MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
Berjuanglah untuk melewatinya


__ADS_3

"Udah dong nangisnya, kita harus berpikir jernih biar bisa menemukan keyra" Norma mencoba menenangkan suasana


"Gue obatin luka di tangan lu Rangga, bentar gue ambil obat di kamar keyra dulu" Wulan mengambil kunci kamar keyra dari dompet Laras


Rangga mengangkat kepalanya melihat Wulan yang membuka pintu kamar keyra


"Pintu kamar keyra bisa dibuka?" tanya Rangga


"Keyra menyelipkan surat untukmu dan kunci kamarnya" jelas Laras pada Rangga


"Ayo kita masuk siapa tau ada petunjuk di sana" Rangga segera berdiri dan berjalan ke arah kamar keyra diikuti yang lain


Wulan agak kaget ketika dia akan keluar membawa obat, justru teman temannya masuk ke kamar keyra


Mereka memeriksa kamar itu tapi tidak menemukan apapun, Rangga membuka lemari pakaian keyra, baju baju keyra nyaris utuh


"Bahkan dia tidak membawa banyak pakaian" gumam Rangga sedih


"Kamu dimana sayang, sungguh kamu membuatku sangat cemas" Rangga kembali terduduk di lantai mengusap wajahnya dengan kasar


Wulan mendekati Rangga dan mengobati luka di tangan Rangga, Rangga hanya membiarkannya, matanya tampak mengamati tiap sudut kamar keyra


"Juna, apakah kau tau nomor rekening kakakmu? " tanya Rangga


"Tidak kak, tapi aku bisa menanyakannya pada ayah, ayah pasti tahu nomor rekening kakak, tapi untuk apa kak?" Juna balik bertanya pada Rangga


"Aku akan mengirimnya uang, aku khawatir dia tidak membawa cukup uang" jawab Rangga pelan


"Oke kak aku akan segera mengirimnya padamu"


"Simpanlah nomor telponmu dan Nadin di ponsel ku agar kita bisa bertukar informasi tentang keyra" Rangga memberikan ponselnya kepada Juna


"Rangga besok pagi lu harus bertemu dengan profesor Rendra, siapa tau kalau lu yang bertemu langsung beliau mau memberitahu keberadaan keyra" usul Nathan

__ADS_1


"Lu benar Nat, Laras bisa nganterin gue besok pagi?" tanya Rangga pada Laras


"Iya pasti bisa, gue akan temenin lu besok" Laras mengangguk penuh semangat


"Oke kalau gitu kita pulang dulu, istirahat biar besok lebih semangat mencari keyra" kata Norma


Semua berpamitan pulang begitu juga Juna dan Nadin karena malam ini juga mereka akan pulang ke kota mereka


Rangga dan Nathan tidak langsung pulang ke kontrakan Nathan, mereka kembali berputar mengelilingi kota dan mencari sekali lagi keyra di bandara walaupun hasilnya tetap nihil


🌻🌻🌻🌻🌻


Prof Rendra tersenyum melihat Rangga datang menemuinya, istrinya tampak ramah menyapa dan menyediakan minumam untuk Rangga dan Laras


"Keyra tidak ingin saya memberitahu mu nak Rangga, karena itu berarti pengorbanan keyra akan sia sia jika kamu dan ayahnya dihancurkan oleh Devano"


"Devano mengawasi semua gerak gerik keyra bahkan kemarin keyra mengganti sim card nya, Devano langsung bisa mengetahui sim card baru keyra"


"Kalau prof Rendra tidak bisa memberitahu alamat keyra, bisakah saya diberi nomor telpon keyra yang baru agar saya bisa menghubunginya walau cuma lewat telpon, saya janji tidak akan menemuinya" pinta Rangga memohon dengan sungguh sungguh


"Lawan kalian tidak sebanding, pewaris Crown bank memiliki relasi yang luas dan kuat"


"Bekerja keraslah agar bisa melewati Devano, ketika Devano tidak sanggup lagi mengancam kalian saat itulah keyra akan pulang"


"Atau jika takdir memang mempertemukan kalian berdua lagi, tentunya saya tidak akan menghalangi kalian"


"Saya sungguh cemas dengan keadaan keyra, dia tidak pernah pergi jauh seorang diri prof" Rangga terus berusaha memohon


"Kamu tidak perlu khawatir, keyra sudah kami sayangi seperti anak kami sendiri, di sana keyra akan tinggal bersama adik saya"


"Mereka tidak mempunyai anak, mereka sudah pernah bertemu keyra kurang lebih lima kali, mereka juga sangat sayang pada keyra bahkan mereka berniat menjadikan keyra sebagai anak angkat mereka" prof Rendra memberi penjelasan agar Rangga tidak khawatir


"Keyra anak baik banyak orang menyayanginya, yakinlah keyra akan baik baik saja nak" istri prof Rendra ikut meyakinkan Rangga

__ADS_1


"Berjuanglah mengalahkan Devano, semakin cepat kamu berhasil semakin cepat kamu bertemu keyra" pesan prof Rendra dengan penuh kebapakan ketika Rangga dan Laras berpamitan


🌻🌻🌻🌻🌻


Sore harinya ketika Nathan pulang di kontrakannya dia melihat ruang tamunya penuh asap rokok


"Kalian sedang lomba rokok" tanya Nathan pada Rangga dan Norma sambil melirik putung rokok yang berserakan entah sudah berapa banyak rokok yang mereka hisap


"Gue baru merokok 2 batang yang lainnya Rangga" jawab Norma sambil mengambil minum


"Kalau lu begini terus keyra nggak bakal lu temuin, yang ada lu keburu mati sebelum keyra ketemu" Nathan meninju bahu sahabatnya untuk menyandarkannya


"Pikiran gue lagi nggak karuan" keluh Rangga sambil menyalakan lagi sebatang rokok


"Terserah lu, tapi jangan lama lama terpuruk, lu harus segera bangkit agar lebih cepat bertemu keyra"


Nathan meninggalkan Rangga sendirian, dia masuk ke ruang tengah menyalakan komputernya ditemani Norma


Semenjak mereka diundang keyra menginap di gunung kidul, Nathan dan Norma memang makin akrab


Nathan menyukai Norma yang tomboy dan apa adanya terlebih hoby naik gunung mereka sama makin membuat mereka lebih cepat dekat


Setelah sholat magrib Rangga mendekati Nathan dan Norma


"Gue mau balik sekarang bro" kata Rangga mengejutkan mereka berdua


"Balik malam ini?" tanya Nathan kaget


"Iya gue udah lama di jogja, lu bener gue nggak boleh lama lama terpuruk"


"Gue harus kembali kerja, semakin cepat gue kalahkan Devano semakin cepat gue ketemu keyra" Rangga berbicara dengan dendam di matanya


"Gue seneng lu kembali bersemangat tapi apa tidak sebaiknya lu pulang besok pagi saja?" Nathan agak khawatir dengan kondisi Rangga yang kurang tidur dan banyak merokok

__ADS_1


"Nggak apa apa, ntar kalau capek gue istirahat di jalan, besok pagi gue harus mulai kerja lagi" Rangga bersikeras untuk pulang malam ini juga


Nathan dan Norma tidak bisa mencegahnya lagi, mereka mengantar Rangga keluar dan berpesan untuk hati hati mengemudi.


__ADS_2