
"mama" panggil Valea, Keyra menoleh dan segera berjongkok memeluk putrinya
"Valea darimana? mama dan bu guru mencarimu" tanya Keyra lembut sambil merapikan rambut Valea
"Valea tadi main dengan pusi" Valea menunjuk pusi yang baru saja terlihat memasuki halaman sekolah
"maafkan mama terlambat menjemput, besok lagi menunggu mamanya di dalam sekolah saja ya" Keyra mencium pipi Valea, Valea mengangguk lucu
"ayo sekarang kita pulang, salim dulu dengan bu guru" Keyra berdiri dan menggandeng tangan mungil putrinya menuju ke arah guru guru yang tadi membantu mencari Valea
Setelah Valea berpamitan dengan bu gurunya, Keyra menggendongnya menuju mobil untuk mengantar Valea pulang ke rumah kemudian dia akan kembali lagi ke kantor
Baru lima hari ini Valea bersekolah di Playgrup, umurnya yang belum genap tiga tahun sebenarnya membuat Keyra merasa enggan untuk memasukkan Valea bersekolah
Tetapi setelah anak kembar Norma bersekolah di playgrup ini, setiap hari Valea merengek ingin bersekolah seperti si kembar
Karena selisih usia si kembar hanya sebulan lebih tua dari Valea sehingga membuat mereka bertiga tumbuh bersama sejak bayi
Akhirnya mulai awal pekan ini Valea juga ikut bersekolah di playgrup yang sama dengan si kembar, di hari hari biasa Norma yang akan menjemput mereka dan mengantar Valea pulang ke rumah tetapi karena setiap hari Jumat, murid pria pulang lebih siang karena belajar ikut sholat Jumat dulu jadi Valea dijemput Keyra
"valea mau makan dulu sebelum pulang?" Keyra menoleh ke kursi penumpang dan dilihatnya Valea sudah meringkuk tertidur dengan lucunya
__ADS_1
Keyra tersenyum dan membelai lembut pucuk kepala putrinya, "dasar Rangga kecil" gumam Keyra kemudian dia kembali fokus mengemudi
Sesampainya di rumah Keyra menggendong Valea keluar dari mobil, di teras dia berpapasan dengan bi Jum yang sedang menyapu
"bi Jum tolong ambilkan tas Valea di mobil, bawa ke kamarnya ya"
"iya mba keyra" segera bi Jum mengambil tas kecil berwarna pink bergambar barbie milik Valea dan meletakkannya di dalam kamar Valea
"non Valea keliatan capek banget sampai tertidur di mobil gitu mba" bi Jum mendekat ke tempat tidur Valea memperhatikan Keyra yang dengan hati hati mengganti seragam sekolah Valea dengan baju rumah yang nyaman untuk tidur siang
"iya bi, tadi di sekolah sebelum saya menjemputnya katanya dia bermain dengan pusi kucing yang berada di sekolah nya, tidak lama setelah naik mobil dia sudah tertidur"
"bi Jum, Key mau kembali lagi ke kantor ya, nanti kalau Valea bangun disuruh makan siang ya bi, tadi mau saya ajak makan siang dulu udah keburu tidur anaknya" pesan Keyra pada bi Jum setelah dia selesai mengganti baju Valea
Keyra menggeleng dan mengambil tas nya, "saya buru buru bi, biar nanti saya makan di kantor saja" Keyra menepuk bahu bi Jum lalu pergi meninggalkan kamar Valea
"pak Min kok saya tidak lihat mommy dan daddy? tanya Keyra ketika melihat pak Min sedang mencabut rumput di halaman
"itu tuan Andrew dan nyonya Gendis ada di rumahnya, baru saja ada lemari dapur datang" jawab pak Min menunjuk rumah yang berada tepat di samping rumah Keyra
"oh ya udah, nanti pamitkan ke mommy dan daddy ya kalau aku kembali ke kantor" pesan Keyra kemudian masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya menuju kantor
__ADS_1
Daddy Andrew setengah tahun lalu memang membeli tanah tepat disamping rumah Keyra, dan kini di atas tanah itu sudah berdiri rumah mungil dengan bentuk yang unik
Rumah itu sekarang sedang dalam proses pengerjaan interiornya, sebenarnya Keyra keberatan jika mommy dan daddy nya mempunyai rumah sendiri, Keyra lebih suka jika mereka tinggal bersamanya.
Tetapi menurut daddy Andrew, lebih baik mereka mempunyai rumah sendiri untuk menghindari omongan orang yang negatif mengingat mereka hanyalah orang tua angkat Keyra, daddy Andrew sengaja membuat rumah persis di sebelah rumah Keyra agar mereka tetap bisa dekat dengan Keyra dan Valea yang memang sudah mereka anggap sebagai anak dan cucu kandung mereka
Setelah selesai sholat Jumat di masjid dekat sekolah Valea, Rangga pun mengendarai mobil yang disediakan pak Tomo untuk nya menuju ke rumah tempat selama ini dia disekap
Sejak Keyra melahirkan, pak Tomo menepati janjinya untuk mengatur cara agar Rangga bisa melihat istri dan putrinya
Pak Tomo menyediakan sebuah mobil sport untuk keperluan Rangga berpergian, dia juga membuat akses jalan di belakang rumah itu yang tidak diketahui oleh para pengawal Wulan dan Devano
Rangga biasanya akan menunggu di sekitar rumahnya pada pagi hari hanya untuk melihat Keyra dan Valea berjalan pagi santai sesudah subuh sampai dengan pukul setengah delapan saat Keyra pergi ke kantor
Setelah Valea mulai bersekolah maka waktu melihat putrinya menjadi bertambah, Rangga akan dengan sabar menunggu duduk di tempat yang tersembunyi hanya untuk melihat Valea bermain, Rangga akan pulang setelah Valea juga pulang sekolah
Hari ini berbeda, hari ini pertama kalinya Rangga muncul di hadapan Valea untuk menyelamatkan nya dari kecelakaan, yang tidak terduga dan sungguh menyenangkan adalah Valea langsung mengenali nya sebagai papanya
Rangga selalu tau jika Keyra percaya Rangga masih hidup tapi dirinya tidak menyangka jika Keyra akan mengenal kan nya pada putri mereka
Senyum terus menghiasi bibir Rangga selama perjalanan pulang, pertemuan pertamanya dengan Valea adalah pengalaman pertamanya sebagai seorang papa yang sangat luar biasa
__ADS_1
'Tuhan beri aku kesempatan untuk merawat Keyra dan Valea' Rangga memohon di dalam hatinya