
Setelah berhasil menerobos kerumunan orang, Keyra melihat pria itu jatuh tersandung dengan cepat Keyra menghampirinya dan menarik lengan pria itu
"Rangga!" panggil Keyra
Rangga yang baru saja berdiri dari jatuhnya terkejut ketika lengannya ditarik oleh Keyra, "maaf anda salah orang" kata nya tanpa menoleh dan berusaha melepaskan tangan Keyra
"tidak, itu suaramu Rangga" jawab Keyra bersikukuh dan mengeratkan tangannya, pria itu tiba tiba menghentakkan tangan Keyra dengan keras sehingga terlepas dari lengannya, kemudian dia kembali berlari
"Rangga...!!!" teriak Keyra segera menyusul berlari namun dia kehilangan jejak
Dengan nafas yang terengah-engah karena berlari Keyra duduk di trotoar dengan lesu
'aku yakin dia Rangga, suaranya itu suara Rangga tapi kenapa dia menghindariku' Keyra bertanya tanya dalam hati
'dia menghidariku, dia berusaha keras untuk pergi dariku, tapi kenapa? apa dia marah? tidakkah dia rindu padaku? tidakkah dia ingin melihat putrinya?' hati Keyra terasa sakit memikirkan semua kemungkinan alasan kenapa Rangga menghindarinya
Keyra menutupkan wajahnya di sela sela lututnya yang tertekuk dan dia menangis tanpa suara
"key..." seseorang menepuk lembut bahu Keyra
Keyra mengangkat wajahnya, ada Jaka dan Valea berdiri di depannya, segera dia menghapus air matanya dan berusaha tersenyum pada Jaka dan Valea
"ada apa?" tanya Jaka lembut ikut duduk di samping Keyra dan memangku Valea
"kita bicara di rumah saja ya kak" jawab Keyra pelan
"Valea masih mau main lagi?" tanya Keyra mengalihkan pembicaraan
Valea menggelengkan kepalanya, "pulang yuk ma, om Jaka membelikan Valea puzzle banyak" Valea menunjuk ke kantung plastik yang dibawa Jaka
"baiklah ayo kita pulang" Keyra berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Valea
"kalian naik mobilku saja biar nanti suruh pak Min ambil sepedamu" tawar Jaka
Keyra menggelengkan kepalanya, "kalau boleh biar Valea saja yang ikut mobil kak Jaka, aku naik sepeda sendiri"
__ADS_1
"ok kalau begitu, ayo Valea pulang naik mobil om" ajak Jaka dan Valea hanya menurut
Dengan langkah gontai Keyra menuju tempat parkir sepedanya, dia mengayuh sepedanya dengan pelan, sungguh saat ini pikirannya sangat kacau, dia tidak ingin cepat sampai rumah, tidak ingin mommy, daddy dan Valea melihat kesedihannya
Sesampainya di rumah dilihat nya Valea yang terlebih dulu sampai sedang asyik bermain dengan Ricko dan Ricky di halaman samping ditemani oleh pak Min, di teras Nathan sedang ngobrol dengan daddy nya dan kak Jaka
"kau disini Nathan, dimana Norma?" tanya Keyra
"di dapur bersama mommy" jawab Nathan
"oh kalau begitu aku temui Norma dulu ya" pamit Keyra
"hmm harum sekali, sedang masak apa?" Keyra melongok ke arah kompor
"ini Norma bawa ikan ikan segar dan kita membakarnya" jawab mommy Gendis yang sedang serius membalik ikan bakar
"wah enak nih, kau dapat ikan darimana Norma? Nathan pulang mancing?"
"tidak Key, aku beli di pasar, emang niat mau makan siang disini" jawab Norma cengengesan
"iya besok seluruh pasarnya aku bawa kesini" ketus Norma membuat Keyra tertawa
Norma mendekati Keyra dan menyenggol pinggangnya, "ada apa?" bisiknya
"apa?" keyra membalas dengan berbisik juga
"kau seperti habis nangis" Norma menunjuk ke arah mata Keyra
"ayo ikut aku ke kamarku" bisik Keyra lalu menoleh ke arah mommy nya yang sedang sibuk menghadap ke arah kompor
"mommy, Key mau ajak Norma ke kamar dulu ya"
mommy Gendis menoleh dan mengangguk, Keyra segera menyeret tangan Norma
"bi Jum bantuin mommy masak dulu ya" pesan Keyra sebelum meninggalkan dapur, bi Jum mengangguk sopan
__ADS_1
"jadi ada apa?" tanya Norma setelah masuk ke dalam kamar
Keyra duduk di pinggir tempat tidurnya, "aku tadi bertemu Rangga" ujar Keyra lirih
"bertemu Rangga? terus?" tanya Norma terkejut langsung berpindah duduk dari kursi di depan meja rias ke samping Keyra di tepi tempat tidur
"dia lari menghindari ku, Norma" jawab Keyra mulai menangis
"Tapi...kenapa?" Norma tertegun berpikir tentang sikap Rangga
Keyra menggelengkan kepalanya dengan tetap menangis, "aku sempat memegang lengannya, tapi dia bilang aku salah orang lalu berlari pergi, aku kehilangan jejaknya"
"mungkin dia benar benar bukan Rangga Key?"
"dia Rangga, aku mengenali suaranya, aku kenal betul suara suamiku Norma" tangis Keyra semakin deras
Norma terdiam beberapa saat, dia hanya memeluk Keyra yang sedang menangis
"Key, mungkin Rangga punya alasan tertentu hingga dia menghindari mu atau mungkin karena kecelakaan itu dia menderita amnesia?" Norma berusaha mencari alasan yang tepat agar Keyra tidak berlarut dengan sedihnya
Keyra tidak menjawab, dia masih menangis sesenggukan di pelukan Norma
Terdengar suara ketukan pintu di kamar Keyra, "mba Keyra makanan sudah siap, ditunggu mommy di meja makan" suara bi Jum terdengar memanggil
"iya bi, kami segera kesana" jawab Norma
Keyra segera menghapus air mata nya lalu menuju meja riasnya, "aku akan pake bedak dulu sedikit Norma agar tidak terlalu tampak habis nangis"
Norma terkekeh, "iya seharusnya begitu, bersabarlah Key kamu harus terus yakin jika suatu hari nanti Rangga kembali padamu"
"bagaimana kalau dia tidak ingin kembali?" tanya Keyra sendu
Norma mendekati Keyra, menepuk bahunya, "aku selalu percaya cinta kalian berdua terlalu kuat untuk berakhir, jadi Rangga pasti kembali padamu"
"ayo kita keluar sekarang" Norma membuka pintu kamar Keyra diikuti Keyra
__ADS_1