
Keyra memasuki halaman kostnya dengan sendu, dia melihat kamar Laras tertutup rapat dan mobilnya pun tidak ada di halaman berarti Laras belum pulang dari rumah budenya yang berada di kaliurang
Keyra masuk ke kamarnya menulis surat, memasukkan beberapa bajunya, mengambil surat surat pentingnya kemudian kembali mengunci pintu kamarnya
Keyra menyelipkan surat dan kunci kamar keyra di bawah pintu kamar Laras
Sempat berpapasan dan menyapa Lia teman kostnya kemudian dia pergi lagi menggunakan taksi yang sama yang membawanya datang, keyra memang menyuruh taksinya menunggu
tampaknya mau pergi keyra sayang, baguslah kalau kamu menepati janjimu karena aku akan terus mengawasimu"
Keyra membaca pesan dari Devano dan mendengus kesal, segera dia meminta sopir taksinya untuk berhenti di counter pulsa terdekat
Keyra mengganti sim cardnya dan membuang sim cardnya yang lama, kemudian segera melanjutkan perjalanannya
Baru sebentar taksinya berjalan keyra kembali menerima pesan dari ponselnya
Walaupun kamu ganti sim card mu ratusan kali, aku tetap akan tahu. Jangan coba membodohiku!
Keyra mengerutkan keningnya ini pesan dari Devano, dia baru saja mengganti sim card nya dan Devano langsung mengetahuinya
Keyra teringat ada seorang laki laki yang tiba tiba datang di counter itu dan langsung duduk di samping keyra, dia menolak dilayani duluan bahkan mempersilahkan untuk keyra dilayani terlebih dulu tetapi gerak geriknya memang mencurigakan dia duduk terlalu dekat dan tampak memperhatikan keyra terus menerus
Ah jadi aku diikuti oleh orangnya Devano batin keyra kesal
Begitu sampai di hotel, keyra langsung mengunci pintu rapat takut kalau Devano berbuat buruk pada dirinya lagi karena sekarang ini hanya profesor Rendra dan Devano yang mengetahui keberadaannya
💐💐💐
Setelah meninggalkan hotel tempat menginap keluarganya, keyra langsung menemui profesor Rendra, dia menceritakan semuanya
Profesor Rendra bersedia membantu keyra, beliau langsung menyuruh sekretarisnya untuk mengurus kepergian keyra ke Sidney besok pagi
Dan untuk malam ini keyra menginap di hotel dekat bandara, itu juga pemesanan kamar atas nama sekretaris profesor Rendra agar tidak mudah dilacak keberadaan keyra
💐💐💐
__ADS_1
"Ada apa Laras?" tanya Rangga setengah berlari menghampiri Laras yang berdiri di depan kamarnya bersama Norma dan Wulan
"Aku baru saja pulang dan menemukan surat dari keyra untuk mu, bukalah aku sangat khawatir" laras menyerahkan sebuah surat pada Rangga
Dengan tergesa Rangga membuka surat itu "pelan Rangga nanti lu merobeknya" Nathan mengingatkan Rangga ketika melihat betapa kasarnya Rangga membuka lipatsn surat itu
Dear Rangga
Pertunanganku sudah selesai tapi ada masalah yang membuat kita tidak bisa bersama, aku pergi ke Sidney
Maafkan aku kali ini tidak bisa menepati janjiku padamu, ini adalah terakhir kali aku memberi kabar padamu sampai nanti aku kembali
Aku akan kembali jika kita berdua sudah benar benar kuat menghadapi Devano
Aku mencintaimu Rangga
Rangga terduduk di lantai dengan lemas, surat itu langsung diambil Nathan dan dibaca bersama dengan Norma, Laras dan Wulan
"Anak kost yang lain ada yang lihat keyra datang kemari jam berapa?" tanya Nathan
"Apa dia sudah punya pasport?" tanya Nathan lagi
