyra kembali


"aku juga cinta kamu" Rangga membalas pelukan Keyra sambil mengelus rambut Keyra


Setelah beberapa saat mereka berpelukan, dengan enggan Keyra melepaskan pelukannya dan sekali lagi rangga pamit, masuk mobil dan pulang


Keyra langsung menuju kamar Laras, mengetuk pintu sebentar dan kemudian masuk setelah mendengar suara Laras menyuruhnya masuk.


"Gimana key? Gimana ibumu? Trus apa yang akan kamu dan Rangga lakukan? " Laras menanyai keyra dengan banyak pertanyaan sekaligus dengan wajah penuh khawatir


Keyra tersenyum melihat reaksi Laras, Laras adalah sahabat terdekatnya, dia teman dari awal masuk kuliah dan kebetulan kamar kost merekapun bersebelahan sehingga nyaris tidak ada rahasia apapun di antara mereka berdua, mereka sudah lebih seperti saudara selalu berbagi suka dan duka bersama.


"Ibuku marah besar mulai sekarang mereka tidak akan mengirim uang kepadaku, Rangga mengusulkan kita segera menikah setelah menikah kita berdua menghadap ke orang tuaku" cerita keyra singkat, dia sudah merebahkan dirinya di kasur Laras


"Gue setuju tuh dengan Rangga kalau kalian menikah akan lebih mudah menghadapi orang tuamu bersama, tapi gimana dengan kuliahmu? Setelah menikah kalian tinggal dimana? " Laras yang semula menyetujui usul Rangga kemudian dia sendiri merasa bingung dengan usulan tersebut


"Entalah Laras, aku belum bisa berpikir jernih, kamu tau kadang aku merasa lelah dengan masalah ini bertahun tahun dan tetap saja tidak ada solusinya, kadang aku merasa Rangga akan lebih bahagia jika tidak bersamaku" mata keyra melihat ke arah langit langit kamar Laras dengan tatapan kosong jelas terlihat rasa putus asa di matanya


"Lu nggak bisa berpikir gitu key, bahagia Rangga tuh bersamamu, kalau dia tidak merasa bahagia tidak mungkin juga dia bertahan selama dan sejauh ini, dan yang paling penting lagi adalah kalau lu nyerah hidup lu yang paling tidak bahagia"


Keyra terdiam mendengar kata kata Laras, selama dia hidup dia selalu hidup berdasarkan keinginan orang tuanya, semuanya sudah diatur dan ditentukan oleh orang tuanya, suka tidak suka keyra harus menjalani kehidupan yang diinginkan oleh orang tuanya, hanya hubungannya dengan Rangga lah satu satunya hal dalam hidupnya yang diluar aturan dari orang tuanya dan inilah sumber masalahnya tapi tidak dapat dipungkiri satu satunya hal inilah yang paling membuat keyra bahagia, dia merasa menjadi manusia ketika bersama Rangga, hidupnya penuh warna bersama Rangga dan itu seperti setitik keajaiban dalam hidupnya yang membosankan.

__ADS_1


__ADS_2