
"Selamat ya kak" teriak Nadin menghambur memeluk keyra begitu melihat keyra keluar ruang wisuda bersama ayah dan ibunya
"Kamu terlihat keren kak waktu dipanggil keyra wisnutama putri bapak Wisnutama dan Ibu Trihastuti sebagai lulusan terbaik dan termuda, semua orang berdecak kagum di seluruh ruangan" Juna terkagum kagum menyapa kakaknya
"Terima kasih ya" keyra tersenyum sumringah pada kedua adiknya
"Selamat ya keyra sayang" Devano memberinya buket bunga mahal dan ciuman di kening keyra
"Terima kasih" jawab keyra seadanya, matanya diam diam mencari keberadaan Rangga dan teman temannya
"Keyraaaa..... Selamat ya" seru Norma yang menghampirinya dengan senyum lebar diikuti Wulan, Laras, Ivan dan Nathan
"Aih makasih gaes, aku nyariin kalian dari tadi" mata keyra berkaca kaca memeluk satu persatu teman temannya
"Kita foto foto dulu key" Nathan mengeluarkan kameranya sambil mengedipkan matanya memberi kode pada keyra
"Key, ayo pulang! Ibu udah capek nih" ajak ibunya memotong kebahagiaan keyra
"Ibu, bisakah nunggu sebentar, keyra akan mengambil foto dengan teman teman keyra di sekitar sini saja" mohon keyra pada ibunya
"Kamu bisa foto di studio terbaik di jogja key, sekarang kita pulang dulu aku juga sudah lapar" sahut Devano tampak tidak sabar
"Kita tunggu sebentar bu, kasian kak key tidak punya moment bersama teman temannya saat wisuda"
Juna mencoba membela keyra
"Waktu wisuda itu waktu bersama keluarga bukan waktu bermain main, kamu kira bisa di wisuda karena siapa? Pastinya karena biaya dari orang tuamu" suara ibunya mulai meninggi
"Iya ibu, baiklah kita pulang" keyra segera menyetujuinya tidak ingin ibunya menjadi histeris makin marah
Nadin dan Juna hanya bisa menghela nafas dan geleng geleng kepala melihat berulang kali kakaknya harus selalu mengalah untuk ibunya
Ketika keluarganya beranjak pergi, keyra menoleh ke teman temannya
__ADS_1
"Maafkan aku....sungguh maafkan aku" ujar keyra menyesal, air mata sudah jatuh ke pipinya
"Kita baik baik aja key, jangan risau" Laras sudah ikut menangis sambil memeluk keyra
"Keyra!!!" suara Devano yang berteriak dari dalam mobil yang sudah ada di dekat mereka
Keyra segera masuk ke dalam mobil sambil sekali lagi menengok ke arah teman temannya
"Gila gue belum pernah liat ibu yang sesinis ibunya keyra, Rangga kok bisa tahan punya calon mertua seperti itu" gerutu Nathan kesal
"Namanya juga cinta bro" sahut Ivan sambil menepuk bahu Nathan
Rangga menghampiri mereka
"Yuk kita makan siang, gue traktir kalian" ajak Rangga dengan suara ringan seperti tidak merasa terganggu dengan kejadian yang baru saja terjadi
"Maafin kita Rangga, kita gagal buat lu bisa foto bareng keyra" ujar Wulan dengan simpati
"Nggak apa apa, tadi gue udah bilang gue bisa liat keyra di wisuda aja udah syukur" Rangga tersenyum memastikan pada teman temannya kalau dia baik baik saja
"kalau gue udah kebal, gue sedih liat keyra nya kalau kejadian seperti tadi" jawab Rangga muram
"Iya pastilah posisi keyra serba salah, di sisi lain dia tidak bisa membantah orang tuanya di di sisi lain dia pasti nggak tega dengan lu Rangga" Laras masih saja menangis membicarakan keyra, di antara ketiga sahabatnya itu memang Laras yang paling mudah terharu karena dialah yang paling sering mendengar curhatan keyra
"Udah nangisnya sayang, ntar Rangga tambah sedih" hibur Ivan sambil memeluk Laras
"Yoi ayuk Kita pergi makan siang aja, jangan sedih terus ntar keyra matanya kedutan terus kita omongin di sini" Nathan berusaha mencairkan suasana
🌻🌻🌻🌻🌻
Di dalam mobil semua tampak diam, keyra yang duduk di kursi depan mendampingi Devano yang menyetir lebih banyak melihat ke arah jendela, dia benar benar tidak ingin bicara saat ini, dia sekuat tenaga untuk menahan tangisnya untuk tidak pecah
Devano memarkir mobilnya di sebuah restoran besar dan mahal, mereka semua turun untuk makan siang
__ADS_1
Selama makan siang keyra lebih banyak diam, hanya Devano dan ayah ibu keyra yang bersemangat ngobrol, Juna dan Nadin yang masih kesal dengan sikap ibunya juga lebih banyak diam tidak ingin membuat kakaknya makin sedih
"Oh iya om dan tante nanti malam papa dan mama akan mengunjungi om dan tante di hotel, mereka akan sampai jogja sore ini" kata Devano dengan ramah dan sopan
"Wah bagus sekali, kita makan malam bersama" jawab sang ayah bersemangat
"Kamu harus bersiap siap key, dandan yang cantik" ibunya memperingatkan keyra
"Iya ibu" jawab keyra sekenanya, semua yang aku takutkan akan dimulai malam ini, kata keyra dalam hati, pikirannya mulai gelisah
Setelah selesai makan siang mereka kembali di hotel untuk beristirahat bahkan ketika Juna dan Nadin mau mengajak keyra jalan jalan langsung dilarang oleh ibunya
Ibunya ingin keyra cukup istirahat untuk mempersiapkan diri makan malam bersama calon mertuanya
🌻🌻🌻🌻🌻
Saat makan siang, Rangga tampak sibuk dengan ponselnya
"Makan dulu Rangga" Wulan menyenggol Rangga untuk makan, dia sudah mengambilkan nasi dan lauknya di depan Rangga
"Eh iya terima kasih, jadi ngrepotin kamu Wulan, aku bisa ngambil sendiri kok" Rangga merasa tidak enak melihat Wulan menyiapkan makanan nya
"Nggak repot kok cuma ngambilin nasi dan lauk, lagian dari tadi kamu sibuk dengan ponselmu" jawab Wulan ramah kemudian mengambil tempat duduk tepat di samping Rangga
"Ini aku lagi nanyain kabar keyra" ujar Rangga sambil memulai makan
"Apa kata keyra?" tanya Laras dengan cemas
"Nanti malam orang tua Devano akan makan malam dengan keluarga keyra di hotel tempat mereka menginap" jawab Rangga pelan
Laras langsung meletakkan sendoknya dan memandang Rangga dengan mata berkaca kaca "Apakah itu artinya...... "
Laras tidak sanggup meneruskan perkataannya
__ADS_1
"Kita lihat nanti, Laras berjanji akan terus memberi kabar padaku" Rangga tetap memakan makanannya dengan tenang walau hatinya saat ini lebih gelisah dari Laras
"Lu jangan pulang dulu bro, liat perkembangan keyra siapa tau keyra butuh bantuan lu" saran Nathan pada sahabatnya itu dan Rangga menyetujuinya.