"Aku membantunya mengurus pasport sedangkan visanya menurut keyra akan diurus profesor Rendra" kali ini Wulan yang menjawab
"Aku, Rangga dan Norma ke bandara sekarang jika keyra pergi satu jam yang lalu pasti keyra sekarang masih ada di bandara, Laras dan Wulan pergilah ke rumah profesor Rendra cari informasi tentang keyra karena keyra pasti menghubunginya" usul Nathan yang langsung disetujui Rangga
"Aku saja yang ikut ke bandara, Norma bersama Laras" pinta Wulan
"Tidak, maaf kau terlalu feminim, nanti di bandara kita akan berpencar jadi Norma lebih gesit untuk berlarian mengitari bandara yang luas" tegas Nathan tidak mau dibantah
Akhirnya mereka pergi dengan formasi yang diatur Nathan
🌻🌻🌻🌻🌻
Jam delapan malam mereka kembali ke kost keyra lagi, di pendopo sudah menunggu Juna dan Nadin
__ADS_1
"Ada apa dek, kok kesini?" tanya Laras berharap mereka membawa kabar dari keyra
"Kita mencari kak keyra kak? " jawab Juna
"Kami juga baru saja mencarinya tapi tidak ketemu" Laras duduk di sebelah Nadin dengan pasrah
"Jadi kak key hilang kak?" tanya Nadin bingung
"Keyra meletakkan surat ini di bawah pintu kamar Laras" Rangga menyerahkan surat dari keyra untuk dibaca Juna dan Nadin
"Jadi kakak pergi ke Sidney? Tadi siang setelah memutuskan pertunangannya kakak pergi dengan marah tapi ayah berpikir untuk memberikan kakak waktu sendiri jadi kami dilarang menyusulnya"
"Ketika sampai magrib kakak belum kembali di hotel dan tidak bisa ditelpon, ayah mulai khawatir dan menyuruh kami mencari kakak disini"
"Ayah ingin kakak ikut pulang ke kota kami karena ayah khawatir kalau kakak di jogja akan diganggu oleh Devano lagi" cerita Juna
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa di surat itu keyra mengatakan kita tidak bisa bersama walaupun pertunangannya sudah putus?" tanya Rangga
"Devano mengancam jika kakak kembali pada kak Rangga maka dia akan menghancurkan usaha kak Rangga dan juga karir ayah di pemerintahan" Nadin menjelaskan sambil mulai menangis
"Aaahhhrrrggghh" teriak Rangga sambil memukul tembok di depannya dengan keras sehingga dari tangangnya langsung mengucur darah
"Rangga!!!" pekik Wulan khawatir, Nathan langsung dengan sigap menarik Rangga menjauh dari tembok
"Jangan emosi bro, lu harus tetap tenang biar bisa berfikir jernih" Nathan berusaha menenangkan sahabatnya
"Sungguh aku ingin mencekik dia sampai mati, harusnya aku membunuhnya malam itu" geram Rangga sambil terduduk di lantai menenggelamkan wajahnya diantara kedua pahanya, dia tampak terisak isak
"Aku selalu bilang pada keyra kalau dia punya kita, tapi kenapa dia tidak percaya pada kita, dia lebih memilih menanggung deritanya sendiri" Laras juga ikut menangis dan dipeluk Nadin
"Kakakmu itu sempurna cantik, baik, pintar tapi selalu saja tersakiti" isak Laras di bahu Nadin
"Aku malu dengan kalian kak, kalian teman temannya sangat mencintai dan selalu membantu kakak dengan tulus sedangkan kami adiknya tidak pernah berusaha membantu kakak" Nadin menimpali kesedihan Laras dengan ikut menangis
"Kakak pasti merasa sendirian sehingga dia memutuskan untuk menanggungnya seorang diri" gumam Juna pelan, sungguh dia merasa menyesal terlambat memberi dukungan pada kakaknya
__ADS_1
Kalaupun selama ini adik adiknya memberi dukungan padanya pasti kakaknya akan berbagi susahnya pada mereka dan tidak harus memutuskan pergi jauh.