
Setelah dirawat oleh pak Tomo selama beberapa hari kondisi Rangga semakin membaik, kini Rangga sudah mulai bisa beraktifitas walaupun masih harus pelan pelan
Pak Tomo baru saja memberikan Rangga makan malam, kemudian dia melangkah masuk ke kamar mandi
Rangga yang akan mulai makan terkejut melihat pak Tomo, Rangga secara sadar segera menajamkan kewaspadaan nya
Rangga tidak menyentuh makanannya sedikitpun melainkan terus menatap ke arah kamar mandi menunggu pak Tomo keluar
Pak Tomo keluar dari kamar mandi dengan jalan yang terpincang pincang mendekati Rangga, "kenapa tidak kau makam makananmu?"
Rangga tak menghiraukan pertanyaan pak Tomo, dia terus memperhatikan pak Tomo dengan teliti
"ada apa? kenapa memandangiku seperti itu"
"sebenarnya maksud bapak apa?" Rangga lebih waspada lagi ketika pak Tomo duduk tepat di depannya
"maksudku apa? aku nggak ngerti maksud pertanyaan mu itu" pak Tomo mengerutkan keningnya dan menyipitkan matanya memperhatikan tingkah Rangga
"waktu bapak berjalan masuk ke kamar mandi tadi saya melihat bapak berjalan normal sama sekali tidak pincang" jawab Rangga hati hati
pak Tomo tertawa mendengar perkataan Rangga, "jangan omong kosong anak muda, kakiku sudah pincang sejak beberapa tahun yang lalu"
"saya melihatnya sendiri pak, bapak sedang menyamar? apa niat bapak pada saya" Rangga semakin mendesak pak Tomo
pak Tomo terkekeh, "aku tau kau cerdas Rangga, kau tidak mudah untuk dibohongi seperti mereka"
__ADS_1
"jadi sebenarnya kau menyamar membohongi Devano dan Wulan? apa kau seorang polisi yang sedang menyamar?" Rangga bertanya dengan suara rendah
"aku tidak menyangka kau secerdas ini, bahkan kau bisa menebakku hanya dengan satu petunjuk yang aku berikan, tadi aku memang sengaja berjalan normal di depanmu untuk memancing reaksimu dan tanpa ku duga kau bisa dengan cepat membongkar identitas ku" pak Tomo terseyum kagum pada Rangga
"jika kau memang benar seorang polisi yang sedang menyamar berarti kau bisa membantuku keluar dari tempat ini" perkataan Rangga segera mendapat anggukan dari pak Tomo
"aku bisa membebaskanmu malam ini juga tapi apa kau pernah berpikir jika kau kembali pada istrimu sekarang, mereka akan terus mengejarmu, kau akan terus hidup dalam kekhawatiran, mereka bisa mencelakakan kau atau istrimu lagi minggu depan, bulan depan atau tahun depan" pak Tomo menjawab dengan tenang
"kau bisa menangkap mereka segera setelah aku bebas" sanggah Rangga
"target polisi tidak hanya sampai Devano, ada organisasi yang lebih kuat lagi di balik Devano dan aku belum bisa menemukannya, aku rasa kau bisa membantu pekerjaanku, setelah ini semua selesai kau bisa kembali pada istrimu dengan tenang tanpa rasa khawatir" jelas pak Tomo sabar
"tapi istriku sedang hamil, sangat menyedihkan jika dia melewati kehamilannya tanpa suami di sampingnya" gumam Rangga bimbang
"kalau aku memilih membantumu, apa yang harus kulakukan?" tanya Rangga lagi
"Kemarin Devano memintamu untuk mengelola sebuah perusahaan bersama Wukan bukan?" pak Tomo balik bertanya dan Rangga mengangguk
"aku curiga perusahaan itu akan digunakan mereka untuk pencucian uang hasil penjualan narkoba, jika kau bersedia bekerja sama dengan mereka kau bisa mengetahui titik titik transaksi narkoba yang mereka lakukan dan kita akan mengetahui orang orang dibalik Devano" pak Tomo menjelaskan kepada Rangga dengan suara berbisik
Rangga tertegun, berpikir menimbang baik buruk dampaknya pada keluarganya terutama keselamatan istri dan anaknya di masa depan
Rangga menghela nafas berat, "baiklah aku akan tinggal dan membantumu" kata Rangga mantap
"bagus, aku tau kau pria yang sangat mencintai keluargamu" pak Tomo mengangguk senang
__ADS_1
"kau sudah pulih bersiaplah dalam beberapa hari lagi mereka akan datang, pertama kali yang akan mereka lakukan padamu adalah membuatmu sangat membutuhkan mereka sehingga kau tidak mungkin pergi jauh dari mereka" pak Tomo mengingatkan dengan pandangan tajam
Rangga menyipitkan matanya mencoba menebak, "apa mereka akan memberiku narkoba sampai aku kecanduan sehingga di masa datang aku tidak bisa lepas dari mereka?"
pak tomo tertawa dan menepuk bahu Rangga, "sekali lagi kau menunjukkan kecerdasan mu, tapi jangan khawatir aku akan menukar narkoba itu, kau hanya perlu berakting kau menikmati narkoba itu dan menjadi kecanduan"
"tapi apa saya bisa berakting seperti itu? sementara saya belum pernah melihat pemakai narkoba sama sekali" gumam Rangga tidak yakin
"aku akan memperlihatkan padamu video tentang pemakai narkoba, kau akan belajar cara menikmati narkoba, sikap mereka saat sakau dan yang lainnya"
"sekarang makanlah, setelah kau selesai makan kita akan mulai mempelajarinya" pak tomo berjalan keluar kamar dan meninggalkan Rangga untuk makan
Sepuluh menit kemudian pak Tomo kembali masuk ke kamar Rangga dan menyerahkan sebuah smartphone
Rangga mempelajari dengan seksama video yang diputar oleh pak Tomo dan dalam waktu dua jam Rangga telah selesai mempelajarinya
"pak, bisakah saya menggunakan ponsel ini untuk membuat akun facebook untuk menghubungi istri saya"
pak Tomo mengerutkan keningnya, "jika ada yang tau selain kita, aku khawatir rencana kita akan lebih cepat diketahui mereka sebelum kita mendapatkan informasi"
"saya akan berhati hati, saya akan pastikan istri saya bahkan tidak akan menyadari jika itu adalah saya" Rangga menyakinkan pak Tomo dengan sungguh sungguh
"baiklah aku percaya padamu, aku tinggal sebentar nanti aku kembali lagi untuk mengambil ponsel itu" pak tomo menepuk bahu Rangga dan meninggalkan kamar itu
Dengan cepat Rangga membuat akun facebook dengan nama rahasia kemudian mengirim pesan pada keyra
__ADS_1