MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
Aku menginginkanmu


__ADS_3

"Katanya tadi kamu mau minum, kemarilah minumlah sedikit" rayu Devano dengan lembut karena keyra terus saja menolaknya, bahkan sekarang keyra sudah berdiri karena dia merasa sudah sangat terpojok jika terus duduk di sofa


"Mas kita pulang saja, tadi ayah berpesan kalau kita tidak boleh pulang terlalu malam" keyra mencoba menggunakan pesan ayahnya sebagai alasan untuk mengajak pulang Devano


Devano berdiri meletakkan kedua tangannya di samping kepala keyra sehingga posisi keyra terkunci oleh tubuh Devano


"Aku benar benar menginginkanmu malam ini keyra" suara Devano serak menahan gairah, dia menempelkan bagian bawah tubuhnya ke tubuh keyra


Keyra bisa merasakan sesuatu milik Devano yang keras, membuat keyra makin panik dan mulai meronta


"Kalau kau seperti ini membuatku makin terangsang key" mata Devano berkilat penuh nafsu, dia berusaha mencium bibir keyra tapi keyra berhasil menghindar


Karena keyra memalingkan wajahnya akhirnya ciuman Devano mendarat di leher keyra


Devano mencium dan meraba keyra dengan kasar tidak terkendali, keyra berteriak minta tolong dan terus meronta


"Ruangan ini kedap suara key" Devano menyeringai penuh kemenangan, dia menarik kasar baju keyra hingga tiga kancingnya lepas membuat sepasang gunung kembar milik keyra terlihat indah


Devano melihat dengan gairah yang makin membara dia berusaha menciumnya tetapi tiba tiba pintu terbuka dan Juna langsung mendorong dan memukul Devano


Keyra langsung berlari memeluk Norma, melihat baju keyra yang sudah berantakan Rangga segera melepas jaketnya dan diberikannya pada Norma, Norma langsung memakaikannya pada keyra


Devano terhuyung karena pukulan Juna "kenapa kau memukulku Juna? Aku ini calon kakak iparmu" tanya Devano dengan emosi


"Calon kakak ipar yang brengsek" maki Juna sambil kembali bersiap memukul Devano


Rangga menyuruh Juna mundur, ditariknya krah baju Devano "beraninya kau merusak keyra" desis Rangga


"Bukankah kau yang menolong keyra waktu ada perampok mobil itu? Sebenarnya apa hubunganmu dengan keyra?" tanya Devano dengan curiga


"Bukan urusanmu!!" kemudian Rangga mulai memukul Devano beberapa kali sampai Devano tersungkur di lantai, bibir dan hidungnya mengeluarkan darah

__ADS_1


"Stop Rangga, kau akan membunuhnya" teriak Nathan menahan Rangga agar tidak lagi memukul Devano


"Keinginanku saat ini memang hanya membunuhnya" desis Rangga penuh amarah


Keyra menarik lembut tangan Rangga "sudah kita keluar saja dari sini" kata keyra masih dengan terisak isak


Tatapan Rangga melembut memandang keyra, memeluk keyra sambil berjalan keluar ruangan itu


"Aku takut Rangga" tangis keyra kembali pecah di pelukan Rangga, saat ini mereka sudah duduk di kursi panjang di depan club


"Aku disini sayang, jangan takut lagi" Rangga menenangkan keyra sambil memeluk dan mengusap usap lembut kepala keyra


Wajar kalau keyra sangat ketakutan, keyra selama ini selalu hidup sebagai gadis baik, kalau pun dia pergi jauh dan melihat dunia luar itu dilakukannya bersama Rangga dan Rangga selalu menjaganya tidak pernah sedikitpun menyakitinya


"Minum dulu key biar tenang" Norma memberikan air mineral kepada keyra


Keyra meminumnya dan perlahan menjadi lebih tenang


"Juna terima kasih sudah menolong kakak" setelah tenang keyra baru menyadari jika Juna juga datang menolongnya


"Sekarang gimana?" tanya Norma


"Kamu pulanglah bersama Juna sayang, aku akan mengikuti kalian dari belakang memastikan kalian sampai dengan selamat" ujar Rangga menepuk bahu keyra ringan


"Lu gimana? Masih mau lanjut dugem atau ikut pulang?" tanya Nathan pada Norma


"Gue ikut pulang aja, ngeri gue" jawab Norma sambil bergidik membuat Nathan terkekeh


"Ayo ikut gue, setelah kita antar keyra dan Juna, gue anterin lu" ajak Rangga


yang diikuti anggukan semuanya

__ADS_1


"Kak, jadi tadi siang kak Rangga juga datang ke wisuda mu ya? Pantesan aku tuh berasa sering lihat mobil itu di kota kita nggak taunya itu kak Rangga" kata Juna saat sudah menyetir pulang


"Iya, maafin gue ya" jawab keyra lirih merasa masih malas berbicara banyak


"Gue bisa ngrasain betapa sayangnya kak Rangga ke lu kak, ayah dan ibu harus tau kelakuan bejat si Devano itu" geram Juna tetapi dia segera terdiam melihat kakaknya seperti masih shock hanya diam melihat lurus ke jalan


Rangga, Nathan dan Norma mengantarkan keyra dan Juna sampai ujung lorong kamar hotel


"Masuklah ke kamar kami akan mengawasi dari sini, setelah kalian masuk baru kami pergi" ujar Rangga pada keyra dan Juna


Keyra memeluk Rangga lagi dan Rangga mengecup ujung kepala keyra "jangan takut lagi, semua baik baik saja" kata Rangga lembut, keyra hanya mengangguk


Kemudian memeluk Norma lama dan mengucapkan terima kasih pada Nathan


Juna menyalami mereka bertiga sambil mengucapkan terima kasih kemudian membimbing kakaknya menuju kamar


"kamu dari mana Juna? Loh kak kamu kenapa?" tanya ayahnya kaget melihat kedua anaknya pulang dengan wajah kusut


"Ayah, kak keyra hampir saja diperkosa Devano di club" jawab Juna dengan penuh emosi


Keyra terduduk di sofa dan kembali menangis


"Benarkah kak? Kamu tidak apa apa?" tanya ayahnya sambil memeluk keyra, keyra hanya terus menangis di pelukan ayahnya


"Untung aku dan teman teman kak keyra datang tepat waktu" Juna menghela nafas berat sebelum melanjutkan kata katanya


"Ayah harus membatalkan pertunangan kakak, kalau ayah masih terus ingin menikahkan kakak dengan Devano, aku sendiri yang akan mengacaukan pernikahan itu" ancam Juna pada ayahnya


Ayahnya menatap keyra dan Juna bergantian "beristirahat lah kak, bersih bersih dan tidur, besok kita bicara lagi" bujuk ayahnya pada keyra


"Tidurlah di kamar bersama Nadin kak, biar aku yang tidur di sofa malam ini" Juna mengulurkan tangannya membantu keyra berdiri dan membimbing kakaknya masuk ke kamar

__ADS_1


"Juna kemarilah, ceritakan pada ayah dengan detail" perintah ayahnya setelah keyra masuk ke kamar dan menutup pintu


Juna duduk di samping ayahnya dan menceritakan semuanya dengan jujur dan rinci berharap ayahnya akan merubah ketentuannya pada kakaknya


__ADS_2