
Malam harinya keluarga keyra menunggu keluarga Devano di restaurant hotel
"Apa kabar Wisnu dan dek Tuti" sapa papa Devano dan mamanya ramah
Mereka saling menyapa dan memeluk dengan ramah penuh rasa kekeluargaan
"Keyra sayang, kamu seperti biasa selalu cantik" sapa mama Devano sambil memeluk dan mencium pipi keyra
"Terima kasih tante" jawab keyra sopan, malam ini keyra mengenakan dress selutut warna hijau pupus dengan model sederhana namun anggun
"Iya dong ma, calon istri Devano harus selalu cantik" Devano merangkul bahu keyra dengan senyum bangga
"Iya betul keyra selalu cantik, kamu harus berterima kasih pada papa karena jika kamu cari istri sendiri tidak mungkin akan dapat yang secantik keyra" sahut papa Devano yang disambut dengan tawa ayah dan ibu keyra juga mama Devano
Mereka makan malam dengan berbincang ringan soal keluarga dan pekerjaan masing masing
Setelah semua selesai makan, papa Devano memulai berbicara serius
"Begini Wisnu karena keyra sudah lulus sekolah aku berencana memindahkan Devano di kantor pusat di Jakarta mungkin dua atau tiga bulan kedepan, setelah Devano bisa menyesuaikan pekerjaannya aku ingin paling lama enam bulan lagi Devano dan keyra sudah menikah" ujar om Tomy serius pada ayah keyra
"Aku setuju saja mas, lebih cepat lebih baik biar mereka tidak terlalu lama berpacaran" jawab ayah keyra yang disetujui ibu keyra dengan anggukan penuh senyum ramah
"Menunggu sampai pernikahan rencana keyra apa sayang?" tanya tante Inggrit sambil menggenggam tangan keyra hangat
"Keyra tetap di jogja saja tante mau melanjutkan kerja di sini" jawab keyra karena hanya dengan tetap memilih di jogja akan memudahkan keyra menyusun rencana untuk membatalkan pertunangan ini
"Kenapa tidak bekerja di Bank ku saja key? Daripada jadi asisten dosen gajinya kecil" Devano menawarkan pada keyra sambil mengelus rambut keyra
"Hmm tidak mas, key lebih suka jadi asisten dosen" tolak keyra sopan
"Keyra selalu keras kepala, cobalah mulai menurut pada calon suamimu" tegur ibunya dengan nada yang sangat lembut
"Biarkan saja toh hanya sementara hanya enam bulan, biar keyra melakukan apa yang disukai setelah menikah keyra akan ikut Devano ke jakarta" ujar om Tomy
"Iya pastinya setelah menikah keyra tidak boleh bekerja lagi, kalaupun mau bekerja bantulah suamimu saja" sahut ayahnya yang disetujui om Tomy dan tante Inggrit
__ADS_1
Jam sembilan malam om Tomy dan tante Inggrit berpamitan tapi Devano justru meminta ijin membawa keyra pergi
"Om Wisnu saya mau minta ijin ngajak keyra jalan mau merayakan wisuda keyra berdua" ijin Devano pada ayah keyra
"Oohh baiklah tapi pulangnya jangan terlalu malam ya" pesan ayah keyra
"Hati hati Dev bawa gadis cantik harus diperlakukan dengan baik" pesan tante Inggrit
"Siap ma, aku selalu baik dengan keyra kok" jawab Devano dengan sumringah
Setelah papa mama Devano pergi, Devano dan keyra pun ikut pergi
"Kita mau kemana mas?" tanya keyra dengan perasaan nggak enak
"Tenang aja key, kita akan bersenang senang merayakan kelulusanmu" jawab Devano mengusap pipi keyra, keyra menggeser duduk nya sedikit mepet ke pintu mobil, dia merasa malam ini Devano lebih sering menyentuhnya
Devano memarkir mobilnya di sebuah club malam yang cukup mewah, keyra merasa semakin tidak enak hati diam diam dia mengirim lokasinya saat ini pada Rangga
Devano mengajaknya masuk ke sebuah ruang VIP cukup mewah dan hanya ada mereka berdua
🌻🌻🌻🌻🌻
"iya keyra baru saja share lokasinya ke gue, gue dan Nathan langsung kesana, lu awasi keyra dulu ya" pinta Rangga pada Norma dan langsung pergi bersama Nathan menuju club yang diberitahu keyra
🌻🌻🌻🌻🌻
"Minumlah key" Devano menyodorkan segelas wine ke arah keyra setelah pelayan meletakkan semua pesanannya
"Aku tidak minum mas, kenapa kita harus pergi ke tempat seperti ini sih mas?" tanya keyra gusar
"Kita merayakan kelulusanmu key, kita belum pernah ke tempat seperti ini berdua kan? Ayolah coba diminum atau kau mau aku pesankan jus buah saja?"
