
Rangga bekerja lebih keras dari biasanya jika sebelumnya Rangga memang orang yang gila kerja sekarang dia lebih gila kerja dua kali lipat dari sebelumnya bahkan dia bisa menghabiskan dua puluh jam sehari hanya untuk bekerja
Semua kerja kerasnya tidaklah sia sia dalam jangka waktu setahun dari kepergian keyra, perusahaan Rangga menjadi perusahaan yang paling populer di jawa tengah
Rangga yang supel kini mempunyai banyak relasi orang penting mulai dari kalangan pengusaha sampai dengan pejabat tinggi di pemerintahan
Tahun ini Rangga memindahkan kantor pusat perusahaanya di jogja karena dia berpikir dengan dia tinggal di jogja akan memudahkannya mendapat informasi tentang keyra karena dia yakin keyra akan selalu terhubung dengan jogja
Rangga menjadikan Nathan sebagai asisten pribadinya, terbiasa berkerja sama dengan Nathan ketika berada di organisasi KEPALA membuat Rangga sudah paham betul dengan sikap Nathan dalam bekerja yang cekatan dan profesional
Nathan sedang mempersiapkan pernikahannya dengan Norma yang akan dilaksanakan enam bulan lagi
Laras dan Ivan baru saja menikah satu bulan yang lalu, sedangkan Wulan bekerja di sebuah bank di jogja ini
Mereka masih sering berkumpul bersama walaupun Rangga jarang hadir karena baginya berkumpul dengan mereka sedikit banyak mengingatkannya pada keyra
Rangga menjadi pribadi yang lebih dingin dan ambisius, dia hanya akan pergi keluar untuk urusan bisnis
"Masuk" suara Rangga terdengar dingin, Norma membuka pintu dan masuk, dilihatnya Rangga sedang duduk di sofa sambil merokok, tampak di meja banyak berserakan putung rokok
"Gue janjian dengan Nathan karena gue bosan menunggu sendiri di ruangannya jadi gue kesini untuk melihat keadaan lu" ucap Norma sambil duduk di sofa di depan Rangga
"Tunggulah disini, sebentar lagi Nathan kembali dia sedang gue suruh mengantarkan surat penawaran kontrak" Rangga mematikan rokoknya
"Kalau lu mau minum ambilah sendiri atau lu bisa menyuruh sekretaris di depan"
"Iya gampang ntar kalau gue haus gue ambil minum sendiri, kenapa lu merokok segini banyak? apa ada masalah?" tanya Norma khawatir
__ADS_1
"Aku cuma sedikit lelah, aku buka jendela untuk mendapat udara segar tapi ternyata di luar hujan" Rangga menghela nafas berat sambil melihat ke arah jendela kantornya yang terbuka
"Hujan selalu mengingatkan aku pada keyra, dia selalu suka melihat hujan sambil minum teh panas" senyum Rangga terlihat getir
Norma sedih melihat Rangga seperti ini, kesedihan Rangga tidak pernah berubah dibalik sosoknya yang gila kerja dia selalu merindukan keyra
"Rangga bersabarlah sedikit lagi perusahaanmu akan semakin terkenal secara nasional, ketika pengaruh dan relasimu makin luas itu akan membuat Devano tidak akan lagi mengancam kalian, keyra pasti kembali" Norma menghibur Rangga
"Waktu terasa lama tanpa keyra" keluh Rangga
Pintu terbuka, Nathan masuk "semua sudah beres bos" lapor Nathan pada Rangga
Dia melihat banyak putung rokok di asbak dan melirik ke arah Norma
"Sumpah gue nggak merokok, gue hanya nemenin Rangga" Norma membela dirinya dari tatapan curiga Nathan pada dirinya
"Bagus, jadilah gadis baik" Nathan mengacak acak ujung rambut Norma
"Pergilah kalian kencan, aku sudah tidak membutuhkan apa apa lagi" kata Rangga pada kedua temannya itu
"Segeralah pulang bro, jangan banyak merokok" Nathan mengambil rokok yang sedang dihisap Rangga dan mematikannya kemudian membuang putung putung rokok ke tempat sampah, mengambil sisa rokok Rangga yang belum digunakan dan menyimpannya di saku nya
"Hei kenapa kau bersihkan rokok ku?" gerutu Rangga
"Aku tidak ingin ketika keyra kembali dia akan disibukkan merawatmu karena kanker paru paru" jawab Nathan ringan
Norma tertawa mendengar jawaban kekasihnya itu, "itu benar Rangga, udah jangan galau lagi, pakailah energimu untuk bekerja" Norma menimpali omongan Nathan
__ADS_1
"Tidak, hari ini kita tidak terlalu sibuk, pulang dan istirahat lah" saran Nathan
"Ah kalian terlalu mengurusku pergilah berkencan atau kau akan ku beri pekerjaan lagi hingga kencan kalian gagal" ancam Rangga
"Lu memang bos keras kepala dan kejam" Rangga hanya tertawa mendengar gerutu Nathan pada dirinya
"Ayolah kita pergi sebelum Rangga benar benar memberi lu kerjaan lagi" ajak Norma sambil terkekeh
"Ok kita pergi, kalau butuh sesuatu segera hubungi gue" pamit Nathan, Rangga hanya menaikkan jempolnya tanda setuju
Rangga melirik jam tangannya masih jam empat sore, dirinya masih enggan untuk pulang
Kembali ke mejanya dan larut kembali pada pekerjaannya
"Masuk" terdengar suara ketukan pintu, ternyata Kiki sekretarisnya membawa dokumen dokumen di tangannya
"Ini dokumen yang anda minta pak, apakah ada yang lain?" tanya Kiki sopan
"Tidak ada Kiki, kau boleh pulang" jawab Rangga dengan tetap sibuk melihat laptopnya
"Eh iya Ki sebelum kau pulang tolong tutup jendela itu dan pesankan aku kopi" Rangga menoleh sebentar pada Kiki kemudian kembali sibuk dengan pekerjaannya
"Baik pak, segera saya mengantarkan kopi anda" jawab Kiki melangkah ke arah jendela dan menutupnya
Rangga bekerja sampai larut malam, para karyawannya tidak lagi merasa aneh dengan kelakuan bos nya itu
Bahkan Rangga sering menginap di kantornya hanya untuk membunuh rasa sepi jika dia harus sendirian pulang ke rumah
__ADS_1
Kadang dia hanya menghabiskan malam dengan ngobrol dengan satpam di pos depan perusahaanya
Rangga memang selalu rendah hati bahkan kadang para satpam itu yang merasa canggung jika bosnya harus ikut duduk dan makan di pos satpam yang kecil dan sempit