MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
Pesta narkoba


__ADS_3

Rangga baru saja selesai memimpin rapat pagi, dia memeriksa ponselnya ada pesan dari Juna dan Laras


Rangga membuka pesan dari Juna terlebih dulu, Juna mengiriminya sebuah potongan berita pagi ini


Rangga menegakkan duduknya begitu membaca judul berita itu CEO Crown bank tertangkap polisi sedang berpesta narkoba


Rangga membacanya sampai selesai, senyum mengembang di wajahnya dan membalas pesan dari Juna dengan sumringah


Kemudian Rangga membaca pesan dari Laras, ternyata Laras juga mengirim berita yang sama dengan Juna hanya dengan judul yang berbeda Devano adiguna pesta narkoba semalam


Rangga juga segera membalas pesan dari laras, kemudian menelpon Nathan memintanya untuk datang ke ruangannya


"Lu butuh sesuatu bro? " tanya Nathan ketika masuk ke ruangan Rangga


"Bacalah ini" Rangga memberikan ponselnya kepada Nathan


"Aha tampaknya keberuntungan berpihak pada lu, kita belum menyerangnya dia sudah jatuh tersungkur terlebih dulu" Nathan berbinar binar membaca berita di ponsel Rangga


"Memang benar ya karma itu ada dan jika kita beruntung Tuhan akan mengijinkan kita melihat Devano menuai hukumannya" Nathan kembali membaca berita tentang Devano yang lain


"Kita jangan terlalu senang dulu, ingat keluarga Adiguna punya koneksi yang luar biasa, dengan koneksi itu bisa saja Devano dibebaskan" kata kata Rangga segera membuat senyum Nathan menghilang


"Lu bener bro bisa jadi setelah ini polisi mengumumkan jika hasil urine Devano negatif dan dia bebas, terus apa yang harus kita lakukan? " tanya Nathan khawatir


"Hubungi Nico, minta dia mengurus masalah ini" jawab Rangga tenang


"Ooohhh gue mengerti, gue segera hubungi Nico" Nathan langsung berdiri dari duduknya


"Kabari gue setiap perkembangan Devano dan Crown bank" perintah Rangga sebelum Nathan mencapai pintu


Nathan menaikkan jempol tangannya tanpa menoleh lagi keluar dari ruangan Rangga


Berita tentang Devano adiguna dengan cepat tersebar di seluruh negri, berita tentang nya bermunculan di internet dan televisi


Tidak hanya berita tentang pesta narkoba yang dilakukannya semalam, muncul beberapa berita tentang masa lalu Devano


Tentang kebiasaan nya berpesta di club juga pesta **** yang dilakukannya hampir tiap malam

__ADS_1


Tiba tiba juga muncul beberapa wanita dari kalangan artis, model dan anak pejabat yang mengaku dipermainkan oleh Devano


Bahkan ada yang mengaku hamil anak Devano dan dipaksa untuk menggugurkannya


Nama besar keluarga Adiguna hancur hanya dalam hitungan jam, nilai saham Crown bank juga terjun bebas di bursa saham


Nathan melaporkan setiap detail perkembangan dari kasus Devano


Hal itu membuat Rangga dalam suasana hati yang baik hari ini, dia terus menerus memandang foto keyra yang diletakkannya di meja kerjanya


"Sayang, keberuntungan mulai berpihak pada kita, cepatlah pulang sayang" bisik Rangga sambil mengusap foto di depan nya


Foto itu dia ambil dari meja belajar keyra waktu dia masuk ke kamar keyra untuk mencari petunjuk keberadaan keyra malam dimana keyra menghilang


🌻🌻🌻🌻🌻


Sudah pukul lima sore waktu Kiki masuk ke ruangannya dan memberitahu kalau Wulan ingin bertemu dengan nya


"Suruh Wulan masuk, dan kau boleh pulang ki" jawab Rangga sambil menandatangani tumpukan dokumen


"Ini sudah sore dan kau masih saja sibuk" sapa Wulan begitu masuk ke dalam ruangan Rangga


"Apa lu bertemu dengan Norma, baru saja Norma keluar dari sini" tanya Rangga berbasa basi


"Tidak, aku tidak bertemu dengan Norma, ada perlu apa dia kemari?"


