
Sayang aku udah nyampe rumah, keyra tersenyum membaca pesan dari Rangga semalam, karena semalam keyra merasa agak pusing jadi dia tidur lebih awal dan tidak mendengar telpon dari Rangga, baru bangun subuh ini dia liat ponselnya ada panggilan tak terjawab dari Rangga dan pesan kalau dia sudah sampai, keyra membalas kata oke dan emoji hati, ini masih terlalu pagi untuk telpon Rangga dia pasti masih tidur kecapekan semalaman nyetir dari jogja.
Hari ini keyra ada kelas pagi dan siangnya dia berencana bertemu dengan prof Rendra dosennya yang selama ini memintanya menjadi asistennya karena kemarin beliau menelponnya minta keyra menemuinya siang ini jam satu.
Jam menunjukkan jam setengah satu masih ada waktu setengah jam lagi tapi keyra sudah duduk menunggu di depan ruang prof Rendra, karena tiga sahabat nya masih ada kelas dan keyra bingung mau menunggu dimana akhirnya dia memutuskan datang lebih awal menunggu di depan ruang prof Rendra
Setelah kira kira satu jam berbicara dengan prof Rendra, keyra pergi ke lantai dua dia harus mengajar selama dua jam, di tengah jalan ponselnya bergetar dan diliatnya panggilan video dari Rangga, keyra segera mencari tempat duduk disekitar situ dan menerima panggilan
"Iya Rangga.... "
"Sayang gimana hari ini? "
"Aku baik, baru saja bertemu prof Rendra"
"Aku baru saja konsultasi ke KUA sayang, kata mereka kita bisa melakukan pernikahan dengan wali hakim tapi dengan syarat syarat tertentu, untuk syaratnya akan diberitau besok"
"Jadi besok kamu harus ke KUA lagi?"
"Iya, kamu berdoa semoga persyaratannya tidak rumit ya sayang"
__ADS_1
"Iya, eh Rangga aku sekarang harus pergi mengajar, ditutup dulu telponnya ya ntar malam aku telpon kamu lagi"
"Oke sayang, bye"
Telpon terputus, sejenak keyra tertegun memikirkan apakah benar langkahnya menikah dengan Rangga secepat ini tapi dia juga bimbang dengan tawaran prof Rendra barusan sebuah tawaran yang bagus menantinya setelah lulus kuliah, karena nilai nilai keyra yang selalu tinggi maka dia bisa menyelesaikan program S1 nya dengan waktu yang singkat dan tahun depan dia sudah bisa wisuda dan prof Rendra memberinya tawaran yang bagus untuk dirinya tapi keyra masih belum mengiyakan tawaran tersebut karena saat ini pikirannya sangat kacau jadi dia meminta waktu pada prof Rendra.
Keyra memijit keningnya sebentar kemudian kembali melangkah menuju lantai dua
Esok paginya keyra masih bersiap siap untuk berangkat kuliah ketika ponselnya berdering, dilihatnya nomor telpon rumah orang tuanya yang memanggil, ragu ragu sejenak akhirnya dengan berhati hati keyra menggeser tombol hijau terdengar suara adiknya si Juna dengan nada khawatir
"Kamu harus pulang kak! Ayah terkena stroke!" suara Juna sangat gusar, tangan keyra menjadi kaku tubuhnya berasa lemas, masalah apa lagi yang terjadi keluhnya dalam hati
"Kak key!! Kamu dengar aku? Kamu harus pulang, ayah dibawa ke rumah sakit pagi ini" kali ini Juna setengah berteriak karena tidak ada respon dari keyra
Keyra segera mengganti tas kuliahnya dengan tas yang lebih besar dan diisinya dengan beberapa baju, dia mengirim pesan ke Rangga dan menempel pesan di pintu kamar Laras yang belum bangun, kemudian dengan cepat dia menunggu ojek online yang sudah dipesannya di depan pagar kost untuk mengantarnya ke terminal bis
