MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
Aku lebih mengenalmu


__ADS_3

Hari rabu pagi Rangga sudah sampai menjemput keyra dari kostnya


"Ngantuk nggak? Kalau ngantuk biar aku aja yang gantiin nyetir, kamu tidur dulu" keyra menawarkan diri menggantikan Rangga menyetir karena melihat Rangga beberapa kali menguap


"Iya nih sayang, kita gantian ya mataku udah sepet banget" gumam Rangga sambil menepikan mobilnya


Kemudian mereka berganti posisi dan Rangga pun langsung terlelap di kursi penumpang


Keyra melirik ke arah Rangga yang tertidur lelap dengan tersenyum penuh sayang, keyra sengaja menyetir dengan lambat seolah ingin memperlama berada di dekat Rangga


🌻🌻🌻🌻🌻


Rangga bangun dari tidurnya melihat keyra dan sekelilingnya kemudian melihat jam tangannya


"Sayang kamu nyetir lambat sekali, harusnya kita sudah sampai setengah jam yang lalu, ini kok masih sampai sini?" tanya Rangga heran


"Tenang paling lima belas menit lagi kita sampai" jawab keyra kalem sambil tersenyum


"Kamu capek nyetir jauh ya? Yuk gantian lagi" Rangga mengusap wajahnya sebentar memastikan kalau dia sudah tidak mengantuk


"Nggak usah bentar lagi nyampe kok, aku nggak capek sengaja nyetir pelan aja sambil menikmati pemandangan" tolak keyra dengan ringan


"Kamu kok akhir akhir ini agak aneh sih sayang?" tanya Rangga sambil memperhatikan keyra dengan penuh selidik


"Ah masak? Aneh apanya? Apa aku sudah tidak cantik lagi?" keyra berusaha menggoda Rangga tapi sepertinya Rangga sedang tidak dalam suasana hati yang baik untuk bercanda


"Kamu selalu cantik sayang" Rangga mencubit pipi keyra kemudian kembali bersandar dengan mata yang tertutup, keyra cuma melirik Rangga sebentar


Setelah sampai Rangga langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur masih dengan mata terpejam

__ADS_1


Keyra merasa heran dengan sikap Rangga, mendekatinya dan duduk di samping Rangga


"Kamu masih ngantuk Rangga?" tanya keyra hati hati seperti takut Rangga terganggu


Rangga membuka matanya dan menatap dalam ke arah keyra lama seperti ingin melihat isi pikiran keyra


Keyra yang dilihat Rangga seperti itu merasa jengah, kemudian berdiri hendak beranjak pergi tapi ditahan oleh tangan Rangga


"Tidur sini disampingku" Rangga menggeser tubuhnya memberi tempat untuk keyra tidur di samping nya


Keyra membaringkan dirinya di samping Rangga, Rangga memiringkan tubuhnya menghadap keyra dan memeluknya lama, keyra hanya diam saja membiarkan Rangga memeluknya sambil menikmati aroma tubuh Rangga yang selalu dirindukannya


Rangga melepaskan pelukannya dan mencium kening keyra berulang kali


"Key, kumohon jujurlah padaku apa sebenarnya yang kamu rencanakan setelah wisudamu?" tanya Rangga menuntut


"Aku kenal kamu tidak sebulan dua bulan key, kita bersama hampir lima tahun, aku mengenalmu bahkan lebih baik dari orang tuamu" Rangga berbicara dengan nada mengintimidasi tidak ingin lagi keyra berbohong padanya


"Katakan padaku keyra, aku akan menerima apapun itu" tegas Rangga mulai tidak sabar ketika melihat keyra masih saja diam


Keyra melirik ke arah Rangga, sejujurnya nyalinya menciut melihat Rangga marah seperti itu, selama lima tahun mereka bersama keyra sering melihat bagaimana jika Rangga marah tapi belum pernah sekalipun Rangga marah dengannya


Selama ini Rangga selalu sabar menghadapinya, bahkan jika keyra sudah keterlaluan pun tetap saja Rangga tidak marah


Tapi saat ini Rangga terlihat sangat gusar, dia benar benar tidak bisa dialihkan oleh apapun


