
Pagi pagi sekali Rangga dan keyra sudah menuju solo, ya selama beberapa bulan ini solo adalah kota yang paling sering mereka kunjungi selain tidak terlalu jauh dari jogja, karakteristik solo juga tidak beda jauh dari jogja banyak tempat tempat yang kental dengan budaya jawa, keyra sangat menyukai budaya jawa bahkan dia memimpikan suatu saat nanti mempunyai rumah joglo
"Kita cari penginapan dulu ya sayang, aku masih ngantuk nih semalam tidur agak larut" Rangga meminta persetujuan keyra begitu memasuki kota solo
"Iya, kalau masih ngantuk kenapa jemput aku pagi banget?" tanya keyra sambil sibuk melihat ponselnya untuk mencari penginapan yang bernuansa jawa tradisional
"Kangen pengen tidurnya sambil peluk kamu" jawab Rangga dengan senyum jahil
"Mulai deh gombalnya" keyra mencibir membuat Rangga tertawa
"Rangga, ini ada homestay unik dia berbentuk rumah joglo, kita nginep disini aja yah" mata keyra berbinar senang dan menunjukkan ponselnya pada Rangga
"Iya terserah mau mu sayang" Rangga mencubit dagu keyra lembut, dia memang selalu memanjakan keyra nyaris tidak pernah menolak keinginan keyra
"Kamu memang yang terbaik" kata keyra senang karena keinginannya dituruti Rangga
"Mulai deh gombalnya" kali ini Rangga mencibir menirukan perkataan keyra tadi membuat keyra mencubit pinggang Rangga sambil tertawa
Sesampainya di homestay yang dituju keyra tampak antusias melihat lihat sekeliling rumah itu, dia begitu terkagum kagum dengan rumah joglo itu juga beserta perabotan uniknya khas tempo dulu
"Sayang, udah dong menganggumi rumah ini, kapan kamu menganggumi aku?" gerutu Rangga sambil memeluk keyra dari samping dan menghadapkan tubuh keyra ke hadapannya
"Ih masak kamu cemburu dengan rumah? " tanya keyra terkekeh
"Aku tidak cemburu dengan rumah tapi aku kangen" Rangga menundukkan wajahnya dan melumat bibir keyra dengan sangat bergairah
Keyra membalas ciuman kekasihnya itu dengan gairah yang sama besarnya, mereka baru melepaskan ciuman itu setelah merasa kehabisan nafas
"Udah tidur sana, katanya ngantuk ntar siang kita jalan jalan" keyra mendorong tubuh Rangga
"Iya aku tidur dulu sebentar ya, kalau kamu sudah lapar atau bosan bangunin aja aku" Rangga segera merebahkan tubuhnya di dipan kuno yang penuh dengan ukiran khas jawa
Setelah dua jam Rangga terbangun, menghampiri keyra yang sedang memainkan ponselnya
"Sudah lapar?" tanya Rangga sambil duduk di samping keyra, keyra menggeleng
__ADS_1
"Rangga aku mau keluar cari warung sebentar ya"
"Mau beli apa sayang? " Rangga menciumi rambut keyra yang wangi
"Aku lupa tidak bawa pembalut" keyra menjawab dengan malu
"Kamu ini ceroboh sekali, kemarin lupa. Minum obat sekarang lupa bawa pembalut" gerutu Rangga kesal
"Tadi buru buru Rangga jadi lupa" keyra merajuk agar Rangga tidak marah
"Aku cari warung atau minimarket di sekitar sini ya" pamit keyra
"Biar aku aja yang beli" Rangga menahan tangan keyra dan menyuruhnya kembali duduk
"Kamu nggak malu beli pembalut?" mata indah keyra membulat heran
"Kenapa malu? Aku kan beli bukan maling" jawab Rangga cuek sambil berdiri dan mengambil dompet dan ponselnya di atas nakas
"Tapi biasanya cowok malu kalau beli pembalut Rangga" keyra masih heran melihat Rangga sungguh sungguh akan pergi
"Iya iya kamu memang yang terbaik" keyra terkekeh
"Aku pergi dulu" pamit Rangga sambil mengacak acak rambut keyra
******
Keyra keluar dari kamar mandi setelah selesai mengganti pembalutnya, keyra duduk di sebelah Rangga yang sedang berkutat dengan laptop nya
Rangga melirik ke arah keyra kemudian menutup laptopnya
"Lain kali lebih teliti lagi jangan ceroboh kalau tidak ada aku, aku nggak mau kejadian kemarin malam terjadi lagi, menahan sakit sendirian tidak ada yang menolong" Rangga menasehati keyra sambil memainkan rambut keyra
"Iya siap bos"
"Terima kasih ya selalu ada untuk aku" keyra memeluk Rangga erat merasa terharu dengan semua perhatian Rangga
__ADS_1
"udah ntar jadi nangis deh, cari makan yuk, laper" Rangga berusaha menggoda keyra agar tidak larut terbawa perasaannya
*******
"bulan depan jadinya tanggal berapa?"
Tanya Rangga sambil sibuk mencabik cabik ayam goreng panas yang ada di piring keyra, menurut Rangga itu adalah cara agar ayam gorengnya jadi lebih cepet dingin tujuannya apalagi kalau tidak agar keyra nyaman makannya
"Tanggal 15, gimana?" keyra balik bertanya dengan tidak semangat
"Kok gimana, kan aku udah pernah bilang kalau aku pasti datang" Rangga menyodorkan piring keyra dan mulai makan makanannya
"aku nggak tega liat cuma liat kamu dari jauh" gumam keyra merengut
"Nggak apa apa yang penting aku bisa lihat kamu di wisuda, ntar tahun depan pas aku wisuda kamu juga wajib datang tapi tidak perlu dari jauh, kamu harus jadi pendamping wisudaku, oke? " Rangga berkata sambil cengengesan berusaha agar keyra tidak menjadi sedih
"Tahun depan aku pasti datang" keyra mengangguk dengan mata yang mulai berkaca kaca
"Udah makan dulu, ntar nangis di sini dikira orang aku ngapain kamu lagi" bisik Rangga, keyra terkekeh mendengarnya dan segera mulai makan
******
"Sayang akhir akhir ini aku kok sering merasa nggak enak hati ya" kata Rangga ketika mereka sudah kembali di homestay
"Nggak enak hati kenapa?" keyra yang sedang menonton tv menoleh ke arah Rangga
"Entahlah aku seperti merasa akan ada sesuatu hal buruk terjadi tapi nggak tau apa" Rangga memijit keningnya
"Semoga tidak terjadi apa apa, Rangga tapi sungguh aku pikir kau tidak perlu datang saat wisudaku, aku akan baik baik saja" keyra mengatakannya dengan sungguh sungguh
"Aku akan datang sayang, aku ingin melihatmu, pasti kau cantik sekali mengenakan toga"
"Hhh aku selalu cantik Rangga" gerutu keyra
"Iya kamu selalu cantik" bisik Rangga tepat di telinga keyra membuat keyra geli, melihat keyra geli Rangga justru makin mendekat dan mencium telinga keyra
__ADS_1
Keyra segera menggeser duduknya membuat Rangga merengut, keyra tertawa dan meninggalkan Rangga sendiri di sofa, keyra masuk ke dalam kamar dan pergi tidur.