Membutuhkan 6 jam perjalanan untuk sampai di kotanya dan keyra langsung menuju ke rumah sakit dimana ayahnya dirawat, di depan kamar ayahnya dirawat terlihat ibunya, adik laki laki ayahnya dan Juna tampak sedang berbincang serius, ketika melihat keyra datang ibunya langsung menatap keyra dengan tatapan benci, keyra berusaha tenang dan bersikap biasa dia menghampiri dan menyalami ibunya dan pamannya
"Puas kamu sekarang? Lihat apa yang sudah kamu lakukan pada orang tuamu?" sinis ibunya dengan suara yang dipelankan
__ADS_1
"Maafkan keyra ibu, bagaimana keadaan ayah?" tanya keyra menunduk tanpa berani melihat wajah ibunya
"Ayahmu terkena hipertensi, tadi subuh pingsan dan kemudian dibawa kesini, kata dokter ada penyempitan pembuluh darah di otaknya yang menyebabkan dia terkena serangan stroke, karena ini serangan pertama masih bisa disembuhkan dengan terapi dan menjaga agar hipertensinya tidak kambuh, kita harus benar benar menjaganya setelah ini karena kalau pembuluh darahnya sampai pecah kemungkinan akan meninggal" terang pamannya dengan suara lebih lembut daripada ibunya
"Bisakah keyra melihat ayah?" tanya keyra hati hati tidak ingin memperkeruh keadaan
"Ayahmu baru saja sadar dari pingsannya satu jam yang lalu, kalau kamu mau berjanji untuk tidak melukai perasaannya kami akan mengijinkan kamu masuk" ibunya berkata tegas dan keyra mengangguk setuju
Akhirnya dengan pelan keyra mengikuti ibunya memasuki kamar ayahnya, terlihat ayahnya yang sedang ditunggui Nadin
"Ayah.... " panggil keyra pelan ayahnya menoleh dengan susah payah, mulut ayahnya tampak miring dan separuh dari tubuh ayahnya kaku mati rasa, air mata keyra jatuh melihat ayahnya tampak begitu tak berdaya, ayahnya yang selama ini tampak gagah terlihat begitu menakutkan bagi teman teman keyra kini untuk menopang tubuhnya sendiri saja tidak mampu.
"Kau datang, kemarilah" kata kata ayahnya tidak begitu jelas lebih mirip anak kecil yang baru saja belajar bicara itu dikarenakan lidah ayahnya juga kaku
Keyra mendekati ayahnya mencium tangannya dan duduk di kursi samping kasur ayahnya yang baru saja disiapkan Nadin untuk nya.
"Maafkan keyra ayah" lagi lagi keyra hanya bisa mengatakan maaf dengan wajah tertunduk, air matanya tidak berhenti mengalir, sejak masuk ke ruang rawat ayahnya keyra terus menangis tanpa suara hanya air matanya saja yang terus menerus mengalir tanpa henti, hatinya terasa sangat sakit dia benar benar merasa buruk sebagai anak
"Jangan menangis, ayah masih bisa sembuh" ujar ayahnya sambil menatap sayang ke arah keyra, tatapan itu semakin mencabik cabik hati keyra, sekeras apapun ayahnya padanya ayahnya selalu menatap keyra dengan begitu lembut dan penuh sayang, tatapan yang tidak pernah dia dapatkan dari ibunya, dia sering melihat tatapan sayang ibunya untuk Juna dan Nadin tapi tidak pernah untuk nya
__ADS_1
"Iya ayah, ayah harus sembuh, keyra akan cuti kuliah menemani ayah melakukan terapi sampai ayah sembuh" keyra mengusap tangan kekar ayahnya yang kini kaku sulit untuk digerakkan
"Kamu tidak perlu mengambil cuti kuliah, ayahmu akan melakukan terapi intensif di rumah sakit dan dilanjutkan dengan terapi di rumah, kita akan menyewa beberapa perawat terbaik di rumah sakit ini, kalau kamu ingin ayahmu benar benar sembuh kamu harus setuju untuk bertunangan minggu depan" ibunya menyela niat keyra untuk mengambil cuti kuliah dan mejelaskan rencananya dengan raut wajah dingin ke arah keyra.