"Kau seperti akan pergi jauh, kau tampak seperti ingin membuat pesta perpisahan untuk kita, sebenarnya ada apa?" suara Rangga sudah melembut seperti biasanya, dia kembali mengecup kening keyra


Keyra menyandarkan kepalanya di dada Rangga, matanya mulai berkaca kaca

__ADS_1


"Rangga aku merasa sesuatu yang buruk akan terjadi pada kita, sudah sebulan ini aku selalu gelisah" keyra mengusap air matanya yang mulai jatuh, dia ingin menyelesaikan bicaranya tanpa menangis


"waktu malam kamu bertemu aku di pesta yang aku kesakitan karena haid, ingat?" tanya keyra dan Rangga mengangguk sambil mengusap rambut keyra


"Di sana aku bertemu orang tua Devano, papa Devano waktu itu bilang bahwa seharusnya kita mulai merencanakan pernikahan setelah aku wisuda, waktu itu aku pikir itu hanya sekedar saran basa basi saja, tetapi ketika makin hari aku makin gelisah aku mulai menghubungkan perkataan papa Devano dengan firasatku" keyra berhenti bicara sejenak, menghapus air matanya lagi


"apa yang kau rencanakan?" tanya Rangga dingin, tatapannya makin dingin


"Aku ditawari bekerja di kantor akuntan publik milik profersor Rendra di Sidney, aku belum mengiyakan tapi jika aku sudah terdesak sudah tidak bisa menghindar lagi dari pernikahan dengan Devano, aku pikir aku akan menerima tawaran itu dan kembali setelah orang tuaku tidak lagi memaksaku" keyra berkata lirih sambil mengencangkan genggaman tanganya pada sprei di dekat Rangga, kali ini keyra sungguh takut Rangga menjadi marah


Di luar dugaan keyra, Rangga mengangkat dagu keyra sehingga keyra menatapnya kemudian dengan lembut Rangga mencium bibirnya


Mendapati Rangga tidak marah bahkan menciumnya dengan sangat lembut, ciumannya kali ini bisa dirasakan keyra Rangga menciumnya tidak dengan nafsu melainkan lebih untuk mengungkapkan begitu besar rasa cintanya, air mata keyra turun lebih banyak


Rangga mengakhiri ciumannya dan menghapus air mata keyra dengan sayang


"Jika itu yang kau putuskan, berjanjilah padaku untuk tetap menghubungiku dimanapun nanti kau pergi, atau kita bisa pergi bersama" Rangga masih menatap keyra dengan tajam namun tatapannya sudah berubah lembut tidak sedingin tadi


"Tidak Rangga, kau tidak bisa ikut pergi, pekerjaanmu mulai membaik, usahamu mulai berkembang, kau tidak bisa meninggalkan semuanya disini" keyra duduk dan bicara dengan tegas


"Tidak masalah untuk ku, kau adalah yang terpenting di hidupku" jawab Rangga tidak kalah tegas


"Kau tidak bisa egois Rangga, kau kebanggaan orang tuamu, kau tidak bisa menhacurkan harapan mereka. Aku ingin tetaplah disini jadilah yang terbaik berjuanglah untuk mengungguli Devano sehingga orang tuaku bisa menerimamu suatu saat nanti, sementara itu biar aku pergi menyelamatkan diriku dari pernikahan dengan Devano" keyra bersungguh sungguh dengan setiap perkataannya berusaha membuat Rangga menyetujui langkahnya


Rangga terus menatap tajam ke arah keyra seperti mengukur seberapa besar kejujuran keyra


Rangga menghela nafas berat "oke kalau itu maumu, jika apa yang kau khawatirkan terjadi kau akan menyelamatkan dirimu dan aku tetap disini berjuang untuk mengalahkan Dia, tapi berjanjilah untuk terus menghubungiku, aku akan mengunjungimu sesekali disana" Rangga menggenggam tangan keyra dengan erat dan menatapnya dengan tatapan memohon


Keyra mengangguk dan memeluk Rangga erat, tangis keyra pecah di dalam pelukan Rangga

__ADS_1


__ADS_2