MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
keyra hamil


__ADS_3

Menjelang sore Nathan dan Juna tiba kembali di rumah Keyra, Norma memanggil Keyra untuk menemui Nathan di ruang keluarga


"bagaimana Nathan?" tanya Keyra lirih


Nathan menggelengkan kepalanya, "kami sudah menyusuri di sekitar kejadian, saat tengah hari polisi juga datang lagi untuk kembali memeriksa tempat itu tapi kami tidak menemukan tubuh Rangga"


"keadaan di tempat itu sungguh mengerikan kak, kami dan polisi berkesimpulan jika tidak mungkin ada yang selamat dalam kecelakaan itu, kami hanya menemukan cincin ini sepertinya punya kak Rangga" Juna menyerahkan sebuah cincin pada Keyra


Keyra menerima cincin itu, itu memang cincin pernikahan mereka, air mata Keyra kembali turun, Keyra menangis tanpa suara, dia memakai cincin Rangga di jari telunjuknya karena kebesaran kemudian berjalan masuk kembali ke kamarnya


Nathan menangkupkan kedua telapak tangannya menutupi wajahnya, dia kembali terisak, Norma memeluk suaminya dan menenangkannya


"aku gagal menjaga sahabatku, aku menghancurkan harapan Keyra, mereka berdua saudara bagiku tapi aku sungguh tidak berguna untuk mereka" isak Nathan dalam pelukan istrinya


"ini semua takdir Yang, kita akan membantu Keyra melewati ini semua, kita semua menyanyangi Rangga dan Keyra" hibur Norma pada Nathan


Laras menangis mendengar keluhan Nathan, ibu Rangga kembali menangis histeris, adik adik Rangga dan Nadine berusaha menenangkan ibu Rangga, ayah Keyra dan Juna hanya tertunduk sedih


"assalamualaikum" seseorang mengucap salam di depan pintu dan semua orang yang ada di ruang keluarga itu menoleh


"mommy dan daddy, mari masuk" Nadine segera menghampiri dan menyalami Gendis dan Andrew


Gendis dan Andrew masuk dan menyalami semua orang yang sedang bersedih di ruangan itu


"keyra dimana ya?" tanya Gendis pada Laras


"Keyra mengurung diri dalam kamarnya sejak kemarin malam, mari Laras antar ke kamar Keyra" Laras mengajak Gendis dan Andrew menuju kamar Keyra


"kami datang, honey" sapa Gendis begitu memasuki kamar keyra

__ADS_1


mendengar suara mommy nya Keyra menoleh dan segera duduk merentangkan tangannya memeluk mommy nya, tangisan Keyra pecah di pelukan mommy nya, di dalam tangisnya keyra hanya menyebutkan nama Rangga berulang kali


Andrew berdiri di samping tempat tidur membelai lembut rambut Keyra, untuk beberapa lama mereka bertiga larut dalam kesedihan


Setelah tangis Keyra mereda, Gendis melepaskan pelukannya menatap putrinya dengan sayang "kita makan yuk, mommy tau kau pasti tidak makan dengan baik, mommy dan daddy juga belum makan, ayo kita makan bersama"


Keyra menggelengkan kepalanya, "key belum lapar mom"


"bagaimana mungkin kau belum lapar honey, mommy membawakan beberapa makanan kesukaan mu, ayolah kita makan" bujuk Andrew


merasa tidak tega menolak mommy dan daddy-nya, keyra mengangguk dan turun dari tempat tidurnya berjalan mengikuti mommy dan daddy-nya


begitu mendekati pintu, Laras yang berjalan di belakang Keyra berteriak memanggil nama Keyra, Gendis dan Andrew menoleh dan melihat keyra jatuh pingsan tubuhnya ditahan oleh Laras agar tidak terjatuh di lantai


Andrew dengan sigap menggendong keyra dan meletakkan nya di tempat tidur


Laras segera berlari keluar untuk memberitahu yang lainnya tentang pingsannya Keyra


"bagaimana kondisi putri saya dok?" tanya ayah Keyra cemas setelah melihat dokter wanita itu keluar dari kamar Keyra


Dokter itu tersenyum dan duduk dengan tenang di sofa ruang keluarga, "putri bapak Hamil"