"Aku pesankan air mineral saja mas"jawab keyra karena dia merasa air mineral yang masih tersegel lebih aman jika ada kemungkinan Devano akan menaruh obat ke minumannya
Devano mengerutkan keningnya tanda tidak suka "ayolah key, tunanganmu ini bukan orang susah kenapa harus pesan air mineral? Malu aku memesannya"
__ADS_1
"Ya sudah mas, aku nggak usah minum saja lagi pula aku tidak haus kok" jawab keyra masih dengan sopan
"Key, kita disini merayakan harimu kok kamu nggak minum, minumlah sedikit untuk menyenangkan aku" bujuk Devano sambil memeluk keyra
"Iya nanti keyra minum mas" jawab keyra mengulur waktu berharap ada bantuan datang, keyra juga mencoba mengirim lokasinya pada Juna
"Baiklah tidak perlu buru buru, malam kita masih panjang" Devano mengangkat dagu keyra dan hendak mencium bibir keyra, keyra segera menolak dengan memalingkan wajahnya
"Kenapa key? Kita ini bertunangan tidak seharusnya kau menolak ku" tanya Devano yang kini tangannya mulai meraba raba tengkuk dan punggung keyra
Keyra menjauhkan duduknya, "justru karena kita hanya bertunangan mas, kita tidak boleh bertindak terlalu jauh" keyra mencoba mencari alasan
"Ayolah key jangan naif gitu, kau dengar sendiri tadi waktu makan malam kita akan menikah paling lama enam bulan lagi jadi wajar kalau kita bermesraan sedikit" Devano menggeser duduknya mendekati keyra sehingga keyra terpojok di sudut sofa
"Kamu sangat cantik key, belum pernah aku berkencan dengan cewek secantik kamu" Devano berbisik di telinga keyra dengan suara parau tangannya kembali berusaha meraba tubuh keyra
🌻🌻🌻🌻🌻
Juna datang di lokasi yang kakaknya kirim, dia agak heran karena kebetulan mobilnya parkir tepat di sebelah jeep merah yang dilihatnya tadi siang di samping mobil kak Laras
"Gimana Norma? Apa keyra aman?" tanya Rangga khawatir pada Norma yang segera berlari menghampiri Rangga dan Nathan begitu Nathan menelponnya mengatakan mereka sudah sampai di depan
"Aku tidak tau, mereka berada di ruang VIP aku tidak bisa mendekat hanya bisa melihat dari jauh" jawab Norma dengan sangat cemas
"Apa terjadi sesuatu dengan kak keyra?" tanya Juna mengagetkan mereka
Mereka menoleh dan saling berpandangan ketika tau yang menyapa itu adalah Juna adik keyra
"Kak keyra mengirim lokasinya ke ponselku, aku pikir mungkin kak keyra butuh pertolongan karena itu aku kesini" jelas Juna yang tahu kalau teman teman kakaknya mungkin canggung terhadapnya
"Keyra juga mengirim lokasinya ke aku, kata Norma dia melihat keyra dibawa kesini oleh Devano, mereka sekarang ada di ruang VIP" Rangga menjelaskan pada Juna dengan cemas
"Devano memang tadi minta ijin ke ayah bawa kak key jalan, brengsek dia bawa kak key ke tempat seperti ini, kita harus menemuinya, kak key pasti ketakutan" wajah Juna menggelap dan menggertakkan giginya penuh emosi
Mereka dipandu oleh Norma langsung menuju ruang VIP yang dipesan Devano.
__ADS_1