
Begitu Rangga dan keyra masuk ke ruangan Rangga, para sekretaris langsung bergosip tentang kira kira siapa gadis yang baru saja datang itu mengingat selama ini bosnya tidak pernah terlihat berkencan dengan para gadis, satu satunya gadis yang sering datang mengunjungi Rangga adalah Norma dan para sekretaris pun tau kalau Norma adalah kekasih Nathan
Kiki tidak ikut berkomentar dengan teman temannya, dia tampak sibuk menelpon bagian kantin untuk menyiapkan jus mangga dan kue pastel pesanan Rangga
Rangga langsung menyenderkan tubuh keyra di tembok dan dia menguncinya dengan kedua tangannya yang dia letakkan di samping kepala keyra
"Rangga, aku malu kau memelukku di depan para sekretarismu" gerutu keyra
"Ini kantorku jadi sesukaku, aku akan pecat mereka jika mereka berani mencibir kamu" jawab Rangga seenaknya
"Kenapa kau bisa datang secepat ini sayang? Kau bilang akan kembali dalam tiga bulan?" tanya Rangga menatap keyra lembut
"Ckck kau tuan rumah yang buruk Rangga bahkan kau tidak mempersilahkan aku duduk" keluh keyra tentang sikap Rangga
"Jawab saja pertanyaanku sayang" ucap Rangga lembut tapi tak mau dibantah
"Oke, setelah kau pulang daddy sibuk menelpon kesana kemari agar tugas tugasku bisa didelegasikan, hari senin aku mengurus semua dokumen yang harus aku delegasikan dan selasa aku disini, puas bapak Rangga?" jelas keyra
Rangga tersenyum lega "itu artinya kamu benar benar pulang kan? Tidak hanya sekedar mengunjungiku? "
"Kamu inginnya gimana?" tanya keyra tersenyum geli melihat Rangga seperti anak kecil yang takut mainannya hilang lagi
"Waktu tadi malam kita video call kenapa tidak memberitahuku? Pantas saja dari tadi subuh aku telpon kamu, ponselmu nggak aktif" gerutu Rangga
"Apa iya?" keyra balik bertanya dengan senyum usil membuat Rangga jadi begitu gemas dengan kekasihnya itu
"Jangan terus membodohiku sayang" keluh Rangga dan sebelum keyra sempat menjawab bibirnya sudah disegel oleh sebuah ciuman lembut oleh Rangga
"Huk huk" pintu terbuka dan terdengar suara batuk batuk membuat Rangga melepaskan ciumannya, terlihat Nathan berdiri di pintu dengan cengengesan
"Mengganggu saja!" hardik Rangga galak, keyra yang merasa salah tingkah karena malu langsung mencari tempat duduk
Nathan tertawa keras melihat dua sahabatnya itu salah tingkah, "muka lu jadi merah padam gitu key, tenang saja anggap gue tidak melihat yang tadi" ujar Nathan cengengesan
"Kamu yang membuatnya malu!" ketus Rangga sambil duduk di samping keyra dan memeluk bahu keyra dari samping
"Lu yang salah bos, kenapa tidak kunci pintu kalau mau begituan" Nathan membela dirinya
"Begituan apanya, gue hanya menciumnya" sergah Rangga membuat keyra makin malu karena kedua cowok ini justru terus membahasnya
__ADS_1
"Lu harus jaga citramu bos, lu tau di depan para sekretarismu sedang bergosip bagaimana lu sangat antusias memeluk keyra di depan mereka" Nathan menceritakan saat dirinya akan masuk ke ruangan Rangga mendengar para sekretaris sedang bergosip
"Akan gue pecat mereka semua"ujar Rangga ringan
"Kau membuatku malu dua kali" keluh keyra
"Biarkan saja sayang, mereka tidak tahu bagaimana rasanya menahan rindu selama dua tahun" Rangga membela dirinya sendiri
"Iya iya bos selalu benar, nih gue bawa yang lu minta saat rapat pagi tadi" Nathan meletakkan dokumen ke meja kerja Rangga
"Gue beritahu Norma dan Laras ya kalau lu kembali, nanti malam kita bisa ngumpul" keyra mengangguk senang mendengar ide Nathan
"Besok saja, hari ini keyra khusus buat gue" celetuk Rangga
