
Keyra sudah mulai pulih dan malam ini dia baru saja pulang dari dokter kandungan diantar oleh mommy dan daddy-nya
Setelah mereka sampai rumah, bi Jum segera menyiapkan makan makam untuk mereka bertiga
"setelah makan jangan lupa kau minum vitamin dan obat dari dokter kandungan mu honey" mommy Gendis meletakkan obat obatan keyra di samping piring makan keyra
"iya mommy, terima kasih" Keyra mengangguk patuh
"daddy senang kau sekarang kembali bersemangat dan bersungguh sungguh menjaga kandunganmu" Andrew menyesap teh panasnya pelan
"anak ini semangat baru bagi keyra dad, keyra ingin nanti saat Rangga pulang dia bangga dengan Keyra karena bisa menjaga anaknya dengan baik" jawab Keyra
Andrew dan Gendis saling bertukar pandang, mereka terkadang begitu sedih ketika Keyra berbicara seolah olah Rangga masih hidup
"honey besok daddy akan pulang ke Sidney sebentar untuk mengurus pengalihan perusahaan dan aset aset yang lain" ucap Andrew hati hati sambil memeriksa reaksi Keyra
"jangan lama lama dad, segeralah berkumpul dengan kami" rajuk Keyra
"pasti daddy usahakan selesai secepatnya, paling lama selesai dalam dua bulan tetapi sebelum itu tiap weekend daddy akan mengunjungi kalian, jogja-Sidney bukan jarak yang jauh hanya beberapa jam saja naik pesawat"
"ah daddy kau yang terbaik, dengan begitu mommy tidak akan merindukan mu, aku akan merasa bersalah jika memisahkan kalian terlalu lama karena aku tau kalian selalu bersama selama ini" keyra tersenyum senang
"tidak perlu merasa bersalah, kau putri kami jadi kau adalah prioritas kami, beristirahatlah sekarang bayimu adalah prioritas mu" Andrew mengacak lembut rambut Keyra, keyra mengangguk patuh dan memasuki kamarnya
__ADS_1
Di dalam kamarnya, keyra tidak langsung tidur melainkan duduk dan membuka akun facebooknya
Ada sebuah pesan masuk ke akunnya dari Putra [cctv di dalam rumah mungkin tidak aman, kemungkinan diretas]
Keyra mengerutkan keningnya mencoba mencerna apa maksud dari pesan itu, keyra membuka akun Putra, disana tidak banyak informasi mengenai Putra bahkan tidak ada foto profilnya
Keyra memutuskan untuk menelpon Niko,
"halo key, senang kau menelponku, bagaimana keadaan mu? aku ikut sedih tentang berita Rangga" sapa Niko
keyra tersenyum getir mengingat Rangga, "aku sudah lebih baik, niko aku butuh bantuan mu tolong cek cctv di rumah ku apakah ada yang meretasnya?"
"ok, aku segera melacaknya, kau tidak perlu menutup telponnya kebetulan aku sudah ada di depan komputer, ini tidak lama" jawab Niko segera
hening sejenak, kemudian terdengar suara Niko yang berteriak "sial cctv rumah mu telah diretas sejak satu bulan yang lalu, kenapa aku dan Rangga tidak pernah terpikirkan sebelumnya"
"peretasnya ada di jogja juga key tapi aku butuh waktu untuk lama untuk mengetahuinya, aku berpikir mereka mengetahui jadwal kepergian Rangga ke Surabaya dari cctv rumah mu itu" Niko merasa sangat menyesal kenapa dia tidak terpikir untuk melindungi cctv rumah Rangga
"jadi apa yang harus aku lakukan sekarang Niko?" tanya Keyra gusar mengingat mereka telah menargetkan Rangga
"untuk malam ini segera kau matikan cctv yang berada di seluruh rumahmu" perintah Niko
"oke akan aku lakukan sekarang" Keyra bangkit dari duduknya dan menuju ruang kerja Rangga kemudian mematikan pusat cctv
__ADS_1
"bagus key, mungkin lusa aku mengunjungi mu aku akan memasang pengaman untuk cctv mu, kau hebat key bisa memikirkan jika cctv mu telah diretas sedangkan aku dan Rangga pun tidak pernah terpikirkan" puji Niko
"ini ide seseorang, malam ini ada yang mengirimkan pesan di akun facebook ku tapi aku tidak tau dia itu siapa, aku akan mengirimnya padamu mungkin kau bisa melacaknya"
"oke segera kirimkan padaku" Niko menutup telponnya
Keyra segera mengirimkannya pada Niko, sambil menunggu jawaban dari Niko, Keyra memandang seluruh ruang kerja Rangga
Dadanya kembali terasa sesak, air matanya jatuh, di kursi ini biasanya Rangga duduk dan keyra akan duduk di pangkuannya dengan melingkarkan lengannya di leher Keyra, Keyra sering menyuapi Rangga saat dia sibuk bekerja dan di tempat ini pula Keyra sering marah marah kepada Rangga jika suaminya tidak cukup tidur karena terus menerus bekerja dan Rangga akan dengan sabar membujuk Keyra agar tidak lagi marah
'kenapa kebahagiaan ini hanya terasa singkat, kita sudah berpisah selama dua tahun dan baru berbahagia bersama selama beberapa bulan saja, kenapa kita harus berpisah lagi?' berbagai pertanyaan diratapi Keyra di dalam hatinya
sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya, pesan dari Niko [aku tidak bisa melacak akun Putra, dia terlalu cerdik untuk menyembunyikan dirinya]
Keyra menghela nafas kecewa, [baiklah Niko, terima kasih]
'lalu siapa Putra ini, apa dia sebenarnya Devano seperti tiga tahun lalu ketika berhasil memisahkan keyra dan Rangga, dia selalu meneror diriku lewat ponsel' pikir Keyra
Keyra menggelengkan kepalanya menolak pemikirannya sendiri 'tidak mungkin Putra ini adalah Devano, jelas jelas Putra ini memberi petunjuk untuk menolongnya'
'apa jangan jangan Putra ini adalah Rangga, tapi terlalu cepat untuk menyimpulkan jika Putra adalah Rangga, nama Putra adalah nama yang umum, banyak orang memakai nama Putra, ah baiklah lebih baik ditunggu saja sikap Putra ini selanjutnya'
"kau belum tidur keyra?" tanya Gendis membuyarkan lamunan keyra
__ADS_1
Keyra terkejut dan menoleh ke arah mommy nya "iya mommy, ini keyra mau pergi tidur tadi hanya rindu Rangga"
Gendis tersenyum lembut dan membimbing Keyra kembali menuju kamarnya