
Sebulan setelah Crown bank menjadi bagian Edelweiss grup, Rangga masih belum bisa menemukan keyra
Sehari setelah kepulangannya dari Jakarta, Rangga langsung menemui profesor Rendra tetapi ternyata prof Rendra sedang berada di Jerman untuk berobat dan beliau akan berada di Jerman selama enam bulan
Sementara orang orang yang dikirim Rangga untuk mencari keyra di Sidney juga belum mendapat hasil
"Rangga!!! Gue punya kabar gembira" teriak Nathan yang masuk ke ruangan nya begitu saja nyaris menggebrak pintu
Rangga yang baru saja selesai memimpin rapat pagi menoleh kaget ke arah Nathan
"Hei lu datang terlambat bahkan tidak ikut rapat pagi, sekarang datang teriak teriak begini" gerutu Rangga kesal
"Lupakan keterlambatan gue bos, setelah lu denger berita yang gue bawa pasti lu maafin keterlambatan gue" Nathan nyengir sambil duduk di depan meja Rangga
"Ada apa?" tanya Rangga yang baru saja menggantung jasnya dan duduk di kursi untuk mulai bekerja
"Gue tahu dimana keyra berada" bisik Nathan dengan penuh senyum
Rangga segera meletakkan penanya "dimana dia? Ayo kita kesana sekarang" tanya Rangga tidak sabar
"Sabar bos, sebentar lagi orang yang akan memberitahu lu alamat keyra akan datang kesini" lagi lagi Nathan tersenyum misterius
"Siapa sih? Jangan berahasia padaku, lu tahu betapa lama gue menunggunya!" sergah Rangga kesal karena Nathan terus saja berputar putar dengan senyum yang menurut Rangga sangat menyebalkan
Nathan tertawa melihat sahabatnya itu mulai kesal "baiklah gue cerita, gini tadi malam gue bertemu Iwan di malioboro, lu masih ingat Iwan anak SMA kita dulu? " tanya Nathan
Rangga mengingat ingat sebentar "Iwan temen sekelas keyra dulu?" tanya Rangga
"Yup betul, nah ternyata selama ini Iwan mengambil S2 nya di Sidney dan dia sering bertemu keyra di sana" jelas Nathan
"Kalau begitu kita ajak Iwan sekalian ke Sidney, siang ini kita berangkat" Rangga kembali tidak sabar
"Nggak bisa bro, Iwan ke Sidney ada ikatan dinas dan sekolah nya sudah selesai, dia ke jogja ini juga dalam rangka perjalanan dinas. Tapi sebentar lagi dia mau kesini bertemu lu dan memberikan alamat keyra" jelas Nathan lagi
__ADS_1
"Suruh kiki pesankan tiket ke Sidney sore ini jadi begitu gue dapat alamat keyra gue langsung pergi" perintah Rangga
"Ckck sungguh tidak sabar!" cibir Nathan
"Aku sudah tidak sabar lagi" jawab Rangga masih dengan nada orang yang sedang terburu buru
Nathan melangkah keluar menemui Kiki untuk memesankan tiket pesawat Rangga
"Lihat dia yang lu tunggu sudah datang" Nathan kembali masuk ke ruangan Rangga dengan senyum lebar
Nathan datang bersama Iwan, Rangga segera berdiri untuk menyalami Iwan dan mempersilahkannya duduk
"Wuih lu hebat sekarang Rangga" seru Iwan kagum melihat ruangan Rangga
"Ini semua karena terpaksa bro" jawab Rangga merendah
"Waktu lu sering serangan fajar ke keyra, lu selalu bilang kalau lu bakal lebih dulu sukses dari gue, sekarang terbukti" Iwan dan Rangga tertawa mengingat obrolan mereka setiap pagi di depan keyra waktu SMA dulu
"Iya dua tahun gue disana selalu terhubung dengan keyra, kadang kita janjian bertemu atau gue mengunjunginya, tapi karena kita berdua sibuk kita baru bisa bertemu dua atau tiga bulan sekali" Iwan memulai ceritanya
"Dunia sangat sempit selama ini gue mencarinya, eh nggak nyangka lu tahu tentang keyra" gumam Rangga
"Gue sempet nanya ke dia tentang lu dan dia cuma jawab Rangga baik baik saja jadi gue pikir kalian tetep bersama cuma lagi jarak jauh aja"
