MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
papa? kok bisa disini?


__ADS_3

Valea kecil duduk di taman sekolahnya dengan sabar, dia duduk di ayunan sambil mengoyang goyangkan kaki kecilnya


"hei pusi, mau kemana?" Valea buru buru turun dari ayunan dan berlari mengejar seekor kucing putih yang berlari keluar halaman sekolah


Ciiiiitttttt....suara rem sebuah truk yang berhenti tiba tiba, "bocah kau ingin mati ya!!! menyebrang jalan sembarangan!!!" hardik sopir truk itu dengan galak


"maafkan anak saya pak, saya yang teledor menjaganya" suara seorang pria yang dengan sigap menggendong tubuh mungil Valea saat dirinya nyaris tertabrak truk


"baiklah, lain kali berhati hati" sungut sopir truk itu kemudian kembali melajukan truknya


Rangga mengangguk sopan dan membawa Valea duduk di tepi jalan yang lebih aman dan teduh


"kau tidak apa apa gadis kecil?" tanya Rangga lembut


"aku takut dan kaget" jawab Valea dengan terisak isak


Rangga memeluk Valea yang masih duduk di pangkuannya sambil mengusap rambut Valea dengan penuh sayang


Tangis Valea kelamaan berhenti, dia mendongakkan kepala kecilnya memperhatikan laki laki yang memangku nya dari tadi


"papa? kok bisa disini?" tanya Valea mengerjapkan mata indahnya yang masih sedikit berkaca kaca


"kau mengenali ku?" tanya Rangga bingung tidak menyangka mendapat pertanyaan seperti itu dari putrinya


Valea mengangguk dan menatap Rangga lagi dengan sungguh sungguh memastikan penglihatannya, "tentu saja aku mengenalmu setiap malam aku dan mama selalu tidur bersama fotomu tapi kau terlihat lebih tampan dari fotomu papa"


Hati Rangga tercekat mendengar perkataan putrinya, dia senang sekaligus sedih ternyata selama ini kedua wanita terpenting dalam hidupnya tidak pernah melupakannya


"papa, kenapa kau ada disini? apa kau menjemput ku? kau sudah tidak sibuk lagi? kau akan pulang ke rumah bersamaku?" tanya Valea, tangan kecilnya menarik narik kemeja Rangga


Rangga tersentak dari lamunannya, tersenyum dan mencium pipi gemuk Valea "papa menjengukmu tapi papa masih sibuk jadi belum bisa pulang ke rumah bersamamu"

__ADS_1


"oohh kenapa papa sibuk nya lama sekali? om Nathan juga sibuk tapi dia selalu pulang dan bermain bersama Ricko dan Ricky" keluh Valea sedih


"hei putri kecil papa tidak boleh bersedih, pekerjaan papa benar benar tidak bisa ditinggal, maafkan papa ya? hmm bagaimana kalau kita pergi makan es krim di ujung jalan sana?" Rangga mencoba menghibur putrinya


"yeey es krim, aku mau papa" teriak Valea gembira dia sudah melupakan kesedihannya baru saja


Rangga tersenyum lega melihat kegembiraan di wajah putrinya, dia pun menggendong Valea menuju kedai es krim yang tidak jauh dari sekolah Valea


"aku bisa makan sendiri papa, kalau kau menyuapiku maka Ricko akan menindasku dan mengejekku sebagai gadis manja" Valea merebut sendok dari tangan papanya


"baiklah kau makan sendiri gadis pintar" Rangga tersenyum dan memandangi putri kecilnya dengan terkagum kagum penuh kerinduan


"Valea, kenapa kau sendirian bukankah biasanya kau pulang bersama tante Norma dan kedua anaknya?" tanya Rangga lembut


"ini hari jumat papa, Ricko dan Ricky harus sholat jumat di sekolah jadi pulangnya siang, aku pulang jam sepuluh seperti biasa dan mama yang akan menjemput ku tapi mama nggak datang datang" celoteh Valea sambil terus memakan es krimnya dengan susah payah


