MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
ketauan


__ADS_3

Laras, Norma, Wulan berkumpul di kamar Keyra sedang mencontek tugas Keyra yang akan dikumpulkan nanti siang, Mereka bertiga adalah sahabat sahabat Keyra sejak semester awal mereka kuliah.


"lagi pada ngumpul?" tanya suara cowok di depan pintu, mereka semua menoleh ke arah pintu melihat ada Rangga berdiri menyender di pintu sambil membawa plastik berisi banyak makanan.


"bawa sarapan ya Rangga?" tanya Keyra sambil bangkit dari duduknya menghampiri Rangga, dan mengambil tas plastik yang di tangan Rangga dan mengintipnya, melihat isinya dan tersenyum, Rangga membawa dua bungkus nasi gudeg dan banyak kue pastel. Keyra memindahkan kue pastel ke piring dan menyuguhkan ke teman temannya setelah dia mengambil beberapa untuk nya dan Rangga.


"cie....mobil baru ya?" goda Laras sambil melongokkan kepalanya ke jendela melihat mobil Rangga


"kita diajak jalan dong bro!" teriak Norma yang tomboy dan punya hobi naik gunung juga sama dengan Rangga.


"ayo, kapan?" tanya Rangga sambil memakan kue pastel yang diberikan Keyra


"gimana kalau nanti sore saja? kita cuma kuliah sampai jam dua siang" usul Wulan yang disetujui anggukan dari Laras dan Norma


"Rangga pulang nanti sore gaes, lain kali aja kalau Rangga ke sini lagi kita jalan, oke?" sahut Keyra


"kok tumben biasanya lu di sini tiga hari?" tanya Laras


"dia ada kerjaan besok pagi, sekarang mulai sibuk" jawab Keyra


"iya nih gue lagi kejar setoran biar bisa cepetan nikahin temen kalian" Rangga mengerling ke arah Keyra, yang disambut cibiran dari teman teman keyra


"makan dulu yuk" ajak Keyra melangkah ke arah pendopo diikuti Rangga


Keyra menyerahkan sebungkus nasi gudeg yang sudah di buka untuk Rangga.


"yang itu dibuka nanti saja, kita makan bareng aja, aku agak kenyang makan kue pastel barusan" Rangga mencegah Keyra membuka bungkusan nasi gudeg satunya, Keyra mengangguk kemudian menyuapi Rangga dan dirinya sendiri bergantian.


"kita pergi kuliah ya key!" pamit Laras sambil menutup pintu kamar Keyra diikuti Norma dan Wulan.

__ADS_1


"iya, aku nitip absen ya" jawab Keyra, Laras menaikkan jempolnya ke atas.


"sayang, ke malioboro yuk" ajak Rangga


"panas gini, mau cari apa?" tanya Keyra enggan


"kakak sepupuku nganggur trus dia mau nyoba jualan kaos dagadu di depan rumah nenek yang di pinggir jalan raya, aku mau modalin awalnya kita cari di grosirnya kaos dagadu yuk" jelas Rangga sambil memainkan rambut Keyra


"ih kamu kok baik banget sih Rangga, ya udah ayo kita jalan" Keyra mencubit dagu Rangga ringan


"nggak usah muji terus ntar aku makin cinta" goda Rangga mengacak acak rambut Keyra, Keyra mencibir sambil merapikan rambutnya.


Setelah berpamitan dengan Lia temen kostnya yang satu satunya saat itu ada di kost, Keyra dan Rangga pun pergi menuju malioboro.


Menjelang sore Keyra dan Rangga kembali ke kost Keyra, Laras sudah menunggu dengan cemas di depan kamarnya.


