MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
Lebih memilih dirimu


__ADS_3

Kasus narkoba yang melibatkan Devano terus berlanjut dan membuat Crown bank makin terpuruk, selama sebulan ini perusahaan Rangga rajin membeli saham Crown bank yang sedang jatuh nilainya


Kini Rangga memiliki saham terbesar kedua setelah keluarga Adiguna


Beberapa hari lalu pihak keluarga Adiguna menelponnya dengan maksud ingin melepaskan semua saham Crown bank yang itu berarti Crown bank akan berpindah kepemilikan dari keluarga Adiguna ke perusahaan Rangga


"Bagaimana rencana akuisisi Crown bank, berjalan lancar kah?" tanya Rangga pada Nathan saat mereka makan siang


"Hari ini tim keuangan dan tim kuasa hukum kita berangkat hari ini ke Jakarta" jawab Nathan


"Ingatkan mereka untuk melaporkan setiap perkembangan nya padaku langsung, kirim ke emailku semua data mereka"


"Aku akan mempelajarinya dan tiap hari aku akan mengadakan konferensi video dengan mereka" perintah Rangga


"Siap bos, lu sepertinya ingin menanganinya sendiri dengan serius" jawab Nathan sambil meminum jus nya


"Ini akan jadi tanda aku mengalahkan Devano, begitu keyra pulang aku akan kembali menjual Crown bank" ujar Rangga ringan


"Kenapa lu akan menjual nya kembali kelak? Lu begitu susah payah untuk mendapatkannya" tanya Nathan heran


"Aku tidak terlalu tertarik pada sektor perbankan" jawab Rangga sambil membersihkan mulutnya dengan tisu


"Gimana orang kita yang ada di sidney, adakah perkembangan tentang keyra?"


Rangga yang sudah menyelesaikan makannya duduk santai sambil mulai mengecek ponselnya


"Belum ada, entahlah kita sudah berganti orang untuk mencari tahu keyra di Sidney tapi kenapa belum ada yang berhasil, apa mungkin keyra mengganti identitasnya disana" jawab Nathan hati hati tidak ingin Rangga terlalu kecewa dengan jawaban nya


"kirim lebih banyak orang ke sana, sebentar lagi kita bisa mengalahkan Devano, gue sudah tidak sabar menjemput keyra" mata Rangga terlihat bersinar senang


"Oke sore ini juga gue kirim lebih banyak orang untuk mencari keyra" Nathan mengangguk tanda akan melaksanakan perintah Rangga, kemudian pergi ke kasir membayar makan siang mereka

__ADS_1


Selama dua minggu berikutnya pikiran Rangga banyak tertuju untuk akuisisi Crown bank


Setiap hari Rangga memeriksa dokumen dokumen dari Crown bank yang dikirim timnya lewat email dan malam harinya Rangga akan melakukan konferensi video dengan timnya itu


"Apa semua sudah siap untuk besok?" tanya Rangga pada Nathan yang baru saja memasuki ruangannya


"Sudah kita akan berangkat dengan penerbangan pagi" jawab Nathan sambil menyerahkan beberapa dokumen yang diminta Rangga


Besok Tomy Adiguna ingin bertemu dengan Rangga untuk tahap akhir proses akuisisi Crown bank


🌻🌻🌻🌻🌻


Rangga dan Nathan memasuki sebuah restaurant mewah tempat yang sudah ditentukan sebagai tempat pertemuan dengan Tomy Adiguna


Johan pria paruh baya berpenampilan rapi profesional tampak hangat menyambut mereka dan mengantarkan mereka ke meja di mana Tomy Adiguna sudah menunggu


"Tuan Tomy ini tuan Rangga dan tuan Nathan dari Edelweiss grup sudah datang" johan memperkenalkan Rangga dan Nathan kepada Tomy


"Saya tidak menyangka presdir Edelweiss grup ternyata masih sangat muda, lebih muda dari anak saya Devano" ujar Tomy membuka percakapan dengan ramah


"Saya dari keluarga kurang mampu tuan, jadi saya biasa bekerja sedari kecil" jawab Rangga merendah