"Ckck benar benar posesif, kau lihat betapa arogannya bosku ini"bisik Nathan ke arah keyra
Keyra tertawa mendengar kata kata Nathan sedang Rangga langsung melempar Nathan dengan pena, dengan sigap Nathan menghindar dan mengembalikan pena itu ke meja
"Gue pergi jangan lupa kunci pintu jika tidak ingin Kiki... Eh ini Kiki nya datang" Nathan tidak melanjutkan perkataannya karena Kiki masuk ke ruangan Rangga membawa jus mangga dan kue pastel
"Saya mengantarkan minuman untuk nona keyra" ujar Kiki sopan sambil meletakkan minumam dan kue di meja tamu
"Terima kasih Kiki, aku jadi merepotkanmu" sapa keyra ramah
"Sama sama nona, sama sekali tidak merepotkan" jawab Kiki sopan
"Sayang kamu mau makan siang apa? Biar Kiki memesankannya" tanya Rangga dan Kiki yang mendengarnya akhirnya mengurungkan langkahnya untuk pergi, dia berdiri menunggu perintah selanjutnya
"Tidak Rangga, sebenarnya aku hanya ingin menyapamu sebentar, aku menyuruh taksiku menunggu, aku akan mencari hotel untuk istirahat dan nanti sepulang kau kerja aku ingin mengajakmu berkunjung ke paman Rendra" jelas keyra
"Tidak sayang, kau istirahat disini saja, nanti sore aku antar mengunjungi prof Rendra, aku ada kamar pribadi di sana"
Rangga menujuk arah pintu di sebelah meja kerjanya
"Tapi koperku masih ada di taksi" sanggah keyra
"Itu biar Kiki yang urus, ki cari taksi nona keyra suruh satpam memindahkan kopernya ke bagasi mobilku" perintah Rangga sambil menyerahkan kunci mobilnya pada Kiki
"Jadi kamu ingin makan siang apa?" tanya Rangga yang teringat pertanyaannya yang belum dijawab keyra
__ADS_1
"Aku pengen makan gudeg kalau tidak merepotkan" jawab keyra
"Pesankan gudeg komplit sekalian untuk semua karyawan ki, hari ini kita syukuran" perintah Rangga
"Baik pak, segera saya laksanakan" Kiki mengangguk dan tersenyum kemudian pergi meninggalkan ruangan Rangga
"Sepertinya kau bos yang arogan tapi royal pada karyawanmu" kata keyra ketika Kiki sudah pergi
"makanlah sayang, ada kue pastel" Rangga menunjuk kue di atas meja dengan matanya
"Iya kau tau saja kalau aku lapar" keyra mengambil kue pastel dan mulai memakannya
"Kau belum sarapan? Mau aku suruh kiki menyiapkan sarapan untuk mu?" tanya Rangga
"Tidak, lihatlah kue ini banyak aku akan sangat kenyang hanya makan ini" tolak keyra
"Kau mau?" keyra menyodorkan kue pastel kedua yang diambilnya
"Aku mau tapi yang sudah kau kunyah" Rangga mencium keyra lagi dan mengambil kue pastel yang sedang dikunyah keyra di dalam mulutnya
"Ih kamu, tidak jijik apa" keyra memukul pelan lengan Rangga
"Kenapa harus jijik? Justru rasanya lebih enak yang sudah ada di mulut kamu" jawab Rangga cengengesan
Keyra meminum jusnya sampai habis, "aku kenyang dan sekarang aku ngantuk Rangga" kata keyra sambil menyandarkan kepalanya di sofa
"Tidurlah di kamarku, ayo aku tunjukkan" Rangga mengulurkan tangannya pada keyra
Rangga membuka pintu di sebelah meja kerjanya terlihat sebuah kasur ukuran medium dan lemari pakaian simpel
"Kamar mandi ada disana, istirahat lah sayang" Rangga menunjukkan arah kamar mandi yang berada di sudut kamar itu
Keyra melepas sepatunya dan kemudian merebahkan tubuhnya di kasur empuk itu
Rangga ikut tidur di sebelah nya, "kau tidak kerja? Kenapa ikut tidur?" tanya keyra
"Aku akan memelukmu sampai kamu tidur setelah itu baru aku akan menyelesaikan pekerjaanku, tidurlah" perintah Rangga sambil memeluk tubuh keyra dari samping
Tidak butuh waktu lama untuk keyra tertidur karena dia benar benar lelah dengan penerbangan nya
__ADS_1