MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
Bisa belajar saling mencintai


__ADS_3

"Keyra sayang, kamu tidak apa apa kan?" tante Inggrit langsung berdiri dan memeluk keyra dengan hangat


"Keyra baik tante" jawab keyra sopan kemudian duduk diikuti Juna dan Nadin


"Tante sungguh minta maaf dengan perbuatan Devano semalam" ujar tante Inggrit sungguh sungguh menyesal


"Jadi keyra apa benar yang dikatakan Devano kalau kamu selingkuh selama ini?" tanya om Tomy langsung menatap keyra


"Keyra sudah punya pacar jauh sebelum bertunangan dengan mas Devano om" jawab keyra yakin sama sekali sudah tidak peduli lagi dengan tanggapan ayah dan ibunya terhadap dirinya


"Kalau kamu sudah punya pacar lalu kenapa kamu setuju ditunangkan dengan Devano?" om Tomy dengan tenang menyesap tehnya


"Karena waktu itu ayah sakit, keyra tidak ingin kesehatan ayah makin buruk karena saya menolak pertunangan ini" jawab keyra tetap dengan sopan


"Jadi kau memanfaatku demi kesehatan ayahmu" sinis Devano pada keyra


"Keyra sayang ayo kita lupakan semua, kamu dan Devano bisa belajar saling mencintai lagi dari awal, kamu tau om dan tante sudah sangat menyayangimu, kamu sudah tante anggap anak perempuan kami sendiri" tante Inggrit menggenggam tangan keyra, matanya penuh kasih sayang


"Kebaikan om Tomy dan tante Inggrit adalah satu satunya hal yang membuat keyra nyaman dengan pertunangan ini tante, selebihnya sama sekali tidak ada kecocokan diantara kami, kami juga tidak saling cinta" keyra tampak hati hati menjelaskannya pada mama Devano karena dia tau wanita ini sangat menyanyanginya


"Sudah lah ma jangan memohon padanya, Devano bisa cari yang lebih baik lagi dari nya, belum menikah saja sudah jadi tukang selingkuh apalagi kalau sudah menikah, wanita murahan sepertinya tidak pantas jadi menantu keluarga Adiguna" cibir Devano sengit melihat keyra terus menolaknya


"Kau sebut aku wanita murahan? Lantas kau sebut apa dirimu sendiri? Sepertinya kau yang tidak pantas untuk diriku" keyra menatap sinis ke arah Devano dan menyalakan video di ponselnya di letakkan di tengah meja agar semua orang yang duduk mengelilingi meja itu bisa melihatnya dengan jelas


Semua orang di meja itu terkejut kecuali keyra yang tetap duduk tenang menunggu reaksi mereka

__ADS_1


Plak!!! Tante Inggrit menampar Devano dengan keras "kamu benar benar tidak bermoral, benar kata keyra kamu tidak pantas untuknya"


"Ma.... Mama membela anak orang dan menampar anak sendiri?" rengek Devano pada mamanya tetapi tante Inggrit hanya membuang muka


"Kamu sungguh tidak bermoral Devano, papa tidak menyangka kamu punya gaya hidup seperti ini" om Tomy pun tampak marah kepada anaknya


"Jadi selama ini kau memata mataiku?" tanya Devano pada keyra


"Aku tidak pernah pergi ke tempat seperti itu sebelum kemarin malam kau yang mengajakku, kebetulan saja banyak orang baik yang mengirimkan video video dan foto foto mu padaku sejak pertama kali kamu berada di jogja" jawab keyra masih dengan tenang dan menyimpan kembali ponselnya


"Pa... Ma... Om Wisnu... Tante Tuti, Devano berbuat ini karena ada alasannya keyra selalu dingin terhadap Devano bahkan hanya dicium saja keyra selalu menolak Devano, Devano ini laki laki normal" Devano mulai menyudutkan keyra


"Aku ini tunanganmu bukan istrimu, aku belum punya kewajiban melayani nafsumu" bantah keyra dengan tetap tenang


"Iya mas, saya juga menyesal semua yang kita rencanaka berakhir seperti ini, tapi mungkin mereka memang tidak berjodoh" jawab ayah keyra dengan sopan


Papa dan mama Devano segera berpamitan, tante Inggrit sempat memeluk keyra lama sambil menangis sebelum meninggalkan ruangan itu


Setelah orang tuanya keluar dari ruangan itu, Devano berdiri dengan arogan tanpa menoleh atau berpamitan pada orang tua keyra


Devano menghampiri keyra, mengangkat dagu keyra agar wajahnya menghadap ke arahnya


"Tepati janjimu jika kau tidak ingin ayahmu dan juga pria itu hidup menyedihkan" ancam Devano dengan seringai licik penuh kemenangan


Keyra menyingkirkan tangan Devano dan membuang muka, Devano tertawa dan meninggalkan tempat itu

__ADS_1


Sesampainya keluarga keyra di kamar hotel, ayahnya menyuruh semua anggota keluarganya duduk di sofa


"Kak katakan pada ayah, apa yang kau janjikan pada Devano saat tadi dia mengancammu? " tanya ayahnya dengan lembut


"Keyra tidak boleh menghubungi Rangga lagi, kalau keyra melanggar janji dia akan menghancurkan usaha Rangga dan juga karir ayah di pemerintahan" jawab keyra masih dengan suara dingin


"Kau lihat hasil dari keegoisan dan keras kepalamu, kemarin menyebabkan ayahmu sakit, sekarang bahkan lebih buruk lagi kamu bisa menghancurkan kehidupan keluarga kita!!" ibunya berteriak histeris pada keyra


"Ibu tidak perlu khawatir karena keyra akan menepati janji keyra pada Devano, keyra tidak akan membiarkan ayah dan Rangga hancur" jawab keyra dengan pandangan lurus ke depan tanpa menoleh ke arah ibunya


"Kamu benar benar tidak tahu diuntung, keluarga Adiguna adalah keluarga hebat kamu akan menderita jika kamu melawan mereka" teriak ibunya lebih marah lagi


"Keyra akan lebih menderita jika menghabiskan sisa hidup keyra dengan Devano atau memang itu yang ibu inginkan? bermenantu orang hebat dengan mengorbankan hidup putrimu sendiri, keyra tidak pernah tahu salah keyra apa sehingga kalian terus menyakiti keyra" keyra berdiri dari duduknya dan mengambil tasnya melangkah pergi


"Mau kemana kak?" tanya ayahnya menghentikan langkah keyra


"Menepati janji keyra pada Devano dan membuat ayah ibu hidup tenang" keyra menjawab tanpa menoleh kemudian meneruskan langkahnya keluar kamar


"Apa aku harus mengejar kakak, ayah?" tanya Juna gusar


"Biarkan saja kakak mu butuh sendiri, dia masih sangat marah dengan kita" kata ayahnya sedih


"Kenapa dia yang marah dengan kita? Dasar anak kurang ajar coba lihat tingkahnya sejak di kantor polisi dia bahkan tidak mau menatap kita, dia benar benar tidak menghormati orang tuanya" gerutu ibunya marah


"Dia seperti itu karena kita terlalu banyak memberi luka di hatinya" jawab ayahnya sabar

__ADS_1


__ADS_2