
Keyra lebih memilih banyak di kamar, dia dan Rangga hanya keluar untuk makan, keyra sama sekali tidak berminat pergi jalan jalan atau berbelanja
"Kamu tidak bosan hanya tiduran dan memelukku saja?" tanya Rangga heran melihat keyra yang dari tadi lebih banyak tiduran sambil menyandarkan kepalanya di dada Rangga
"Ya udah kalau kamu nggak suka, aku akan minggir" gerutu keyra sambil cemberut dia menggeser tubuhnya menjauhi Rangga
Rangga terkekeh melihat tingkah keyra dengan cepat dia juga menggeser tubuhnya agar kembali dekat dengan keyra
"Gitu aja marah, aku suka, suka sekali sayang" bisik Rangga di telinga keyra
"Aku masih pengen peluk kamu aja, kamu udah cerewet gitu" protes keyra dengan nada merajuk
"Aku hanya merasa sedih kalau kamu begini, kamu bertingkah seperti kita tidak akan bertemu lagi" wajah Rangga tampak kembali muram
"Kita sudah membicarakan rencana kita Rangga, memang tidak mudah, karena itu aku ingin menikmati apa yang sekarang ini bersamamu" keyra membelai lembut wajah Rangga berusaha menenangkannya
"Berjanjilah untuk terus menjaga kontak dengan ku, kita akan terus berjuang bersama" sekali lagi keyra mengangguk mendengar permintaan Rangga
"Jam berapa besok teman temanmu datang?" tanya Rangga
"Dari jogja pagi mungkin sebelum tengah hari sudah sampai sini" keyra kembali memeluk Rangga dan membenamkan kepalanya di dada Rangga menghirup sepuasnya aroma tubuh Rangga
"Sayang kau menggodaku, kalau aku tidak tahan gimana?" suara Rangga terdengar serak mengeluhkan tingkah keyra pada dirinya
Wajah keyra memerah malu kemudian dia melepaskan pelukannya dan tidur membelakangi Rangga dan Rangga pun memeluknya dari belakang sampai mereka berdua tertidur
🌻🌻🌻🌻🌻
Esoknya sekitar jam 11 siang dua mobil datang, mobil Laras berisi Laras, Norma, Wulan dan Ivan, Ivan adalah pacar Laras.
Sedangkan mobil satunya adalah mobil Nathan yang datang bersama Nico
Rangga dan keyra menyambut teman temannya dengan senang, keyra memesan dua kamar lagi. Satu untuk Nathan dan Nico, Ivan akan tidur bersama Rangga. Sedangkan untuk para gadis keyra memesan kamar yang lebih besar yang bisa memuat empat orang karena mereka berempat tidak ingin tidur terpisah
Setelah teman temannya meletakkan barang barang mereka di dalam kamar, mereka semua pergi makan siang di restoran seafood dekat dengan hotel
__ADS_1
"Dari aku telpon Rangga waktu itu kamu belum balik ke Semarang, Nic? "
Keyra bertanya pada Nico yang memang kuliah di Semarang
"Waktu dia dengar aku ngajak Nathan dia langsung minta ikut sayang, pedahal katanya eneg liat aku" Rangga mengadu pada keyra dengan nada tidak suka yang dibuat buat
"Emang gue eneg liat lu tapi gue rindu liat keyra, lu tambah cantik aja key" Nathan mengeluarkan rayuan mautnya
Rangga menjitak kepala Nico membuat Nico mengaduh membuat semua orang tertawa
"Nyali lu gede juga berani ngerayu pacar gue di depan gue" gerutu Rangga sambil memeluk keyra
"Nggak usah posesif gitu bro, lu nggak nginget dulu gue duluan yang deketin keyra" Nico membela diri
"Tapi keyra milih gue" balas Rangga
"Tuh liat key betapa arogannya cowok lu, heran gue apa sih lebihnya Rangga dari gue?" Nico masih saja belum terima dikalahkan oleh Rangga
"Dia itu yang terbaik" ucap keyra melirik Rangga masih dengan tertawa
"Bosen juga lu nyamperin gue terus" Nathan melempar tisu ke arah Nico
"Ogah gue nyariin lu pacar, lu playboy kasian temen gue lah" keyra menimpali perkataan Nico
"Gue sekarang udah nggak playboy lagi tau" Nico cengengesan, disampingnya Nathan menggelengkan kepalanya sambil tanganya memberi kode kalau Nathan bohong, keyra dan teman temannya tertawa melihatnya
"Hei Norma...... Gimana Nathan menurut lu?" tanya Rangga pada Norma
Norma kaget kenapa Rangga menanyakan Nathan padanya "hmm lumayan baik" jawab Norma tergagap
"Nathan ini temen naik gunung gue, kalau lo jadian dengan dia kalian bisa kencan naik gunung bareng" usul Rangga sambil mengerling ke arah Nathan
"Eh emangnya lu suka naik gunung juga Norma?" tanya Nathan
"Eh iya tapi dulu pas SMA, sekarang udah nggak pernah lagi" jawab Norma agak canggung
__ADS_1
"Ikut gue ma Rangga aja, kita masih suka naik kok walau jarang setahun sekali dua kali" ajak Nathan
"Gue udah pernah ajakin, katanya dia malu nggak ada yang kenal kalau keyra ikut baru dia mau ikut, lah lu nunggu keyra ikut sampai jadi nenek juga nggak kesampaian" celetuk Rangga
Norma dan keyra tertawa, "lu sih key feminim banget" Norma terkekeh
"Eh tapi mereka biar yang satu petakilan yang satu kalem tetep aja nyambung ya" celetuk Wulan
"Dia yang nempel ke gue terus sih" Rangga cengengesan sambil melirik keyra
"Oohh gitu, ya udah jauhan sana" sewot keyra sambil menggeser duduk nya menjauhi Rangga dan mendekati Wulan
"Eit jangan gitu dong sayang, kasian Wulan tuh sempit" Rangga menarik tangan keyra agar mendekat kembali padanya
"Rasain lu makanya jangan sok ganteng" celetuk Laras yang dari tadi sibuk ngobrol dengan Ivan jadi ikut nimbrung ke obrolan temen temennya
Sesaat kemudian makanan pesanan mereka datang, semua telah mengambil nasi masing masing kecuali Rangga dia tetap membiarkan piringnya kosong
Rangga mengisi piring kosongnya dengan kepiting, mengupasnya dan ditaruh di piring keyra kemudian keyra menyuapi Rangga dan dirinya sendiri bergantian
"Emang kenyang lu makan sepiring berdua gitu?" tanya Wulan
U
Keyra mengangguk "gue ambilnya nasi udah gue banyakin kok"
"Tuh sayang kita harusnya seperti mereka" rajuk Laras pada Ivan
"Nggak kenyang aku kalau suruh seperti mereka" jawab Ivan tertawa
"Ini mereka berdua jagonya bikin para jomblo makin ngenes" kata Norma
"Keyra itu doyan seafood tapi nggak mau pegang yang masih utuh, aneh kan?" kata Rangga menjelaskan kenapa dia mengupaskan kepiting, mengiriskan ikan dan udang ke piring keyra
"Ah perasaan nggak cuma seafood deh, bakso lu belah belahin, ayam lu suwir suwir pokoknya kalau makan bareng keyra lu yang repot" sanggah Nathan tentang kebiasaan Rangga sejak SMA
__ADS_1
"Itu karena dia yang terbaik" bela keyra yang langsung disambut anggukan dari Rangga dan cibiran dari teman temannya