
Keyra masuk ke kamarnya duduk sebentar di kasur kemudian memasukkan ponselnya ke dalam tasnya dan kembali ke meja makan untuk melanjutkan makan siangnya
Setelah menyelesaikan makan siang nya, keyra berpamitan pada bi jum untuk pergi mencoba mobil barunya
Keyra mencoba mobil barunya menuju kantor Rangga, resepsionis yang kemarin mempersulitnya kini langsung berdiri dan menyapa ramah ketika melihat keyra datang
Keyra menaiki lift khusus ke ruang presdir, begitu pintu lift terbuka di lorong sekretaris keyra disambut sekretaris Rangga yang lain, dari nama di dada nya keyra tau sekretaris Rangga yang ini bernama Winda
"Apa pak Rangga masih sibuk" tanya keyra ramah
"Pak Rangga baru saja selesai rapat, sepertinya sekarang baru mau makan siang, nona. karena Kiki sedang mengantarkan makan siang di ruangan pak Rangga" jawab Winda sopan
"Mari saya antar ke ruangan pak Rangga, nona"
"Saya sendiri saja" tolak keyra dengan senyum ramah, Winda mengangguk dan kembali duduk menyelesaikan pekerjaannya
"Masih sibuk?" tanya keyra begitu dia membuka pintu melihat Rangga masih membaca dokumen di meja kerjanya sedangkan Kiki sibuk menata makan siang untuk Rangga di meja tamu
"Eh kamu disini sayang" Rangga meletakkan apa yang dibacanya dan menyusul keyra duduk di sofa
"Apa nona keyra juga mau makan siang? Biar saya pesankan tambahan menu" tanya Kiki sopan
"Tidak, makasih Kiki. Sebelum kesini saya makan siang di rumah"
Kiki mengangguk dan keluar dari ruangan Rangga
"Kamu makan siang apa sayang? Kok aku nggak dibawain" tanya Rangga sambil mencium pipi keyra
"Makan soto bikinan bi jum, besok lagi kalau aku kesini aku bawain, aku kesini mau pamer mobil baru" keyra menujukkan kunci mobilnya ke arah Rangga sambil tertawa
"Kamu suka?" tanya Rangga dengan terkekeh
"Iya suka, makasih ya" keyra memeluk Rangga
"Kalau kamu suka aku harusnya dapat hadiah dong" goda Rangga
"Nggak aneh aneh ya" keyra melepaskan pelukannya dan cemberut
"Aku cuma mau minta disuapi makan tapi pikiran mu terlalu jauh sayang" Rangga terkekeh menggoda
__ADS_1
"Karena akhir akhir ini kamu sering aneh aneh di sembarang tempat, bikin malu saja" gerutu keyra sambil mengambil makanan Rangga di meja
"Masak sih? Kok aku nggak ngerasa malu" goda Rangga lagi
"Memang kamu nggak punya malu" jawab keyra cemberut sambil menyuapi Rangga
"Rangga, aku nanti janjian makan malam dengan teman temanku di rumah Laras, kamu ikut ya? Sepertinya Nathan juga ikut" tanya keyra yang mendapat anggukan dari Rangga
Jam empat sore Norma masuk ke ruangan Rangga
"Hei, apa setelah ini kau jemput keyra? Kita janjian makan malam di rumah Laras" sapa Norma yang langsung duduk di sofa
"Dia sudah disini dari tadi siang, tunggulah dia sedang mandi" jawab Rangga masih tetap sibuk dengan pekerjaannya
"Norma! Aku kangen" teriak keyra dari dalam kamar dengan tangan yang masih membawa handuk
Norma menghampiri dan memeluk keyra lama "lu masih sama seperti dulu, kata Nathan lu merubah dirimu menjadi bule?" Norma mengamati penampilan keyra
"Iya bule jelek" cibir Rangga sambil membereskan dokumen dokumennya
"Jelek juga kamu susul" keyra balas mencibir sambil melemparkan handuk ke arah Rangga
Keyra dan Norma mencibir kemudian mereka duduk dan langsung terlibat obrolan seru