"ooh mungkin mama datang terlambat, seharusnya saat mama belum datang kau tidak boleh keluar dari halaman sekolah sangat berbahaya, contohnya tadi kau hampir tertabrak bukan?" Rangga menasehati putrinya


Rangga tersenyum tak berdaya mendengar jawaban putrinya, "lain kali tidak boleh seperti itu ya, tetaplah menunggu jemputanmu di dalam sekolah"


Valea mengangguk dan melihat jijik ke arah tangannya, "papa..." panggilnya memelas


Rangga terkekeh melihat putrinya, diambil nya beberapa tisu dan dibersihkan tangan, mulut dan pipi sang putri yang penuh belepotan dengan es krim, "tadi papa suapin nggak mau, lihat lah es krim berpindah kemana mana di seluruh wajah dan tanganmu" goda Rangga


Valea cemberut, "Ricko dan Ricky masih ada di sekolah kalau dia lihat aku disuapin, Ricko akan menghinaku"


"Valea, bisakah papa memintaku merahasiakan pertemuan kita?" tanya Rangga hati hati, sebenarnya dia dipenuhi keraguan apakah putrinya akan mengerti permintaannya mengingat umur Valea belum genap tiga tahun


"kita punya rahasia papa? baiklah aku akan merahasiakan nya, apakah rahasia ini juga harus disembunyikan dari mama?" tanya Valea antusias


Rangga sedikit tertegun mencerna apakah Valea benar benar mengerti artinya rahasia, "iya tidak ada yang boleh tau tentang rahasia kita"

__ADS_1


"baiklah, papa tidak perlu khawatir aku bisa menjaga rahasia kita" Valea membuat gerakkan mengunci mulutnya dengan lucu


Rangga tidak dapat menahan tawanya, "kalau Valea bisa menjaga rahasia kita maka papa akan menemuimu setiap hari jumat"


"benarkah?" tanya Valea berseru gembira, Rangga menjawabnya dengan anggukan


"yeey akhirnya aku punya rahasia bersama papa, aku juga akan bertemu papa setiap hari jumat mulai sekarang aku bisa mengadu pada papa jika Ricko menindasku" celoteh Valea penuh semangat


Rangga tersenyum dan mencubit pipi gemuk Valea dengan gemas, "baiklah sekarang kita kembali ke sekolahmu karena papa juga harus pergi sholat jumat, ingat rahasia kita ya nona cantik jangan katakan pada siapapun kalau kita bertemu termasuk pada mama"


"oke" Valea menunjukkan jempolnya ke arah papanya


Rangga menggendong Valea menuju kembali ke sekolah, Rangga menurunkan Valea dibalik pohon besar yang hanya berjarak satu meter dari gerbang sekolah Valea


"lihat sudah ada mobil mama, pasti mama sudah ada di dalam, sekarang masuklah ke dalam sekolah" perintah Rangga sambil berjongkok mensejajarkan dengan tinggi Valea


"papa....kalau mama tanya aku darimana gimana?" tanya Valea bingung


"katakan saja tadi kau bermain bersama pusi" jawab Rangga lembut


"baiklah papa, papa...setiap jumat kita bertemu ya?" tanya Valea lagi


Rangga mengangguk sabar, " sekarang masuklah, nanti mama mengkhawatirkan mu"


Valea mengangguk dan melangkah menuju gerbang sekolah, tapi baru beberapa langkah dia berbalik lagi dan berlari menuju Rangga


Rangga mengerutkan alisnya, "ada apa lagi nona cantik?"


"papa aku sayang kamu" Valea mencium pipi Rangga kanan dan kiri, Rangga tersenyum senang dan membalas mencium pipi putrinya


"kita akan bertemu lagi, cepatlah kembali kasiaan mama nanti khawatir" Rangga mengusap lembut ujung kepala Valea dan segera Valea dengan lincah berlari memasuki gerbang sekolah

__ADS_1


__ADS_2