
Satu minggu ini keyra sudah kembali hidup normal di jogja seperti sebelumnya, tepat sehari sesudah pertunangan mereka, keyra dan Devano pergi bersama ke jogja tapi setelah itu sampai hari ini mereka belum bertemu lagi, mungkin Devano sibuk dengan pekerjaan barunya sebagai direktur cabang jogja bank swasta milik keluarganya
Seperti biasa keyra disibukkan dengan kegiatan kuliah dan tugas tugasnya sebagai asisten dosen prof Rendra. Keyra baru saja selesai menemui prof Rendra, dia berniat untuk pulang ke kostnya dengan berjalan kaki tiba tiba sebuah mobil yang sangat dikenalnya menghampirinya
"Ayo masuk sayang" seru Rangga setelah membuka jendela mobilnya
"Tidak Rangga, pulanglah kita tidak bisa bertemu lagi" tolak keyra tegas walau hatinya terasa sedih menahan rindu
"Ayolah kita harus bicara" bujuk Rangga lembut
Suara klakson dari mobil di belakang Rangga mulai terdengar tidak sabar
"Kamu harus pergi Rangga, kamu bikin macet jalan" keyra mulai gusar ketika suara klakson dari mobil belakang mulai terdengar lagi
"Aku tidak akan pergi sebelum kamu naik" kata Rangga cuek sambil menyandarkan kepalanya dengan santai di kursi kemudi
Keyra menghela nafas dan kemudian masuk ke dalam mobil Rangga karena tidak ingin suara klakson dari mobil belakang berbunyi lagi
Rangga tersenyum melihat keyra masuk kemudian dia segera melajukan mobilnya
"kamu tidak bisa seperti ini Rangga, memaksakan kehendakmu sesukamu" gerutu keyra sebal melihat ke arah Rangga yang tersenyum
"Maafkan aku tapi kalau aku tidak memaksa, kamu tidak akan bicara denganku" jawab Rangga lembut
"Tidak ada yang bisa kita bicarakan lagi Rangga, kita tidak boleh bertemu lagi, aku sudah bertunangan" ujar keyra kembali mengingatkan statusnya kini
__ADS_1
Raut wajah Rangga menjadi gelap mendengar hal itu
"Kita bicarakan nanti ya, sekarang kita cari tempat yang aman dulu untuk bicara agar kamu tidak ketahuan oleh tunanganmu itu" jawab Rangga tetap tenang dan lembut seperti biasa
Keyra hanya membuang muka menghadap ke jendela, tidak ada gunanya menentang Rangga saat ini dan memang seharusnya kita bicara, batin keyra
Keyra terbangun tanpa sadar dia tertidur di mobil Rangga, dia melihat disekitarnya seperti sebuah kamar, keyra langsung duduk dan menajamkan pandangannya ke sekelilingnya dengan waspada
"Kamu sudah bangun" sapa Rangga yang baru saja keluar dari kamar mandi
"Rangga, kita dimana? Jangan gila kamu! Aku mau pulang sekarang!" suara keyra terdengar panik dia langsung berlari ke arah pintu tetapi segera dipeluk dari belakang oleh Rangga, keyra meronta tapi tenaga Rangga jauh lebih kuat
"Tenanglah sayang, aku tidak akan macam macam, aku tidak akan merusakmu, aku hanya ingin kita dapat bicara berdua" bisik Rangga masih terus memeluk erat keyra
"Baiklah mari kita bicara" ujar keyra melemah, dia sudah tidak lagi meronta dan Rangga pun melepaskan pelukannya
"Rangga aku benar benar minta maaf atas pertunanganku, aku tidak punya pilihan lain, aku menyerah dan kita tidak bisa bersama lagi" keyra mengatakan setiap perkataannya pelan, keyra berusaha tampak tenang dia tidak ingin menangis saat ini
"Key, aku ngerti sekarang ini kamu tidak punya pilihan lain selain menerima pertunanganmu, tapi bukan berarti kita menyerah sayang"
"Apa maksudmu Rangga? Kalau kita tetap melanjutkan hubungan kita, kita tampak seperti pasangan selingkuh"
"Aku nggak masalah dianggap sebagai selingkuhanmu atau pria simpananmu, dengarkan aku kita bisa tetap bersama sambil menunggu kondisi ayahmu membaik dan stabil, kemudian kita akan melanjutkan rencana pernikahan kita dan menghadap orang tuamu"
"Tapi bagaimana kalau ayahku sembuh dalam waktu lama?"
__ADS_1
"Tidak masalah berapa lamapun itu aku akan menunggu"
"Rangga, jika seperti ini aku merasa menjadi anak yang buruk untuk orang tuaku, tunangan yang buruk untuk Devano dan juga pacar yang buruk untuk mu"
Rangga berlutut di depan keyra "dengar sayang kalau kamu seperti kemarin kamu merasa menjadi anak yang berbakti tapi kamu menyakiti Devano karena kamu dingin dengan nya, menyakiti aku dan yang paling parah kamu menyakiti dirimu sendiri, kamu tidak bisa membohongi dirimu kalau kamu bahagia, kamu tidak bisa menghabiskan sisa hidupmu dengan ketidak bahagiaan"
"Aku tidak tau apa aku masih bisa bahagia Rangga?" tanya keyra pelan
Rangga mengangkat dagu keyra agar keyra menatap nya
"Kita bisa bahagia kalau kita tidak berhenti memperjuangkannya, aku mohon sayang tetaplah berjuang bersamaku, kamu mau kan?"
"Ya aku mau Rangga" Tangis yang dari tadi ditahan keyra akhirnya pecah
Rangga kembali duduk disamping keyra dan memeluknya erat
"Rangga ayo kita pulang, tidak baik kita berduaan di kamar hotel seperti ini" ajak keyra setelah dia cukup tenang
"Kita disini saja sayang, ini tempat yang aman agar tunanganmu tidak melihat kita bersama, aku berjanji tidak akan merusakmu, kamu percaya padaku kan?"
"Baiklah, aku percaya padamu" setelah mendengar pernyataan setuju dari keyra, Rangga mencium bibir keyra dalam, makin lama ciumannya makin panas karena keyra juga membalasnya, cukup lama mereka berciuman melepaskan rasa rindu mereka, mereka menyudahi ciuman mereka dengan terengah engah
"Tidak akan terjadi lebih jauh selain berciuman, aku janji" bisik Rangga membuat wajah keyra memerah malu
Keyra tiduran di pangkuan Rangga yang masih tetap duduk di sofa, Rangga membelai rambut keyra dengan sayang mereka berbincang sebentar tak lama kemudian keyra tertidur nyenyak di pangkuan Rangga.
__ADS_1
Rangga menggendong keyra dan menidurkannya pelan ke atas kasur, kemudian dia menyalakan laptopnya dan mulai asyik dengan pekerjaannya