Wulan sebenarnya melihat Norma keluar dari ruangan Rangga tapi segera dia bersembunyi karena malas bertemu Norma pasti akan banyak pertanyaan kenapa dia datang


"Seperti biasa dia janjian dengan Nathan dan menyapaku sebentar, lu kesini ada perlu apa?" tanya Rangga langsung karena dia tidak ingin terlalu lama meninggalkan pekerjaannya


"Aku membawakan makanan untuk mu, aku takut kamu tidak makan dengan benar karena sibuk bekerja" Wulan memperlihatkan kantung makanan dari restaurant terkenal yang dibawanya


Dengan cekatan dia mengeluarkan isinya dan menyiapkannya untuk Rangga, ada sekotak bento dengan nasi lengkap dengan lauk pauk yang terlihat enak


Wulan juga membawakan kopi yang selalu dipesan Rangga saat mereka berkumpul bersama teman teman yang lain


"Seharusnya lu tidak perlu repot membawakan makanan untuk gue, ada kiki yang selalu mengatur makan gue, ada Nathan juga yang akan selalu cerewet jika aku tidak makan dengan benar" ujar Rangga yang merasa perhatian Wulan padanya terlalu berlebihan

__ADS_1


"Kamu tidak datang beberapa kali ketika genk kita kumpul kumpul, itu membuatku khawatir tentang keadaan mu" jawab Norma penuh perhatian


"gue baik baik saja, tidak kah Nathan mengatakan jika gue tidak bisa datang karena kebetulan ada pekerjaan" Rangga berusaha mengatakan jika Wulan tidak perlu mengkhawatirkan nya


"Iya Nathan mengatakanya tapi tetap saja aku khawatir kau terlalu banyak bekerja sampai lupa menikmati hidup" Wulan mulai membuka tutup kopi yang masih panas mengepul mengeluarkan aroma khas yang harum


"Gue harus memperjuangkan keyra, gue tidak bisa menikmati hidup sebelum keyra kembali" gumam Rangga tampak sedih


"Kau harus melupakan keyra, banyak wanita di sekitar mu yang mau mengabdikan hidupnya bersamamu, keyra mungkin tidak akan kembali" Wulan menggenggam tangan Rangga


Rangga segera melepaskan tangan Wulan "keyra berjanji pada gue untuk pulang, gue tidak ingin wanita lain, hanya keyra" tegas Rangga


"Makanlah dulu nanti keburu dingin" Wulan mengalihkan pembicaraan karena merasa ditolak Rangga


"lu tidak makan?" tanya Rangga melihat Wulan hanya membawa satu porsi


"Tadi aku udah makan, keinget kamu jadi aku bawain" jawab Wulan sambil mendekatkan makanan itu ke arah Rangga


"Sebenarnya gue masih kenyang tadi kiki membawakan camilan sore, gue makan nanti saja ya" Rangga menutup kembali makanan yang dibawa Wulan


"Kalau gitu minumlah kopi nya, ini kopi kesukaan mu" Wulan menyodorkan kopi kepada Rangga


Rangga menerimanya dengan setengah hati, dia menyesap kopinya sedikit kemudian berjalan ke arah mejanya dan mengambil kunci mobil


"Gue mau pulang, ayo gue antar lu pulang sekalian" ajak Rangga pada Wulan


Sebenarnya Rangga belum ingin pulang tapi karena dia merasa sungkan Wulan berlama lama di kantornya jadi dia memutuskan untuk mengantarkan Wulan pulang


Wulan mengangguk mengikuti Rangga yang berjalan duluan di depan nya


Ketika sampai di rumah nya, Wulan berhasil menyuruh Rangga masuk dengan alasan akan memberikan beberapa barang keyra yang ketinggalan di rumah nya


Rangga duduk di sofa ruang tamu sambil mengecek ponselnya, Wulan keluar dari kamarnya sudah mengganti baju kerjanya dengan baju rumah


Wulan mengenakan celana super pendek dan kaos tipis berwarna pink sungguh sangat menggoda


"Mana barang keyra yang akan lu berikan pada gue?" tanya Rangga merasa risih Wulan berpakaian seperti itu duduk di dekatnya

__ADS_1


"Ada nanti aku ambilkan, apa kau tidak merasa ada yang tidak nyaman?" Wulan bertanya heran pada Rangga, dia mengamati Rangga kenapa obat perangsang yang dia berikan di kopi Rangga tidak bereaksi


"Gue .... gue tidak apa apa, ambilkan barang keyra gue akan pulang" jawab Rangga, sebenarnya dirinya merasa sangat kepanasan


__ADS_2