"ada apa? kok gelisah banget?" tanya Keyra mendekati Laras


"mbak, Lia minta maaf ya beneran baru tau dari mbak Laras kalau ternyata mas Rangga nggak disetujui keluarga mbak Keyra" Lia yang mendengar suara Laras segera keluar dari kamarnya


"trus tadi ibuku bilang apa aja Li?" tanya Keyra yang sudah terduduk lemas di kursi teras kamarnya


"tadi sih ibu mbak key bilang kalau telpon ke ponsel mbak tapi nggak aktif, waktu aku bilang kalau mbak key lagi pergi dengan mas Rangga, ibunya mbak cuma bilang terima kasih trus telponnya ditutup, gitu aja" jelas Lia dengan wajah yang benar benar menyesal


Keyra mengecek ponselnya dan ternyata memang benar ponselnya mati, tentu saja Keyra tidak bisa menyalahkan Lia karena di kostnya yang tau kalau hubungan nya dengan Rangga tidak disetujui orang tuanya cuma Laras. Walaupun menurut Lia ibunya tidak tampak marah tapi Keyra tau kalau ibunya pasti marah, ibunya adalah tipe ibu yang tampak lembut di depan orang lain tapi bersikap buruk di depan anaknya jika anaknya tidak sesuai dengan harapannya.


"iya nggak apa apa Li, kamu nggak salah kok, makasih ya Li, tenang aja nggak usah merasa bersalah gitu" ujar Keyra akhirnya setelah cukup lama diam, kemudian keyra masuk ke kamarnya untuk mencharge ponselnya, Laras mengikutinya dengan khawatir, sedang Rangga juga sudah berdiri di depan pintu kamar Keyra.


"trus gimana key?" Laras duduk di kasur Keyra sambil melihat keyra dan Rangga bergantian

__ADS_1


"ini nunggu ponselku aktif dulu ntar aku telpon balik ibuku" jawab Keyra dingin wajahnya sangat pucat


"key kalau nanti sesuatu yang buruk terjadi berjanjilah untuk selalu cerita pada kita, kita akan bersama sama meringankan bebanmu" pinta Laras sambil menangis, Keyra tersenyum melihat sahabatnya itu


"gue belum nangis kok lu udah nangis duluan, makasih ya kalian sahabat terbaikku" Keyra memeluk Laras, matanya mulai berkaca kaca, Rangga menatap keduanya dengan miris


"janji ya key, jangan pernah disimpen sendiri masalahmu" pinta Laras sekali lagi dan Keyra mengangguk haru


"ya udah lu bahas dulu dengan Rangga berdua, ntar cerita ke gue, gue balik ke kamar dulu" pamit Laras kembali ke kamarnya


"bentar aku aktifkan dulu hp ku ya" Keyra mengecek ponselnya dan mengaktifkan kemudian menyusul Rangga yang sudah duduk di pendopo


"aku telpon ibu sekarang ya" tanya Keyra dan Rangga mengangguk sambil memeluk Keyra


"halo ibu, ibu tadi telpon key?"


"masih berani kamu telpon ibu setelah kau bohongin orang tuamu ini!"


"maafkan Keyra ibu"


"kamu selalu minta maaf tapi kamu selalu kembali pada Rangga, ibu sudah menceritakan ini pada ayahmu dan dia sangat kecewa, anak yang tidak tau di untung"


Keyra mulai menangis tanpa suara tangannya menggenggam erat tangan Rangga, Rangga yang merasakan genggaman tangan Keyra makin erat berusaha menenangkannya dengan menepuk nepuk bahu Keyra dengan lembut.


Berbagai makian yang diucapkan ibunya sama sekali tidak dibantah Keyra satu katapun, sampai akhirnya ibunya berkata dengan penuh kebencian


"mulai sekarang hidup lah sendiri, cari uang sendiri, kami tidak akan lagi memberimu uang satu rupiahpun!!!" dan telponpun terputus.


Tangis Keyra pecah di pelukan Rangga, Rangga membiarkan tangis Keyra selesai, dia hanya mendengar suara ibu Keyra membentak tapi tidak mendengar jelas apa yang dikatakan sampai membuat Keyra begitu rapuh.

__ADS_1


episode episode mendatang akan makin bikin baper, ditunggu like dan koment nya ya :)


__ADS_2