"hamil? syukurlah" wajah ayah keyra lega dan bahagia


"tetapi tekanan darahnya rendah sekali, mungkin itu karena nyonya Keyra tidak tidur dan makan dengan baik, saya akan memberi vitamin dan sedikit obat untuk membantunya bisa tidur, setelah kondisi nyonya Keyra lebih kuat segera dibawa periksa ke dokter kandungan ya pak" dokter itu menuliskan resep dan menyerahkannya pada ayah keyra


Nadine mengantarkan dokter itu pulang dan Juna segera membeli obat yang diresepkan dokter itu


Semua orang berkumpul di ruang tengah membicarakan kehamilan Keyra,

__ADS_1


"saya rasa akan sangat sulit bagi Keyra untuk hamil, dia masih harus mengatasi depresinya karena kehilangan Rangga dan sekarang dia harus mengurus kehamilannya juga, itu akan memperburuk keadaannya" ibu Keyra yang semenjak datang jarang berbicara, kali ini mengungkapkan pendapatnya tentang kehamilan Keyra


"kita akan mengajak Keyra pulang agar kita bisa merawatnya" kata ayah Keyra pada istrinya


"jika Keyra bersedia, kami juga mau merawatnya bagaimanapun itu anak Rangga" ibu Rangga juga mengutarakan pendapatnya, dia agak terhibur dengan berita kehamilan Keyra sehingga sudah tidak menangis lagi


"maaf semua tapi Key tidak akan meninggalkan rumah ini" suara Keyra di depan pintu kamarnya membuat semua orang menoleh padanya


Laras membimbing Keyra untuk duduk,


"Usaha Rangga untuk rumah ini sangat keras dan semua ini impian kami, jadi Key tidak akan meninggalkan rumah ini" kata Keyra masih dengan air mata yang turun


"tapi kak, kau hamil biar kami merawatmu, kau bisa kembali lagi kesini setelah anakmu lahir" bujuk ayahnya


Keyra menggelengkan kepalanya, "ayah tidak perlu khawatir, Keyra akan menjaga anak ini dengan baik, mengurus rumah dan perusahaan Rangga sehingga nanti jika Rangga pulang dia akan bangga dengan Keyra karena Key bisa menjaga semuanya dengan baik"


Semua orang di ruangan itu bersedih mendengar ucapan Keyra, mereka sedih karena Keyra tetap saja mengharapkan Rangga masih hidup


"kau itu depresi, kau tidak mau menerima kenyataan bahwa Rangga sudah meninggal" ibunya berbicara dengan nada ketus


Keyra tersenyum pada ibunya, dia sudah terbiasa dengan ucapan ketus sang ibu, "Keyra tidak depresi ibu, memang betul Keyra sedih tapi setelah tau kalau sekarang key sedang hamil, key janji akan menyimpan kesedihan ini, key akan hidup dengan baik karena Key yakin Rangga belum meninggal dan dia akan pulang" jawab Keyra dengan lembut


Andrew berdehem dan mulai ikut berbicara, "begini, maafkan kami jika kami ikut campur, sebenarnya karena Keyra berulang kali meminta kami pindah ke Jogja jadi selama beberapa bulan ini kami sedang mempersiapkan diri untuk kembali tinggal di Jogja tetapi dengan adanya kejadian ini jika semua berkenan biar Gendis yang tinggal di jogja terlebih dulu sambil menjaga Keyra, nanti setelah semua urusan perusahaan selesai beberapa bulan ke depan saya akan menyusul dan ikut menjaga Keyra"


Gendis terkejut dengan keputusan suaminya, dia mengangguk senang "iya saya akan mencari rumah yang dekat sini sehingga saya bisa bolak balik melihat Keyra"


"kenapa harus cari rumah lagi mommy, tinggallah bersama Keyra, Mommy menjaga keyra di sini seperti dulu menjaga Keyra di Sidney" Keyra memeluk mommy nya dan kembali menangis


Ayah keyra mengangguk setuju dan menghela nafas lega, "baiklah saya lega jika begitu, Nathan dan lainnya juga ikut membantu Keyra ya"

__ADS_1


"baik om" jawab Nathan, Norma dan Laras bersamaan


__ADS_2