"Jangan terlalu formal nak Rangga, panggil saja saya om. Saya salut dengan anak muda seperti kalian ini" Tomy tidak menyembunyikan kekagumannya terhadap Rangga dan Nathan


"Ah iya om, om terlalu memuji kami" jawab Nathan sopan


"Seandainya anak saya seperti kalian berdua" Tomy menghela nafas berat


"Saya telah gagal mendidiknya, kemudahan fasilitas yang kami berikan justru menjadi bumerang, dia hancur seperti sekarang" mata tua Tomy menerawang sedih


"Saya ikut prihatin om tapi om tidak boleh menyalahkan diri sendiri, ada yang pernah cerita ke saya jika om Tomy dan tante Inggrit adalah orang yang sangat baik dan bijaksana" sahut Rangga berusaha mengurangi kesedihan Tomy

__ADS_1


"Iya kah? Siapa yang bercerita seperti itu padamu nak?" kini mata Tomy sedikit bercahaya senang


Tetapi gantian Rangga yang tampak sedih "keyra yang menceritakannya pada saya" jawab Rangga pelan


"Keyra? Keyra Wisnutama?" tanya Tomy terkejut memastikan, Rangga hanya mengangguk pelan


"Kamu mengenal keyra? Tapi kamu tampak sedih saat menyebut namanya?" tanya Tomy lagi dengan sangat penasaran


"Maaf om, Rangga ini orang yang dilaporkan ke polisi oleh Devano karena memukul Devano saat mau memerkosa keyra" sahut Nathan langsung karena dia tau Rangga pasti akan merasa sungkan untuk mengatakannya yang sebenarnya


"Oohh jadi nak Rangga ini kekasih keyra? Pantas saja keyra lebih memilih dirimu nak karena Devano memang tidak pantas untuk keyra" om Tomy sama sekali tidak marah sebaliknya dia seolah makin memahami sikap keyra


"Maafkan saya om, saya berhubungan dengan keyra sejak SMA sama sekali tidak bermaksud merebut keyra dari Devano" ujar Rangga dengan nggak enak hati


"Saya mengerti, Devano yang tidak bisa bersyukur mendapat keyra, saya dan istri saya sangat menyanyangi keyra, waktu kejadian itu istri saya terus menerus menangisi keyra, saya juga merasa sangat malu pada dek Wisnu atas perbuatan anak saya"


"Lalu sekarang bagaimana hubungannya nak Rangga dengan keyra?" tanya om Tomy


"Sebenarnya setelah kejadian itu keyra pergi ke Sidney karena Devano mengancamnya jika keyra kembali pada saya maka Devano akan mengahancurkan usaha saya dan karir ayah keyra di pemerintahan" jawab Rangga muram


"Anak itu! Jadi setelah pertunangan mereka selesai Devano masih saja mengganggu keyra pantas saja dek Wisnu mengajukan pensiun dini"om Tomy tampak geram


"Keyra berjanji akan pulang setelah Devano tidak mungkin lagi mengancam saya dan ayahnya karena itu saya berminat membeli Crown bank" jelas Rangga


"Yah kini saya paham kenapa nak Rangga mau membeli bank yang sedang sakit, hanya dengan cara ini Devano tidak lagi mempunyai kekuatan untuk mengancam kalian"


"Saya sungguh sungguh minta maaf atas semua kelakuan anak saya yang sudah membuat banyak penderitaan bagi kalian, tapi yakinlah kini Devano sedang membayar apa yang dia tanam selama ini" om Tomy bersungguh sungguh dengan setiap ucapannya


"Saya berusaha untuk memaafkan om, sekarang prioritas utama saya adalah agar keyra segera kembali karena itu saya sangat serius menangani proses akuisisi Crown bank ini"


Setelah mendengar perkataan Rangga, mereka segera membicarakan proses akuisisi tersebut

__ADS_1


Dalam waktu tiga hari akhirnya Crown bank resmi masuk ke dapam jaringan bisnis Edelweiss grup


__ADS_2