Setelah Rangga selesai mandi ternyata Nathan juga sudah ada di ruangannya
"Yuk kita berangkat sekarang" ajak keyra antusias
"Wuih ada yang sudah nggak sabar nih" sindir Norma
"Gue rindu dengan Laras dan Wulan juga" kata keyra tidak sabar
"Apa lu sudah cerita tentang Wulan pada keyra bro?" tanya Nathan pada Rangga
"Sudah tapi seperti yang lu lihat dia tidak terpengaruh" jawab Rangga sedikit kesal
"Bukan begitu Rangga, bagaimana pun dia temenku mungkin jika Wulan melihat kita kembali bersama dia akan merubah sikapnya seperti dulu lagi" jelas keyra menenangkan Rangga agar tidak terlalu kesal
"Kalau gue sudah gue ajakin adu jambak rambut" omel Norma yang membuat tertawa semua orang
__ADS_1
"Aku nebeng mobilmu saja ya sayang" kata Rangga yang disetujui keyra
"Wah coba mobil baru nih nona keyra, mobil lu biar gue bawa aja bos" seru Nathan
Rangga melemparkan kunci mobilnya ke arah Nathan dan langsung ditangkap Nathan dengan sigap
Setengah jam kemudian mereka sampai di rumah Laras, disana mereka disambut hangat oleh Laras dan Ivan juga Wulan yang sudah tiba lebih dulu
Saat Laras berpelukan dengan Laras mereka berdua tidak bisa menahan untuk saling menangis, semua orang yang disana paham mereka berdua sangat dekat
Duduk di ruang tamu Laras yang minimalis membuat tidak semua orang kebagian kursi, para cowok duduk di karpet sedang para cewek duduk di sofa
Mereka berbincang ringan saling menanyakan kabar masing masing
"Gue kerja di tempat lu dong Rangga, bosen nih gue kerja di bank" celetuk Wulan tiba tiba
"Eh coba tanya ke Nathan, dia yang lebih tahu urusan kantor daripada gue" Rangga mencoba melempar masalah ke Nathan
Keyra hanya tersenyum penuh arti ke arah Nathan dan Norma sambil menyuapi Rangga roti yang disuguhkan Laras
"Belum ada posisi kosong saat ini, lagipula menurutku enakan juga kerja di bank, lu tau di tempat gue kerja bosnya sadis salah dikit diancam pecat" jawab Nathan sekenanya
Keyra dan Norma tertawa mendengar sindiran Nathan pada Rangga
"Bos lu kejam gimana? Gue liat hidup lu tambah nyaman aja, sekarang aja lu datang pake mobil yang biasa dipake Rangga" Wulan terus mendesak tidak terima dengan alasan Nathan
"Oohh kalau itu karena keahlian gue mengambil hati nona keyra, lu tau sendiri bos gue takluk banget dengan nona keyra" kata Nathan cengengesan
"Iya hobi lu sengkokol dengan keyra buat memeras gue" gerutu Rangga
"Aih masih marah saja, sudah iklaskan saja" keyra terkekeh
"Hmm seperti bau perselingkuhan" sinis Wulan
"Bukan perselingkuhan, ini karena keyra terlalu menyanyangi kami dan Rangga yang terlalu mencintai keyra" sergah Norma sambil menekankan kata Rangga terlalu mencintai keyra berharap Wulan berhenti mengganggu Rangga
"Wulan kadang apa yang terlihat enak dan bahagia di dalamnya mereka tidak selalu terlihat seperti itu, intinya kita harus bersyukur dengan apa yang kita punya" Laras bernasihat
"Iya betul Wulan, dari luar tampaknya Nathan enak kerja di perusahaanya Rangga padahal untuk punya waktu pribadi santai saja sangat sulit. Rangga juga dilihatnya seperti hidupnya sudah bahagia padahal lu sendiri tau berapa banyak kesedihan yang kami rasakan" keyra menambahkan kata kata Laras
__ADS_1