
Keesokan paginya Nathan sudah sampai di rumah Keyra, semalam begitu menerima kabar dari Norma tentang kecelakaan yang dialami Rangga, Nathan segera menghubungi pak Broto meminta maaf tidak bisa ikut acara jamuan hari ini dan segera pergi ke bandara mencari tiket untuk secepatnya kembali di Jogja
Begitu Nathan memasuki halaman rumah Keyra, Norma segera menyambutnya
"aku ingin bertemu Keyra, yang" kata Nathan lirih sambil memeluk dan mencium kening istrinya
"Keyra mengurung diri di dalam kamarnya, ayo kita kesana" ajak Norma
Nathan masuk ke dalam kamar Keyra diikuti Norma dan Laras, Keyra sedang termenung duduk di pinggir tempat tidur tersenyum melihat Nathan datang
Nathan berjongkok di depan Keyra, matanya sudah memerah menahan tangis, "maafkan aku Key, sungguh aku minta maaf, aku tidak bisa menjaga Rangga, aku seharusnya tidak membiarkan dia pulang sendiri" Nathan berbicara dengan terisa isak tidak mampu lagi menahan air matanya
Keyra merasa tidak enak melihat Nathan berjongkok di depannya, "bangunlah Nat, kau tidak perlu seperti ini, duduklah di sini banyak yang ingin aku bicarakan padamu" Keyra juga berbicara dengan terisak melihat ke arah Norma untuk membantu Nathan berdiri
Norma meraih lengan suaminya dan membimbing suaminya agar duduk di samping Keyra sedangkan Laras sudah berdiri di samping Keyra untuk menenangkan Keyra
Setelah Keyra dan Nathan sudah bisa menguasai tangis mereka, Nathan mulai berbicara, "Rangga dan aku terlalu fokus pada keselamatan mu key, kami sama sekali tidak menyangka justru mereka mencelakakan Rangga adalah cara terampuh untuk menghancurkan mu, selama di Surabaya Rangga sangat gelisah sehingga dia memutuskan untuk pulang lebih dulu"
"Nathan, jadi maksudmu kecelakaan ini telah direncanakan oleh seseorang? aku menerima pesan ini dari seseorang" Keyra menyerahkan ponselnya pada Nathan
[kau ingkar janji Keyra sayang, aku telah membantumu menepati janjimu padaku untuk tidak bersama Rangga, hahaha]
__ADS_1
Nathan membaca pesan itu berulang kali dengan mata penuh amarah, Nathan meletakkan ponsel keyra dan mengeluarkan ponselnya
"beberapa hari sebelum pergi ke Surabaya, Niko memberikan rekaman suara dari hasil dia menyadap ponsel Wulan, Rangga sebenarnya berniat memberitahumu sepulang dia dari Surabaya" Nathan membukakan rekaman suara itu
Keyra, Norma dan Laras terkejut mendengar rekaman suara itu, "jadi ini semua rencana Wulan dan Devano yang bersekutu" tanya Norma
Nathan mengangguk, "Niko sudah menyelidiki suara pria itu memang identik dengan suara Devano"
"Rangga jahat, dia selalu bilang sekecil apapun masalahnya aku harus menceritakan padanya tapi dia menyembunyikan masalah sebesar ini" gumam Keyra sedih
"tidak Key, Rangga hanya tidak ingin kau ketakutan saat ditinggal Rangga pergi ke Surabaya jadi dia berniat memberitahumu sepulang dari Surabaya" Nathan berusaha membela Rangga
"tentu key apapun itu aku akan menolongmu" jawab Nathan dengan kesungguhan hati
"tadi malam polisi mengatakan jika mereka hanya menemukan jasad sopir taksi, mereka tidak menemukan tubuh Rangga, aku berpikir kemungkinan Rangga masih hidup, bisa jadi Rangga sempat melompat sebelum taksi itu meledak, tolong bawa aku kesana kita bisa mencari petunjuk tentang Rangga" Keyra memohon dengan sungguh sungguh
Nathan tampak berpikir sebentar, "aku akan pergi kesana bersama beberapa pengawalmu, percayakan padaku aku akan mencari Rangga, kau tidak perlu ikut beristirahatlah key"
"aku juga ikut kak" tiba tiba Juna muncul masuk ke dalam kamar Keyra yang memang dari tadi pintunya terbuka
Nathan mengangguk senang melihat Juna, Keyra merasa tidak puas tetapi dia tidak ingin memaksakan dirinya ikut karena mungkin para pria akan lebih mudah mencari Rangga jika tanpa dirinya
__ADS_1
Nathan berdiri dan memeluk Norma, "bantu keyra beristirahat dan makan dengan benar tapi kau juga tetap menjaga kandunganmu"
"iya itu pasti yang" Norma mengangguk patuh
"Laras dan Norma pulanglah, kasihan Almira dan kandunganmu Norma, aku baik baik saja" kata Keyra berusaha meyakinkan kedua sahabatnya itu
"tidak" jawab Norma dan Laras bersamaan
"aku sudah menelpon mamaku dan katanya Almira tidak rewel, Ivan akan pulang untuk bekerja dan melihat Almira, aku dan Norma bisa beristirahat disini bersamamu key" bujuk Laras yang mendapat anggukan dari Norma
"baiklah kita akan saling menjaga, key istirahat dan makanlah dengan benar, aku dan Juna membawa beberapa pengawalmu untuk langsung ke lokasi, oke?" Nathan menatap Keyra dengan sungguh sungguh, Keyra mengangguk mengiyakan perkataan Nathan
Norma mengantar Nathan ke depan rumah, Nathan segera mengumpulkan para pengawal Keyra membaginya menjadi dua, sebagian ikut dengannya dan Juna sedangkan sebagian lagi tetap tinggal untuk menjaga Keyra
Nathan juga memberi intruksi lebih banyak pada Nana sebagai pengawal perempuan satu satunya yang selalu melekat dengan Keyra
Setelah semua siap mereka pergi menggunakan mobil Nathan dan mobil Juna, mereka sengaja tidak ingin menarik perhatian wartawan atau pihak musuh dengan menggunakan mobil Rangga atau mobil Keyra
Laras dan Norma membujuk Keyra untuk sarapan, setelah itu mereka bertiga beristirahat di kamar Keyra
Laras dan Norma berusaha bercerita apapun yang membuat Keyra tidak bersedih dan akhirnya mereka berdua tertidur karena lelah sedangkan keyra tidak bisa sedikitpun dia memejamkan matanya, dia duduk di atas tempat tidur melihat lihat foto foto dirinya dan Rangga dengan sedih
__ADS_1