
Rangga dan Keyra sampai di rumah sudah jam sepuluh malam, setelah membersihkan diri mereka langsung pergi tidur
Lewat tengah malam Rangga terbangun untuk minum dan kebetulan mendengar nada pesan masuk dari ponselnya
Ternyata pesan dari Niko [dari nomor ponsel yang kau berikan padaku, aku menyadap pembicaraan yang mencurigakan, sudah ku kirim padamu, bukalah]
Rangga pergi ke ruang kerjanya, mengunci pintu ruang kerjanya dan membuka rekaman suara yang dikirim Niko
wulan : 'apa yang kau inginkan?'
pria : 'bukankah tujuan kita sama?'
wulan : 'aku benci keyra mendapatkan Rangga yang memperlakukannya seperti ratu, aku ingin Rangga memperlakukanku seperti itu'
pria : 'aku juga tidak ingin mereka bersama, kita harus bertemu besok'
Rangga mengepalkan tangannya mendengar rekaman suara itu, kemudian Rangga melakukan panggilan telpon pada Niko
'coba cek suara Devano apakah sama dengan suara pria di percakapan itu' pinta Rangga pada Niko
'oke bro, kau akan segera tau hasilnya' jawab Niko dengan bersemangat, memang lebih mudah menelpon Niko di waktu tengah malam seperti ini karena dipastikan dia belum tidur tetapi jika dia ditelpon pagi hari itu akan membuatnya frustasi karena biasanya dia baru saja tertidur begitu pagi datang
Rangga keluar ke teras dan menyalakan rokoknya, baru saja dia menghisap rokoknya tangan lembut memeluknya dari belakang
"suami, kok disini?" tanya keyra
"aku terbangun karena gerah sayang, jadi aku duduk disini sebentar" Rangga menarik tubuh keyra ke pangkuan nya dan mematikan rokoknya
"kenapa merokok? ada masalah?" Keyra melirik putung rokok yang baru saja dibuang Rangga
"tidak ada masalah, aku hanya sedang ingin merokok saja" Rangga memeluk istrinya erat dan membenamkan wajahnya di ceruk leher keyra
__ADS_1
"pasti ada yang kau sembunyikan, aku tau kau merokok hanya saat merasa tidak enak hati" desak keyra tidak percaya
Rangga mengangkat wajahnya dan mencium pelipis keyra "aku tidak bohong sayang tadi hanya gerah dan ingin merokok saja, ayo kita kembali tidur"
"kau benar benar tidak bohong kan suami?" Keyra menatap mata suaminya dengan penuh selidik
"sungguh sayang, ayo kita masuk, aku masih mengantuk" Rangga menurunkan keyra dari pangkuannya dan mengajaknya masuk ke dalam rumah
Keesokan paginya begitu sampai di kantor, Rangga langsung menelpon Nathan memintanya datang ke ruangannya
"ada apa bos?" Nathan langsung duduk di hadapan Rangga
"kau dengarkan ini" Rangga memutar rekaman suara yang dikirim Niko tadi malam
"Wulan sialan" umpat Nathan begitu selesai mendengarkan rekaman suara itu
"aku sudah menyuruh Niko untuk mengecek suara Devano dan suara pria di dalam rekaman itu, ternyata pria itu memang Devano" Rangga mengetukan jarinya ke atas meja berulang kali terlihat sangat gelisah
Rangga menggelengkan kepalanya, "rencananya aku akan memberitahu keyra sepulang kita dari Surabaya, aku tidak ingin dia ketakutan saat aku pergi"
"atau sebaiknya kau tidak usah pergi biar aku saja yang mengurus urusan di Surabaya?" usul Nathan
"mereka ingin bertemu langsung denganku, tolong kau tambah pengawal untuk menjaga Keyra dan rumahku, sore ini sudah harus siap" perintah Rangga
"baik bos, tapi kau harus benar benar memikirkan langkah selanjutnya menghadapi mereka" Nathan berdiri dan menepuk bahu sahabatnya itu, Rangga hanya mengangguk
*****
Keyra menjalankan rutinitas nya sebagai dosen seperti biasa, dan pulang menjelang petang
Sesampainya di rumah, keyra terlihat heran dengan bertambahnya jumlah pengawal di sekitar rumahnya
__ADS_1
"Nana apa yang terjadi? kenapa ada lebih banyak pengawal di sini" bisik Keyra pada Nana begitu mereka turun dari mobil
"yang saya dengar tuan Rangga meminta tambahan pengawal tadi pagi, nyonya" jawab Nana sopan
Keyra menganggukkan kepalanya walaupun sebenarnya masih tidak mengerti kenapa Rangga harus melakukan ini
Keyra segera menghampiri Rangga ketika dilihatnya Rangga sudah pulang terlebih dulu dan sedang santai memainkan ponselnya di ruang tengah
"suami, kenapa ada lebih banyak pengawal menjaga rumah kita?" tanya Keyra
Rangga meletakkan ponselnya dan mencium kening istrinya, "aku akan pergi ke Surabaya senin nanti, aku sengaja menambah pengawal untuk menjagamu"
"tapi apa ini tidak terlalu berlebihan suami? kau hanya akan pergi tiga hari bukan?" tanya Keyra tidak senang
"tidak ada yang berlebihan selama itu menyangkut keselamatan mu sayang" jawab Rangga
"Dan satu lagi aku minta selama aku pergi ke Surabaya kau tidak perlu berangkat mengajar" pinta Rangga
"kau benar benar berlebihan Rangga" ketus Keyra semakin marah
Rangga merengkuh tubuh keyra ke pelukannya, "tolonglah jadi penurut sayang, hanya tiga hari agar aku bisa tenang bekerja di Surabaya"
"katakan padaku sebenarnya ada apa Rangga? dari semalam kau sudah aneh dan hari ini kau tambah aneh" Keyra melepaskan diri dari pelukan Rangga dan menatap tajam ke arah mata suaminya itu
"sungguh tidak ada apa apa, aku hanya merasa khawatir denganmu saat aku akan pergi, jadi tolong patuhlah padaku sayang" bujuk Rangga pada keyra, tatapan matanya terlihat begitu khawatir
Keyra menghela nafas berat, "baiklah aku akan menurutimu, selama kau pergi ke Surabaya aku hanya akan di rumah"
Rangga tersenyum lega, merengkuh kembali tubuh istrinya dan menciumi pelipis keyra berulang kali, "terima kasih sayang, jadilah gadis baik"
"kau benar benar tidak sedang menyembunyikan sesuatu dariku kan suami?" tanya Keyra dengan suara yang lebih lembut
__ADS_1
"percayalah padaku sayang, ini hanya agar aku tenang selama meninggalkan mu ke Surabaya" Rangga berusaha meyakinkan istrinya walaupun sebenarnya hatinya sangat gelisah