"Dimana dia tinggal Wan?" tanya Rangga sambil mempersilahkan minuman dan kue yang baru saja dihidangkan Kiki
"Dia tinggal di pedesaan bukan di kota Sidney nya, dia bekerja hanya di hari senin sampai rabu, di hari itu dia akan tinggal di rumah orang tua angkatnya yang berada di kota ditemani oleh anak anak profesor Rendra yang tinggal disana, gue beri lu kedua alamatnya" Iwan mengeluarkan kertas berisi alamat keyra yang sudah dipersiapkannya sebelumnya
Rangga membacanya sebentar "selama ini orang orangku tidak bisa menemukan keyra tenyata dia tinggal di pedesaan" gumam Rangga
"Tidak hanya itu di luar lingkungan keluarga angkatnya dia mengganti nemanya dengan Clara" penjelasan Iwan yang barusan membuat Rangga dan Nathan saling berpandangan
"Gue sudah menduganya, keyra mungkin mengganti identitasnya" Nathan berseru sambil menepukkan kedua tangannya di atas kedua pahanya
__ADS_1
"Gue pernah tanya kenapa dia ganti nama, dia cuma jawab biar keren, dia sungguh pintar menyembunyikan masalahnya" cerita Iwan sambil tersenyum
"Tapi kita juga membekali orang orang kita dengan foto keyra kan? Seharusnya walau keyra berganti nama mereka bisa mengenali keyra walau mungkin agak sulit mengingat keyra hanya tinggal di kota Sidney cuma hari senin sampai rabu" Rangga memgutarakan keheranannya
"Tunggu gue perlihatkan foto keyra terbaru, kalian pasti kaget" Iwan membuka ponselnya dan menunjukkan pada Rangga foto foto keyra yang berada di ponselnya
Nathan segera mendekatkan kepalanya ke arah Rangga agar dirinya bisa ikut melihat foto keyra
Di foto itu tampak rambut keyra dipotong sangat pendek, dicat pirang dan matanya mengenakan softlens berwarna biru sekilas keyra tampak seperti gadis bule
"Beda banget dari foto yang kita punya, gimana mau ketemu" gumam Nathan yang diangguki Rangga
"Jika keyra tidak memakai mata birunya itu, dia biasanya akan memakai kacamata hitam"
"Kadang gue berpikir nih anak kok niat banget jadi bule, tapi setelah mendengar cerita Nathan semalam gue sekarang baru paham kalau selama ini dia ternyata sedang menyamar" Iwan melanjutkan ceritanya sambil meminum minumannya
"Wan, apakah keyra bahagia di sana?" tanya Rangga dengan wajah makin muram dan nada suara sedih
"Gue rasa dia cukup bahagia, mommy dan daddy nya orang yang sangat baik dan ramah, saat gue mengunjungi keyra mereka menyambut gue seperti keluarga dan terlihat sangat menyanyangi keyra"
"Begitu juga dengan sepupu sepupu keyra, maksudku anak anak prof Rendra juga sangat melindungi keyra" jelas Iwan
"Prof Rendra benar benar menepati janjinya padaku, akan menjaga dan memastikan keyra terawat dengan baik disana" gumam Rangga lega
"Gue pamit dulu karena gue harus balik ke Jakarta sore ini" pamit Iwan pada Rangga dan Nathan
"Gue makasih banget bro atas bantuan lu, sungguh terima kasih" ucap Rangga dengan tulus sepenuh hatinya
"Hanya pertolongan kecil, lu benar keyra hanya menganggap gue hanya teman, coba kalau keyra menganggap gue lebih pasti gue rahasiakan alamat keyra dari lu" Iwan sengaja menekankan kata hanya teman seperti yang dulu sering diucapkan Rangga pada dirinya
"Masih inget aja lu" Rangga tertawa ngakak saat mendengar Iwan mengatakan hal itu
Iwan diantar Nathan pulang sampai ke hotel dia menginap, sementara Rangga langsung memanggil Kiki mengintruksikan beberapa pekerjaan yang akan ditinggalkannya dan meminta Kiki untuk mempersiapkan segala keperluannya selama menjemput keyra
__ADS_1