
Nadin baru saja kembali di rumah setelah satu minggu berlibur di jogja
"gimana kabar kakak mu disana? sudah punya pacar belum? tanya ibunya menginterogasi Nadin
"kakak baik sih bu, Nadin di sana diajak jalan jalan terus nggak bosen kayak di rumah ini" jawab Nadin sambil mengeluarkan bakpia dan gudeg oleh oleh untuk ibunya
"eh kamu ditanya kok jawabnya ngelantur, kakakmu punya pacar di sana nggak? selama kamu di sana ada temennya laki laki yang maen nggak?" nada suara ibunya mulai meninggi
"kalau pacar, Nadin nggak tau bu tapi temen kakak banyak yang sering datang ke kostnya ya cowok ya cewek banyak yang maen" terang Nadin acuh
"maksud ibu, ada nggak cowok yang hampir tiap hari datang, datangnya sendirian trus sering telpon kakakmu itu?"
"yang paling sering datang itu mas Yuda, waktu itu Nadin sempat dikenalin tapi datangnya biasanya rame rame cuma pernah sekali datang sendirian karena bajunya basah kehujanan dikasih pinjem baju kak key" cerita Nadin sambil bikin es sirup kesukaannya
__ADS_1
"dipinjemi baju Keyra? nah ini mungkin dia pacarnya, Yuda itu gimana orangnya? pake mobil apa?" ibunya antusias bertanya kali ini dengan wajah berseri seri
"mas Yuda ganteng sih bu tapi dia pake montor lah tadi kan Nadin cerita kalau baju mas Yuda basah kehujanan nggak mungkinlah naik mobil kehujanan" Nadin meminum es sirupnya sampai habis
"lah kalau cuma naik montor apa bedanya dengan Rangga, dasar Keyra anak itu tetep aja bergaul dengan anak anak yang tidak berguna" gerutu ibunya dengan wajah yang masam
"ih ibu kok gitu! orang kok diliat dari mobilnya, kawinin aja kak key dengan makelar mobil biar gonta ganti terus mobilnya" sungut Nadin membela kakaknya, Nadin sebagai bungsu yang selalu dimanja memang lebih berani mendebat perkataan orang tuanya, tidak seperti Keyra yang cuma diam dan pasrah memendam semua rasa sakit hatinya sendiri
"kamu anak kecil belum ngerti banyak tentang hidup, nih ibu kasih tau ya jangan menjadi naif seperti Keyra lebih mementingkan pake perasaan nggak enakan sama orang jadi deh dia yang dibodohin orang melulu, kalau pengen hidup enak tuh harus dipake otaknya jangan cuma ngandelin rasa suka" ibunya mulai memberi wejangan versi sang ibu kepada Nadin
"kamu itu ngebantah omongan ibu terus, udah seperti Nadin aja" ketus ibunya
"ibu dan ayah tau nggak? di jogja sana kak Keyra tuh jadi orang yang berbeda nggak seperti kalau kak key pulang ke rumah ini?" tanya Nadin dengan nada yang serius membuat ayah dan ibunya terkejut mendengarnya
__ADS_1
"apa Keyra di sana jadi anak liar?" tanya ibunya was was yang membuat Nadin tertawa
"bukan gitu ibu, kalau di jogja kak keyra itu banyak senyum dan tertawa, teman teman kuliahnya sering maen ke kost kakak, temen temen kost kakak juga suka ngumpul di kamar kakak, coba liat kalau kakak pulang di rumah ini wajahnya lebih sering suram, jarang tersenyum, Nadin suka kasian" jelas Nadin panjang lebar berharap orang tuanya tidak lagi terlalu keras pada kakaknya
"ah itu sih Keyra nya aja yang suka ngebantah orang tuanya, jadi deh dia nggak ngerasa betah tinggal di rumah" sahut ibunya dengan ketus
"ah susah ngomong dengan ibu nggak mau peduli dengan perasaan kakak, udah deh Nadin mau tidur dulu, capek" Nadin meninggalkan orang tuanya di meja makan dan naik ke lantai atas menuju kamarnya.
"sepertinya kita harus mulai menjodohkan Keyra bu, biar nggak bablas itu anak" ujar sang ayah tampak berpikir
"iya pak, ibu setuju tunangan aja dulu ntar nikahnya kalau keyra udah lulus kuliah. nanti lepas dari Rangga di jogja dapat pacar yang nggak karuan lagi, disini saja yang diawasi kita bisa kecolongan apalagi di jogja yang tanpa pengawasan" ibunya kembali antusias menyetujui saran bapak Keyra
"Nanti bapak carikan jodoh yang pas untuk keyra" ucap bapaknya tegas
__ADS_1
"cari yang udah kerja mapan pak, jadi begitu Keyra lulus udah nggak pusing lagi mikir kerja" pesannya pada suaminya yang disambut dengan anggukan